Dhani, aku tak ingin bertemu lagi.

60 33 9
                                        

Sore datang, tetapi Dira masih belum menampakkan batang hidungnya sedari pagi. Bahkan, saat aku menunggunya.
"Apakah dia benar benar marah "pikirku.

"Rinjani." Suara Dhani datang dari balik pintu. Menghamburkan lamunanku tentanv Dira.

" Dhani ? " Ku lirik wajahnya yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.

" Nanti malam, aku undang di pesta ulang tahunku ! Mau datang ? "

" Oh baik, selamat ulang tahun ! " Ku peluk tubuh laki laki itu, iya mantan ku berberapa bulan lalu.

" Jangan lupa ya ! Pesta nya seru " Dhani beranjak meninggalkanku, hanya berberapa menit dia menaapaki halamanku lalu pergi begitu saja. Biasanya dia datang berjam jam lamanya, duduk denganku di teras sambil meminum coklat panas.

Ku tutup kembali pintuku, menyiapkan pakaian yang akan ku kenakan nanti malam. Ke pesta ulang tahun mantan, iya datang sebagai mantan bukan sebagai pacar ! Buat apa aku harus berdandan ?
Pikiranku beradu dengan rasa ingin tampil cantik didepaan pacarnya sekarang, saat aku bahkan belum siap menemuinya.

Gaun merah, sepatu flat pilihanku untuk nanti malam, datang sendiri sepertinya tak masalah buatku. Saat ini Putri sedang sibuk dengan hidupnya, dia tak lagi ingin menjadi masalah di kehidupanku.

...
Malam datang dengan caahaya bulan terang di langit, aku bersiap berdandan secantik mungkin untuk bertemu mantan dan kekasih barunya. Permpuan yang berahasil merebut Dhani dari sisiku setelah aku menemaninya hampir 2tahun.
" Ah, buat apa aku bersikap seperti ini ! " Gumamku memandang kaca, menabur bedak disetiap sudut wajah, memakai lipstik merah merona dan blas on pink tampak samar samar .

Taxi yang ku pesan sudah menungguku dari tadi, ku berjalan dengan cemas dan tak percaya diri seperti ada yang menyuruhku untuk tidak datang ke pesta.

" Tit..tit..." Suara bel taksi seperti menyuruhku bergegas menyudahi lamunanku dan menghampirinya masuk ke dalam taxi dengan gaun merah yang terlihat terbuka bagian atasnya.

" Mau kemana neng ? " Tatap sopir taksi dari spion depan

" Ke jalan kenanga pak " jawabku singkat, memperhatikan sopir taksi yang mencuri pandang dari balik spion depan, entah apa yang sopir taksi itu pikirkan. Apa mungkin bajuku terlalu seksi, atau aku dianggap perempuan malam karena memakai baju seperti ini!

Rumah Dhani sudah nampak ramai dari sudut gang, hati ku berlomba memikirkan apa yang akan ku lakukan saat melihat dia dan kekasih barunya, entah hari itu aku benar benar seperti orang yang hilang arah.
Kuberanikan diri, menapakan kaki dirumahnya, banyak manusia asing didalamnya, mungkin mereka teman kuliah Dhani.

" Hai Rinjani ! " Sapa Dhani yang terlihat senang saat aku datang.

" Paacarmu mana ? " Kuperhatikan sekeliling, mencari kekasihnya itu

" Dia, berhalangan datang ' jawabnya singkat lalu menarik tanganku, duduk dengan teman teman baru nya. Dhani memperkenalkanku sebagai adiknya, baik ini bisa diterima saat aku memang bukan siapa siapanya.

" Rinjani, cantik ya " goda salah satu teman nya, Dhani menarik tanganku seaakan tak suka aku digoda laki laki lain.

Pesta berlangsung meriah, tak nampak orang tua Dhani. Sepertinya mereka memang pergi, kalau tidak mana mungkin Dhani bisa membuat pesta dirumahnya.
Meja bulat khusus menyediakan beer, dan meja satunya banyak kue manis yang menggodaku untuk mengambilnya.

" Beer ? " Tawar Dhani, memberiku segelas beer dari tangannya .

" Makasih " senyumku, lalu kuhabiskan beer ditangan dengan sekali tegukan saja

" Mau lagi ? " Tanyanya, ku jawab dengan anggukan. Sepertinya Dhani sengaja memberiku banyak minuman berakohol agar aku tak sadarkan diri.

" Udah Dhan " pipiku memerah, wajahku sudah mabuk berat. Sepertinya kepalaku benar benar tak sanggup lagi berdiri, tubuhku sempoyongan berjalan mencari kamar mandi.

