"Aku berangkat dulu!" seru Erena sebelum meninggalkan rumahnya.
"Hati-hati di jalan, hime." ujar Chikafuji.
Saat Erena melangkahkan kakinya keluar rumah, gadis itu melihat sosok pemuda yang baru saja dilihatnya.
'Tetangga baru?' batin Erena.
"Selamat pagi." sapa pria berambut hitam itu, membuat Erena gugup.
"Se— selamat pagi." Erena balas menyapa.
Erena memperhatikan kulit pemuda itu yang agak pucat. Apa dia menderita anemia?
~~~
Namanya adalah Fyodor Dostoyevsky. Orang Rusia. Dia adalah murid kelas 3 SMP Bungou Stray Academy.
Rasanya canggung saat Erena pertama kali berkenalan dengan pemuda itu.
Sekarang Erena berpikir, kapan ya pemuda bernama Fyodor itu pindah ke sebelah rumahnya?
"Hoi, jangan melamun dong!" seru Gakushuu yang kini menempelkan sekotak susu coklat yang masih dingin di pipi Erena.
"Ya maaf, kemarin aku tidur terlalu malam." sahut Erena kesal, kini dia sudah meminum susu pemberian Gakushuu.
~~~
Entah mengapa Erena memiliki keinginan untuk menunjungi perpustakaan hari ini. Disana dia bertemu dengan Sundest, teman sekelas Starlight.
"Asaka-san, bisakah kau membantuku?" tanya Sundest saat Erena berjalan di dekatnya.
"Iya, ada apa?" sahut Erena.
Ternyata Sundest kesulitan saat memahami materi baru dalam pelajaran geografi. Dengan senang hati Erena membantunya belajar.
"Terimakasih, Asaka-san. Aku tertolong." kata Sundest setelah berhasil menguasai materi itu.
"Sama-sama." sahut Erena, lalu meninggalkan perpustakaan untuk kembali ke kelas.
•••
Erena masih memikirkan berbagai cara untuk mendapatkan teman baru. Haruskah dia menjadikan Fyodor Dostoyevsky sebagai temannya juga?
"Erena-chan!"
Saat sedang melamun, tiba-tiba Starlight datang dan mengagetkannya.
"Kamu suka baca buku kan?" tanya Starlight yang dibalas dengan anggukan dari Erena.
"Sundest mau cari buku nanti, kamu temani dia ya!" kata Starlight, membuat Erena terkejut.
Tapi dia tak mempermasalahkannya, toh dia sedang ingin mencari buku novel terbaru.
•••
Setelah pulang sekolah, Erena bertemu dengan Sundest di toko buku. Erena sendiri tidak menyangka jika Sundest juga senang membaca buku.
"Kamu suka baca buku sejarah? Aku tak menyangka." ujar Erena kaget saat melihat Sundest mengambil buku tentang Revolusi Perancis.
"Kamu sendiri membaca buku tentang peradaban dunia." sahut Sundest saat melihat buku yang diambil Erena.
Hari itu mereka banyak membicarakan tentang berbagai buku yang bagus. Sundest juga senang karena akhirnya dia dapat menemukan buku yang dia inginkan.
"Terimakasih, Erena. Akhirnya aku dapat menemukan buku yang aku inginkan." kata Sundest sebelum mereka pulang. Erena agak kaget waktu itu karena Sundest tidak memanggilnya dengan nama belakangnya.
Hari itu Erena merasa senang, karena dirinya sudah mendapatkan teman baru lagi.
~~~
Saat sudah sampai di rumah, Erena menghabiskan waktunya untuk membaca buku yang baru dia beli. Dari jendela kamarnya yang berada di dekat rak kecil, Erena dapat melihat Fyodor yang tengah membaca buku juga.
Fyodor yang secara kebetulan juga melihat ke arah jendela jadi bertatapan langsung dengan Erena, membuat wajah gadis itu berubah merah.
Yang membuat Erena terkejut adalah saat Fyodor memintanya membuka jendela dengan menggunakan bahasa isyarat.
"Kau baru pindah kesini?" tanya Erena canggung.
"Begitulah." sahut Fyodor. Wajahnya masih tampak tenang.
Erena berada dalam keadaan yang sangat sulit sekarang. Apa yang harus mereka bicarakan?
"Kau belum memberitahu namamu loh." ujar Fyodor pada Erena.
Gadis itu ingat. Tadi pagi dia belum sempat memberitahu namanya karena terburu-buru berangkat sekolah.
"Namaku Asaka Erena." gadis berambut hitam itu memperkenalkan dirinya.
Mereka berdua banyak membicarakan tentang hal-hal yang mungkin sudah dianggap biasa seperti asal sekolah, mata pelajaran kesukaan, dan hobi. Erena juga menceritakan tentang Gakushuu, Isogai, Maehara, adik-adik kelasnya di SMP Sumiya, teman-teman barunya di kelas B, dan Heine.
Erena dibuat kagum oleh Fyodor yang mengatakan bahwa salah satu hobinya adalah bermain cello. Dan ternyata mereka memiliki hobi yang sama, yaitu membaca buku.
"Bagaimana kalau besok kita berangkat sekolah sama-sama?" ajak Fyodor. Erena mengiyakan ajakannya.
"Ngomong-ngomong ini sudah malam. Sebaiknya kita segera tidur." kata Fyodor lagi.
"Selamat malam, Fyodor." ujar Erena sebelum menutup jendelanya. Fyodor agak kaget karena ternyata Erena juga bisa berbahasa Rusia.
'Dia cantik.' batin Fyodor sesaat setelah dia menutup jendelanya.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Musician [TAMAT]
FanfictionMasa lalunya yang kurang menyenangkan membuat Horibe Itona selalu ingin melupakannya. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya agar ia dapat melupakan memori masa lalunya. Semuanya berubah ketika dia bertemu Asaka Erena, gadis yang populer di sekolah...
![Musician [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/183555947-64-k476634.jpg)