Saat jam istirahat Terasaka dan kawan-kawannya menyadari sesuatu.
Itona berkali-kali menoleh ke arah Erena sejak tadi.
"Oi, Itona!" tiba-tiba Terasaka memanggilnya.
"Nani?" balas Itona yang sedang makan snack.
"Kenapa kau daritadi melirik anak baru itu?"
Itona tidak menjawab. Malahan dia sibuk memakan snack-nya tanpa mempedulikan Terasaka.
"Itona! Dengar nggak sih?" Terasaka mulai sewot.
Yang diajak bicara malah berpura-pura tidak peduli.
"Ooh, jangan-jangan..." Hazama mulai iseng.
"Kau menyukai cewek itu, Itona?"
Gotcha.
Wajah Itona kini berubah jadi merah padam.
"Eh? Itona ternyata menyukai si Asaka?" Yoshida angkat bicara.
"Boleh juga seleramu, si Asaka cantik loh!" balas Muramatsu.
Wajah Itona tambah merah.
"Itona bisa jatuh cinta rupanya?" Terasaka ikut-ikutan.
"Ooh, ternyata Itona menyukai Asaka?" tanya Hazama to the point.
"B— b— bu— bukan apa-apa." jawab Itona dengan wajah memerah.
"Bohong tuh." balas Muramatsu sambil nyengir.
Itona, sebaiknya mengaku saja kalau kau menyukai Erena.
~~~
Itona's POV
Sebetulnya aku juga nggak mengerti.
Kenapa Terasaka dan yang lainnya bilang padaku kalau aku menyukai Asaka?
Sebetulnya aku terpesona pada kecantikannya. Aku nggak menyukainya kok.
Atau yang dikatakan Terasaka itu benar? Kalau aku menyukai Asaka?
~~~
Back to First POV
"Kok kamu bisa tertarik sama si Asaka sih?" Yoshida kembali menyinggung Erena.
Itona hanya menggeleng, memberitahukan kalau dirinya juga tidak tahu. Wajahnya masih merah.
"Kalau kamu suka, langsung bilang saja padanya!"
Ide Terasaka terlalu to the point. Masa iya, langsung menyatakan perasaan?!
"Eh, masa langsung menyatakan perasaan sih? Yang benar saja!" Muramatsu nyerocos.
~~~
Sementara itu, para siswi masih belum bosan mengobrol dengan Erena.
"Kalau diperhatikan Asaka-san mirip banget sama Hayami-san deh? Soalnya sama-sama kalem!" kata Kayano yang membuat Rinka langsung menoleh.
"Bagiku dia lebih mirip Itona." sekarang Hayami malah membandingkan Erena dengan Itona.
"Iya benar! Aku juga berpikir kalau Asaka-san mirip banget sama Itona-kun!" kini Ritsu ikut menanggapi.
Bolehkah Erena jujur kalau dirinya sadar sedang diperhatikan oleh seorang Horibe Itona?
Karena sudah risih, akhirnya Erena juga menoleh ke arah Itona. Membuat mereka saling melirik. Sekarang wajah Itona berubah jadi merah, lagi.
"Ciee!! Itona bales dilirik tuh!" Yoshida iseng.
"Mukanya Itona jadi merah!" Muramatsu ikutan.
"Hentikan itu." tukas Itona yang kini wajahnya sudah memerah menahan malu.
Dalam hatinya, Itona masih bingung. Apa benar dirinya menaruh hati pada Asaka Erena?
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Musician [TAMAT]
FanfictionMasa lalunya yang kurang menyenangkan membuat Horibe Itona selalu ingin melupakannya. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya agar ia dapat melupakan memori masa lalunya. Semuanya berubah ketika dia bertemu Asaka Erena, gadis yang populer di sekolah...
![Musician [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/183555947-64-k476634.jpg)