15. Langkah Awal

51K 5.6K 663
                                        

Cuap-cuap sejenak...
Btw karena cerita ini pakai sudut pandang orang pertama, segala perjuangan Axel aku ceritain dari sudut pandang Adira.

Pembaca kemarin kesel sama Sakha yg main php. Sebenarnya ini inspirasi dari real, kisah teman2 yang di-php sama cowok yang sebenarnya punya banyak kelebihan. Karir oke, pendidikan oke, ganteng, baik, tapi kok main php? Nggak semua cowok dengan sederet kualitas itu main php, banyak juga yang serius. Cuma dari yg aku amati emang ada yg karakternya begitu. Atau mungkin karena merasa dirinya berkualitas, jadi dia milih calon juga yg selektif banget, tanpa sadar menerapkan standar yg tinggi untuk calon pasangannya. Jika ketemu calon yg menurut dia lebih memenuhi kriteria, dia tinggalin cewek yg udah dikasih php.

Kadang cowok-cowok yang sederhana, belum mapan, malah beberapa langkah ke depan. Nggak semuanya sih yg kayak gini. Cuma aku berkaca dari pengalaman waktu suami dulu ngajak nikah, dia itu sosok yang apa adanya, sederhana, belum mapan, punya pekerjaan tapi penghasilannya nggak wah, tapi dia berani ngajak nikah meski belum lama kenal. Padahal waktu itu pernah ada dua cewek yang suka sama suami, cantik2, anggun, tapi suami nggak nanggepin malah kekeh ngejar cewek yang tomboy, nggak cantik, dan waktu itu aku masih jutek sama suami. Jadi mikir apa laki-laki sederhana cenderung berpikir sederhana juga soal jodoh. Ketika dia menyukai seseorang, dia nggak kepikiran untuk menyeleksi yg lain, mencari-cari yang terbaik, bagi dia satu cewek yg udah membuatnya yakin ya itulah yang dikejar, nggak peduli dengan segala kekurangan cewek itu, yang ia inginkan, ia ingin menikah dengan cewek itu. Atau mungkin karena dia juga merasa dirinya masih punya banyak kekurangan jadi mikirnya gak mau menerapkan standar yang muluk-muluk, yang penting ayo sama-sama kita belajar.

Scene Axel yang bilang ingin menikah karena selain dapat istri juga dapat keluarga itu inspirasinya dari pikiran suami waktu dulu serius ingin menikah. Suami itu anak broken home. Ayah ibunya cerai waktu dia kecil dan ayahnya tinggal di tempat yang jauh. Setelah cerai ayahnya lepas tanggung jawab, nggak mau jenguk, nggak mau menafkahi. Saudaranya banyak dan ekonomi keluarga morat-marit sampai suami sekolah pun sambil kerja karena nggak ada biaya. Pengalaman pahit orang tuanya gak bikin dia trauma memandang pernikahan, tapi justru ingin cepat menikah karena merindukan kehangatan keluarga, dan dia mendapat kehangatan keluarga di keluargaku, di mana bapak ibu harmonis dengan anak-anaknya. Belum lama ibunya meninggal, dia melamar saya. Ayahnya nggak mau tahu dia mau nikah, udah nggak mau ngurus, jadi suami bener2 ngumpulin modal sendiri. Mau ngandalin siapa lagi karena saudara2nya juga ekonominya belum mapan. Dan setelah menikah, dia merasa punya keluarga utuh. Bapak ibuku otomatis jadi orang tuanya juga. Kata dia, rasanya hangat dan damai banget kalau lagi kumpul bareng keluargaku. Ini juga yang dirasakan Axel yang merindukan kehangatan keluarga. Di part ini akan diceritakan lebih jelas.

Maaf cuap2nya kepanjangan hahahah. Abaikan saja jika sekiranya tidak bermanfaat.

Happy reading....

Waktu berjalan begitu cepat. Semester pertama berakhir. Nilai ujian alhamdulillah memuaskan. Rasanya bersyukur ketika membaca tulisan Indeks Prestasi Semester 3,87. Aku juga bersyukur Axel berhasil meraih IP 3,25. Syarat mendapatkan beasiswa dari salah satu perusahaan air mineral yang memiliki program beasiswa untuk 50 mahasiswa dari semua fakultas adalah lulus test dan IP semester kemarin minimal 3,00. Alhamdulillah Axel berhasil lulus test dan mendapat IP yang memenuhi persyaratan.

Cherise bercerita bahwa Axel berusaha keras untuk belajar agar lolos seleksi beasiswa. Allah memberi kemudahan. Dia juga semakin rajin mendalami agama Islam. Salah satu moment bersejarah yang tak akan terlupakan adalah saat Axel mendeklarasikan dua kalimat syahadat di depan jamaah Masjid dekat kampus. Aku turut menjadi saksi bagaimana dengan lantang Axel berikrar bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Shalallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah. Speechless... Seketika air mataku berderai. Teman-teman yang lain ikut menitikkan air mata.

Adira-Axel (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang