Let Go

140 16 1
                                    

~Ada banyak perasaan yang kumiliki saat membiarkanmu pergi, I’m ready to let go or i'm not ready to let go~
.
.
.
.
.
.
.
.
.

ternyata...
salah satu mamber melihat jimin yang baru saja sampai di dorm tengah malam, "kemana saja dia, kenapa jam segini dia baru pulang"

keesokan harinya y/n bangun jam 09.00, jangan tanyakan y/n terlambat atau tidak, jelas iya y/n terlambat. big hit menyuruh para staf datang jam 07.00 sedangkan para asisten bangtan harus datang ke kantor sebelum para mamber datang.

dengan nafas yang terengah-engah y/n masuk ke kantor, berusaha merapikan penampilannya dan mengatur nafasnya setelah berlari dari halte hingga kantor..

tae yang melihat y/n baru saja datang langsung menghampirinya,
"kemana saja kamu? kenapa baru datang?" tanya tae
"maaf tae, aku kesiangan"
"(entah siapa disini yang jadi bos dan asistennya)-batin tae"

saat tae sedang bicara pada y/n, seorang pria mengenakan sweater muncul dari bilik pintu melewati tae dan y/n yang sedang berbicara, siapa lagi pria tersebut selain jimin, jimin terus saja bersin sejak tadi pagi, entah itu karena pagi ini benar-benar dingin atau karena kejadian tadi malam.

tanpa mereka sadari y/n dan jimin bersin bersamaan di waktu itu, itu membuat tae semakin curiga dengan mereka tanpa basa-basi tae bertanya pada y/n "habis dari mana kalian?"

tanpa mereka sadari y/n dan jimin bersin bersamaan di waktu itu, itu membuat tae semakin curiga dengan mereka tanpa basa-basi tae bertanya pada y/n "habis dari mana kalian?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(aduhhh wajahnya itu lho gaesss suka g nahan😌)

"apa?" y/n terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan tae padanya
"aku tau tadi malam kalian keluar kan? kalian hujan-hujanan? flu kalian kompak banget" -tae
belum sempat y/n menjawab ucapan tae, tae mengatakan "aku gak suka kamu hujan-hujanan kaya tadi malam , apalagi sama jimin" setelah mengatakan itu tae pergi begitu saja, meninggalkan y/n yang baru mencerna setiap kata-kata yang baru saja tae ucapkan.

entah y/n harus senang atau sedih ketika mendengar penjelasan tae tadi, tunggu... itu penjelasan atau sebuah larangan..., y/n tak mau ambil pusing dengan semua itu dan melanjutkan pekerjaannya yang belum ia kerjakan sejak tadi pagi.

pukul 16.00 para staf di berbolehkan pulang karena jam kerja big hit pukul 07.00-16.00,
pukul  16.10 y/n baru saja keluar dari gedung tempat ia bekerja, melihat orang yang dia tunggu sejak tadi jimin menarik tangan y/n begitu saja..
"jimin" ucap y/n melihat tangannya ditarik begitu saja
"antar aku ke swalayan yuk!" mendorong tubuh y/n agar mau masuk ke mobil tanpa mendengarkan ucapan y/n terlebih dahulu.

tae melihat kejadian itu dari kejauhan membuat ia semakin kesal, hal aneh apa yang tae rasakan saat melihat itu semua, ada banyak perasaan yang ia miliki saat membiarkan y/n pergi tanpa dirinya. tae tau betul kalau jimin dan y/n hanya berteman tae juga percaya pada jimin kalau ia bukan tipe cowok brengsek, tapi membiarkan y/n pergi bersama jimin membuat hatinya begitu gelisah.

*didalam mobil jimin....

"ngapain ke swalayan chim?"
"mau cuci mobil"
"emang disana ada tempat cuci mobil ya?"
"ya mau belanjal lah"
"oooo... buat apa? kau bisa menyuruh orang lain kan?"
"aku ingin memanggang daging di roof top denganmu, pasti menyenangkan..."
"(tersenyum) apa kau mulai menyukai masakanku chim?" goda y/n
"aahhh yg benar saja, semua orang juga bisa kalau cuma memanggang daging" -jimin
"iya sihhh" -y/n
"kenapa tadi kamu pulang telat? tae menyusahkanmu? atau tadi kau di marahi?" melirik kearah y/n sambil fokus menyetir.
"annio, ada yang belum selesai aku rapikan tadi, tae juga gak sejahat itu jim, dia baik, dia juga posesif, dan satu lagi orang itu aneh, lucu" mengatakan semua tentang tae membuat senyumnya terukir begitu saja. semua orang juga tau melihat wajah y/n sekarang menjelaskan kalau y/n memiliki perasaan yang lebih dari sekedar teman.

