veintinueve

5.3K 940 258
                                        

Sroook! Sroook!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sroook! Sroook!

"HUHUHU."

Jemari kembali melempar tisu menggumpal ke sembarang arah. Entah sudah ke berapa puluh lembaran tisu, kayaknya sih udah setengah pack.

"HUHUHU."

"Kak Sicheng jahat! Jahat banget!"

Aku memukul angin di hadapanku sekuat tenaga, seolah-olah itu wajah Kak Sicheng yang tersenyum manis di mall tadi.

"Iya tau aku tuh kulitnya hitam, dekil. Perempuan yang tadi tuh kulitnya seputih susu! Giginya putih, hidungnya mancung! Kalau aku giginya agak kuning, hidungnya masuk ke dalem! Iya aku kalah telak udah kalah!"

Kaki menendang-nendang selimut dengan segenap tenaga hingga hampir jatuh dari kasur.

"Tapi masa iya harus dirangkul di depan mata aku gitu? Kakak lupa beberapa hari yang lalu kita pelukan di atas bukit? HUHUHU."

"Iyadeh tau, perempuan itu kayaknya lemah lembut. Emang aku yang suka nyubitin orang. HUHUHU."

"Iyadeh dia mah—"

"Indyra ada di kamar, tuh. Nggak tau datang-datang nangis. Tante diemin aja, paling sawannya lagi kumat."

"Hahaha. Tante parah banget nih anak sendiri dikatain sawan...."

Berpaling menghadap tembok, aku kembali menarik selimut hingga ujung kepala saat mendengar knop pintu dibuka.

Masalahnya aku kenal suara itu.

Suara Mark.

"Indyra."

Aku tetap bergeming. Memejamkan mata walau nggak tahu fungsinya apa.

"Heh, Indyra."

Nggak dengar nggak dengar aku ingusan.

Sret...

Mark menarik selimut yang kujadikan tameng hingga tinggal sebatas pinggang. Yang entah kenapa membuatku merasa terekspos.

"Indyra!"

"NGGAK DENGAR!"

"Lihat aku dulu!"

"BODO BODO NGGAK DENGAR."

"Dyr, dengerin dulu lah—"

"DUDUDUDUDUDUDUDUDU."

"Dyr—"

"NANANANANANANANANA."

"Indyra—"

"SYALALALALALALALALALA."

"Ah udahlah, kamu aja Cong yang jelasin. Kepala batu dia nya!"

Kudengar suara langkah kaki menjauh.

Apa tadi katanya? Ahcong?

Dan disusul oleh suara langkah kaki yang kembali mendekat.

Ujung kasur berderit, tanda ada yang turut singgah.

clumsy | winwin ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang