"Heii, kamu!" Teriak seorang gadis dari ujung lorong sekolah.
"Aku?" Tatapku ke arahnya. Merasa heran dengan perempuan berambut ikal berwarna blonde dan riasan sedikit tebal untuk siswi SMA.
"Iya, kamu pacarnya Dhani." Telunjuknya menegang ke arahku. Dan langkah kakinya berjalan cepat ke tempatku berdiri.
"Siapa kamu,"ucapku. Melihat wajahnya yang marah.
"Aku Putri! Pengagum Dhani. Pacar kamu." Lagi-lagi bola matanya hampir keluar. Mencecarku di depan siswi lainnya.
"Terus?"
"Tinggalin dia!" Ucapnya dengan nada tinggi, ia berteriak tepat di depan wajahku.
"CUT!" Suara lantang itu terdengar dari balik segerombol siswi yang asyik menonton.
"Lu kira, maen sinetron. Pakai cut segala!" Cecar perempuan itu.
"Dira!" Seruku menatap laki-laki yang datang dengan suara lantangnya.
Dira, ia datang disaat aku berada di sebuah situasi. Dimana aku harus memilih Dua laki-laki yang mengisi saparuh hati kanan dan separuhnya di hati kiri.
Laki-laki manis, berkulit kuning langsat, bermata indah, bersuara merdu dan pandai bermain gitar.
teman sekelasku, Dira alvaro Pratama.
Dan..
Satu laki-laki yang saat itu mengisi sisi hati lainnya selain Dira adalah Dhani Evans putra, laki-laki tinggi, berkulit kuning, tampan dan jadi dambaan sedikit perempuan disekolahku. Kenapa sedikit? Karena dia tak sepopuler prsonel lainya. Ia hanya lelaki pemain gitar, yang kalah popularitas dengan sang vokalis bandnya.
"Lu berdua ngapain ngerebutin Dhani?" Lirik Dira ke arahku dan Putri.
"Ngerebutin? Jelas-jelas Dhani pacar gue!" Seruku dengan bola mata memutar tak mau kalah.
"Awas-ada Pak Ramz." Teriak salah satu siswi yang berlari dari ujung lorong. Membuatku dan lainnya berhamburan kembali ke kelas masing-masing.
---***---
Jam sekolah terasa lama, mungkin hujan gerimis lagi berkunjung ke bumi. aku paling suka dengan hujan dan bau nya. Jika dilihat, Sekolahku hanyalah sekolah tua yang nampak sedikit renovasi di beberapa sudut.
"Hai, lagi apa disini?"tegur Dhani datang sembari mengacak-acak rambutku.
"Mau kekantin bareng?" Lanjutnya.
"Ngga ah, aku mau disini aja,"ucapku, ia hanya membalas dengan anggukan kepala dan pergi meninggalkanku yang sedang asyik memandangi pohon di depanku.
🌻🌻
Cinta itu tidak bisa dipaksakan . Karna aku nyaman saja dengan dira,laki-laki yang baik.laki-laki yang perhatian dan laki-laki yang rela melakukan apapun untukku..
Aku tau kita sama-sama punya pasangan masing-masing , tapi entah dia membuka semua perasaannya begitu saja ..
Yang aku tau saat dia bersamaku dia adalah milikku ,saat dia dengannya dia adalah milik pasangannya. Aku dan dia sama-sama tau itu ..
Kelas berlangsung lebih cepat, pelajaran tak bisa masuk ke dalam otakku. Karena banyak lemak menutupi sel yang mengalir, sel darah dari jantung selalu terpompa terlalu cepat saat aku memandangnya dari tempatku duduk. laki-laki itu selalu menebarkan serbuk yang bisa membuat orang ketika dekat dengannya selalu tersenyum. Begitulah Dira, temanku yang jenaka.
jam 14.30 Siang.
Hari itu saat bulan hujan, bulan yang benar-benar aku tunggu setelah musim kemarau terik.
Aku berjalan pulang setelah pelajaran usai. Jarak antara sekolah sebetulnya tak terlalu jauh dari rumahku. hanya berjarak berberaa meter saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa
Roman pour AdolescentsIni ceritaku, dimana kisah kasih terlarang di mulai. Entah, mengapa bisa terlarang. Mungkin karena aku jatuh hati kepada sahabatku sendiri, di saat aku sedang menjalin rasa dengan Dhani, laki-laki yang menyebutku "sayang". Hidupku semakin runyam. S...