...
Dhani datang memelukku, sepertinya hanya aku saja yang benar benar mabuk. Sedangkan Dhani tidak, dia menggiringku masuk kedalam kamar. Aku hanya melihatnya duduk di sampingku, lalu aku tertidur tanpa tau apa yang Dhani lakukakan.

...
Tak lama aku mendengar suara dobrakan pintu dari luar . Tendangan itu membuat pintu kayu kamar Dhani rusak, banyak orang menghalanginya masuk tapi kekuatan laki laki yang sedang marah itu lebih kuat dari berberapa orang yang berusaha menahan tangannya.

" Dira !!! " Mataku samar samar melihat, tubuhku langsung beranjak dari kasur karena Dira menarik tanganku, menyeret keluar . Dhani menahanku pergi, bongkahan tangan Dira mendarat di pelipis Dhani, membuat orang orang sekitar Dhani mengeroyok Dira seorang diri. " STOP !! " Kutarik tangan Dira dengan wajah babak belur, keluar dari rumah Dhani.

" Kamu kenapa ?! " Tatapku melihat wajahnya yang lebam .

" Kamu kenapa tidur dengan Dhani ? " Ku tatap wajahnya, aneh rasanya jika Dira bilang seperti itu. Padahal aku sama sekali tidak bersama Dhani, apa aku benar benar ngga sadar ketika tiba tiba ada dikamar Dhani dan dia duduk disampingku.

" Aku ngga tidur sama Dhani !!! " Kupertegas suaraku agar Dira percaya apa yang ku katakan.

" Ini apa ! '" Dira menunjukan foto yang dikirim Dhani, aku terlihat tidur dibawah selimut dan Dhani memelukku. Sepertinya Dhani menjebakku, agar aku terlihat murahan di hadapan Dira !

" Aku ... '' kata kataku terputus, melihat wajah Dira yang benar benar marah.

" Aku ngga nyangka kamu begitu murahannya, Rinjani !! " Kata kata itu keluar dari mulut Dira. Mendengarnya membuat jantungku seperti berhenti berdetak.

" Tolong hentikan mobilnya ! " Bentakku, melihat Dira yang tetap menjalankan mobilnya semakin kencang.

" Dir !!! "

" Apa ! Kuantar sampai Rumah ! " Tatapnya dengan mata memerah, pipi lebam. Menatap wajahku yang sudah basah degan butiran bening air mata.

Sesampainya didepan rumah, hujan berkunjung di bumi. Hujan mampir untuk menyapaku, menyembunyikan tangisanku agar hatiku lebih lega .
Aku turun, Dira mengikutiku dari belakang, kami berdua basah dari baju hingga gaunku.

" Maafin aku " Dira menarik tanganku, mencoba memelukku ! Tapi ku lepas pelukannya. Hatiku benar benar hancur atas perkataanya tadi, ku rasa maaf saja tak cukup untuknya.

" Aku masuk, makasih ! Tolong jangan bicara denganku dulu ! " Ku tinggalkan Dira didepan rumah, hujan membasahi bajunya. Wajahnya terlihat menyesal, tapi hati ku ingin istirahat dari rasa, dari apa yang harus aku tinggalkan.

....
Esoknya ujian UASku sudah dimulai, ku lalui setiap harinya tanpa berbicara dengan Dira, tanpa menyapanya, bahkan ketika Dira menyapaku ku balas hanya dengan senyuman .

Berlalu sudah setelah seminggu ku berdiam diri dari Dira, bahkan ibu dirumah bertanya tanya mengapa aku tak ingin menemuinya saat Dira datang kerumah.
Tak berapa lama lagi pengumuman kelulusanku tiba, aku tak sabar pergi dari dunia SMA yang benar benar banyak kenangan saat bersama Dira dan Dhani!

Aku rindu Dira, tapi rasa sakit itu benar benar membekas. Dia yang kubutuhkan saat aku terjatuh, dia yang selalu daatng menghiburku, berbagai cara telah ku tempuh tuk hapus dirumu, namun engkau lagi. Tetap engkau lagi..
Cinta sejati yang enggan mati . Meski perih ku terima, meski sedih ku nikmati tak mampu sedikit pun aku melupakanmu !
Gedung kosong, hamaparan kebun teh, vila, gunung, jogja, pohon rindu,toko buku,perpustaakaan, warung bakso kesukaanku.. semua akan menjadi saksi perjalaanan kita, hingga aku benar benar menjadi tempatmu pulang !

🌻Tinggal satu part lagi ending gays🌻

            --- jangan lupa votmen ya ---

Tentang Rasa  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang