21. Bahaya yang dihadapi Starlight (bagian 2)

70 5 6
                                        

"KYAAA!!!"

Jeritan Starlight menggema di ruang kelas. Keempat sahabat Starlight yang ada disana buru-buru menghampirinya.

"Starlight, ada apa?" Galaxy berusaha menenangkan Starlight.

"I— itu... lokerku...!" jawab Starlight gelagapan.

Dengan sigap Dullander dan Sundest memeriksa keadaan loker Starlight. Ada makanan yang sudah basi disana.

"Makanan basi. Siapa yang menaruhnya disini?" tanpa merasa jijik Sundest mengambil makanan itu.

Beruntung mereka dapat menyelesaikan kekacauan itu sebelum bel mulai pelajaran berbunyi.



~~~



"Hah?!"

Erena sampai tersedak makanannya karena kaget saat mendengar cerita Starlight.

"Erena-chan, apa yang kau ceritakan itu benar." kata Monight serius. Baru kali ini Erena melihat Monight yang tidak main-main.



Flashback on

Tanpa pikir panjang, Monight segera menghubungi Sundest setelah mendapat telepon Erena.

"Sundest, ada yang mau aku sampaikan."

["Apa? Kau mau minta aku membuatkan pai apel untukmu?"]

"Bukan! Aku serius! Jadi tolong dengarkan aku dulu!"

Sundest berhasil dibuat kaget oleh Monight. Baru kali ini dia serius.

"Kau tau Ishikawa Toushin?"

["Iya, yang sekelas dengan Erena kan?"]

"Dia baru saja makan bersama Starlight-chan di restoran burger!"

["Lah, terus masalahnya apa?"]

"Masalahnya, Ishikawa dan dua teman perempuannya itu pernah mem-bully Erena-chan!"

["Lalu?"]

"Tadi Erena-chan meneleponku, dan dia bilang kalau teman-teman dekatnya juga ikut dibully Ishikawa supaya mereka mau menjauhi Erena-chan!"

Sundest benar-benar terkejut. Starlight dalam keadaan bahaya sekarang.

["Kita harus memberitahu Dullander dan Galaxy. Dan Starlight juga."]

"Aku mengerti!"

Flashback off



"Ini salahku. Kalau saja aku dengarkan kata-kata Erena-chan untuk tidak menemui Toushin-chan kemarin!" kata Starlight dengan sangat menyesal. Dia hampir menangis.

Erena mengusap kepala Starlight untuk menenangkannya. Pelan-pelan Starlight mulai tenang.

"Starlight, kau bisa berteman dengan siapa saja. Tapi cobalah untuk membangun kepercayaan terhadap satu sama lain terlebih dahulu." Dullander memberi nasihat.

"Aku setuju. Mungkin saja orang yang baru kau temui itu adalah orang jahat yang berpura-pura baik." Erena melanjutkan.

Starlight mengangguk. Dia tidak tahu kalau Ishikawa adalah seekor serigala yang menyamar sebagai seekor domba.

"Tenanglah Starlight. Kami akan melindungimu." kata Galaxy.



~~~



Hari ini hari Starlight benar-benar buruk. Buku-bukunya sobek, tempat pensilnya hilang, bahkan mejanya dicoret-coret.

Dan sekarang Ishikawa meminta Starlight untuk menemuinya di belakang sekolah.


"Kenapa... kalian... melakukan ini...?" tanya Starlight yang saat itu disiram air bekas pel oleh Kyoko.

"Kau harus tau, Phoenix." kata Ishikawa yang kini tidak memanggil Starlight dengan nama depannya lagi.

"Setiap kali kami memberikan pelajaran pada Asaka, selalu saja ada yang membelanya. Jadi kami yakin tidak akan ada yang bisa menolongmu sekarang."

Starlight terkejut. Segitu bencinya kah Ishikawa pada Erena?

"Lalu kami yakin dia akan sangat menyesal karena sudah membuat teman baiknya celaka." ujar Yumeko dengan senyuman sinis yang membingkai wajahnya.

Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak. Starlight teringat kembali saat Erena selalu menolak untuk menjadi temannya, ternyata ini alasannya.

Tapi meskipun Ishikawa memaksanya untuk menjauhi Erena, Starlight masih tetap menjadi temannya.





"Apa yang kalian lakukan?"

Di lain tempat, Erena sudah berdiri menghadap mereka. Tak ada rasa takut di wajahnya.

"Wah wah. Akhirnya tuan putri ini datang juga." tukas Ishikawa dengan wajah seakan menantang Erena berkelahi.

Erena tidak banyak bicara. Gadis itu hanya menampar pipi Ishikawa hingga membuat gadis itu terjatuh. Kyoko dan Yumeko berusaha melawan Erena, tapi tenaga mereka tidak cukup kuat.



"Sebelum kalian melukai orang lain, pikirkanlah bagaimana rasanya jika kalian dilukai." ujar Erena tanpa banyak bicara.

"Huh, jangan banyak bicara Asaka! Kau hanyalah tuan putri yang lemah dan hanya bisa meminta perlindungan!" seru Ishikawa jengkel.

Erena menatap Ishikawa dengan tatapan dingin.

"Jangan sakiti temanku, kalau tidak mau temanmu kusakiti juga."

Ishikawa hanya tersenyum. "Apa? Palingan kau hanya akan semakin melukai temanmu. Memangnya kau bisa apa?"

Gadis bermata heterochrom itu sudah dibuat kesal oleh Ishikawa. Kemudian Erena mengambil sebuah batang kayu yang tidak dipakai, dan dengan mudahnya Erena menghancurkannya dengan satu tangan.

"Tulangmu mau berakhir seperti kayu itu?" tanya Erena yang seakan menantang balik Ishikawa. Gadis berambut pirang itu sudah dibuat ketakutan oleh Erena.


Siapa yang menyangka jika gadis yang pernah dia bully dulu sudah berubah menjadi semakin kuat?


"Kalau tidak mau dilukai, jangan melukai. Ingatlah itu baik-baik." kata Erena dengan pandangan matanya yang mengerikan.

"Lalu, aku juga tidak ragu untuk melukai kalian." tukas Erena lagi. Ishikawa dan kedua temannya sudah dibuat sangat ketakutan.

"Ma— MAAFKAN KAMI!!!" teriak Ishikawa sambil berlari ketakutan. Kyoko dan Yumeko juga ikut berlari menyusul Ishikawa.



~~~



Erena membopong Starlight yang kelihatannya tidak kuat berdiri ke ruang kesehatan. Pada saat itu Erena bertemu dengan Galaxy.

"Starlight dibully Ishikawa, dan aku sudah menghentikannya." Erena menjelaskan.

"Erena, biar aku saja yang menggendong Starlight." kata Galaxy saat melihat Erena yang sepertinya agak kesulitan saat menggendong Starlight.


Mengobati orang lain bukanlah masalah besar bagi Erena. Karena sebelum menjadi anggota klub beladiri, dia pernah menjadi anggota komite kesehatan.

"Starlight-chan sempat terluka karena dipukul tadi, beruntung tidak ada luka yang parah. Aku sudah mengobatinya." kata Erena setelah selesai mengobati Starlight.

"Terimakasih, Erena-chan. Maaf ya, aku tidak mendengarkanmu waktu itu." ujar Starlight.

Sekarang semuanya sudah selesai. Erena merasa lega karena sudah berhasil melawan balik Ishikawa (yang sudah membully dirinya sejak kelas 2) hingga membuatnya tidak bisa berkutik.







Bersambung

Musician [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang