Ada yang mau ngusulin cast Adira? Bingung nyarinya haha. Btw nulis cerita ini, aku jadi kayak balik ke masa remaja ya, hahaaha, tokoh2nya rata2 usia 18-19. Jadi banyak scene ala remaja di sini, yang masih labil, seru, kocak, baper juga ehhehe. Tapi aku seneng aja nulis fiksi remaja, lebih ringan dan minim adegan romantis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Axel
Happy reading....
Aku memikirkan apa maksud Axel mengirimkan pesan whatsapp dan mengklarifikasi bahwa dia tak memiliki hubungan apapun dengan Cherise? Apa itu penting untukku? Cowok satu itu memang penuh kejutan. Aku terkadang tak mengerti akan sikapnya. Kadang manis, kadang nyebelin, kadang malu-maluin, dan sering pula meledek sampai aku kesal.
Selain kuliah jam sepuluh, aku ada kuliah jam satu siang. Aku, Luna, dan Syifa sholat Dhuhur di Masjid kampus, setelah itu kami ke kantin. Luna dan Syifa membeli nasi rames, sedang aku memakan bekal yang disiapkan bunda untukku. Hingga sebesar ini, bunda masih sering membawakan bekal. Kadang ayah yang menyiapkan. Tak hanya untukku, Adika juga sering disiapkan bekal. Namun dia kerap menolak. Mungkin karena dia anak laki-laki jadi risih dibawakan bekal.
Seusai makan siang, kami berjalan menuju kelas, mengikuti kuliah selanjutnya. Axel tidak mengikuti kuliah dan ini bukan hal aneh. Dia memang sering membolos dan titip absen. Namun dia juga melihat-lihat tipikal dosennya. Kalau dosennya saklek dan disiplin, dia nggak akan berani titip absen.