"sampai, yuk!" ucap jimin
mereka berdua mencari bahan untuk mereka gunakan nanti di rooftop, y/n selalu tersenyum lepas saat berada di samping jimin, "bahagia" itu yang y/n rasakan saat ini.

melakukan hal kecil saja membuat y/n begitu bahagia, itu salah satu alasan mengapa jimin mencintai gadis sederhana seperti y/n.

setelah sampai di rooftop dengan membawa semua alat dan bahan yang baru saja mereka beli, mereka menyiapkan semuanya dengan baik. tertawa, bercanda, bernyanyi, melihat bintang membuat mereka semakin dekat. hanya dengan hal sekecil itu sudah membuat hati y/n luluh begitu saja.

tiba-tiba tae datang menghampiri mereka dan menarik tangan y/n begitu saja meninggalkan jimin, jimin yang melihat itu mencoba tenang dengan perbuatan tae.
"ikut aku" (menarik y/n meninggalkan rooftop)
"tae! tapi..." (kaget dengan kelakuan tae)

y/n mendapati dirinya yang semakin menjauh dari sana melihat jimin seakan meminta ijin pada pria yang membuat dia bahagia malam itu. jimin yang melihat sorot mata y/n pun mengerti dan mengangguk meng-iya kan untuk menuruti permintaan tae.

tae membawa y/n meninggalkan tempat tadi dan pergi ke taman dekat rumahnya,
(rooftop tadi rooftop rumah y/n ya gaesss☝️)
sampai di taman tae dan y/n duduk di bangku taman yang kosong, taman dekat rumah y/n tidak begitu ramai, sangat nyaman untuk digunakan berbincang-bincang.
"kamu kemarin kan udah jalan sama jimin, kamu tau ga sih kamu itu asisten aku, kita ketemu saja gak ada 10 menit, kamu bahkan lebih lama pergi sama jimin daripada aku. kamu udah bosen kerja sama aku?" ucap tae
"bukan gitu tae..." jelas y/n, belum sempat y/n menyelesaikan perkataannya, perbuatan tae membuat y/n diam membeku. ya tae menaruhkan kepalanya di pangkuan y/n. sontak y/n berkata "tae apa yang.."
"aku pinjam pahamu sebentar"
(author juga mau taeee😭😂)

melihat mata tae yang terpejam membuat y/n membiarkan tae tidur dipangkuannya, melihat wajah tae yang begitu menenang hati membuat hati y/n nyaman bersama tae.

"kau tau y/n aku kesal melihatmu dekat dengan jimin, aku seharusnya tak seperti itu kan? aku mencintai yoona tapi entah kenapa aku begitu posesif terhadapmu, maafkan aku y/n"
"iya, aku ngerti" jawab y/n singkat
"kau juga masih punya hutang padaku y/n,"
"hutang?"
"heem, kau berhutang mendekatkanku dengan yoona, kau ingat?"
"iya ingat" (memutar bola matanya malas)

malam itu tae selalu saja menceritakan betapa tergila-gilanya dia dengan yoona, tanpa ia sadari orang yang bersamanya tersakiti oleh setiap ucapan tae, y/n mencoba menahan rasa sakit hatinya semalaman itu sampai tae tertidur di pangkuan y/n.
melihat tae sudah tertidur y/n merasa lega entah apa yang membuat dia begitu lega, mungkin dongeng tae tentang yoona sudah berhenti.
"andai saja kamu tau perasaan aku tae" ucapan y/n yang begitu lirih

melihat kejadian itu semua jimin menghampiri y/n dan tae. jimin memang masih disana, saat tae membawa y/n meninggalkan rooftop diam-diam jimin mengikuti mereka menuju taman, mendengarkan setiap ucapan mereka dari balik pohon. jimin penasaran dengan sikap tae, dia selalu saja menyakiti y/n tapi dia begitu posesif terhadap y/n.

melihat kedatangan jimin, y/n segera menyeka air matanya, y/n memang menangis, cewek mana yang tak menangis melihat orang yang ia cintai memuji orang lain sebegitu tulus,

"jimin, kamu masih disini?"
"(mengangguk), biar tae aku yang bawa dia pulang ke dorm"
"ne" y/n hanya meng-iya kan karena jujur saja kaki y/n mulai kesemutan sejak tadi.

***

maaf typo dimana-mana gaess...
jangan lupa vote ya..😉

Promise of Scenery✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang