Maaf baru update lagi. Terima kasih untuk semua pembaca yang udah mengusulkan nama. Aku pakai nama hasil searching sendiri digabung dengan nama yang diusulkan pembaca. Untuk nama yang diusulkan pembaca aku pakai nama Ghaida dan Ghaizan. Sedang nama hasil searching sendiri, akan ada di cerita ini, baca aja hehe…
Sudah tiga minggu ini Adira dan Axel menjalankan peran baru sebagai orang tua. Pada hari ketujuh setelah si kembar lahir, mereka mengadakan aqiqah dengan uang tabungan Axel dibantu oleh Bayu dan Firda. Axel menolak jika Bayu dan Firda membantu seluruhnya. Biaya persalinan Adira menggunakan uang yang pernah diberikan papa Axel, karena itu tabungan Axel untuk biaya persalinan dialihkan untuk biaya aqiqah. Bayu dan Firda bangga pada anak dan menantunya. Mereka masih muda dan sudah mampu menabung serta hidup mandiri itu hal yang luar biasa. Kalaupun Bayu dan Firda terkadang membantu, itu karena inisiatif Bayu dan Firda sendiri yang ingin berbagi rezeki untuk anak menantu serta cucu-cucunya. Axel dan Adira pun tak bisa menolak karena Bayu dan Firda kerap mendesak mereka untuk menerima dengan alasan, itu adalah hadiah untuk cucu kembar yang menggemaskan. Begitulah orang tua, sampai kapan pun selalu ada perhatian dan selalu ingin memberi kendati anak sudah berkeluarga. Terlebih usaha catering Bayu dan Firda semakin maju dan usaha nasi goreng tendanya juga sudah berkembang menjadi warung makan lesehan. Mereka sudah memiliki beberapa karyawan.
Axel dan Adira memberi nama bayi pertama mereka dengan nama Alfarezel Ghaizan. Alfarezel berarti kebaikan yang sempurna sedangkan Ghaizan artinya yang utama. Adik kembarnya diberi nama Almahyra Ghaida. Almahyra berarti cerdas, baik, dan beruntung, sedangkan Ghaida artinya lembut dan anggun. Nama si kembar sudah mereka persiapkan jauh sebelum keduanya lahir.
Beruntung Adira melahirkan setelah ujian, sehingga di liburan semester ini, dia tak harus cuti. Ia berharap setelah libur usai, kondisinya sudah fit kembali dan bisa masuk kuliah. Sejak ASI-nya keluar dengan lancar, Adira rajin memompa ASI untuk stok ASIP saat nanti si kembar ditinggal kuliah. Adira bertekad memberikan ASI eksklusif untuk si kembar. Dari hari pertama melahirkan, ia berusaha menyusui bayi kembarnya agar keduanya meneguk cairan emas kolostrum yang dihasilkan di tiga hari pertama pasca persalinan. Kolostrum ini berwarna agak kekuningan dan agak kental. Manfaatnya begitu luar biasa untuk bayi, selain sebagai zat antibodi dan anti infeksi yang dibutuhkan bayi baru lahir, kolostrum juga bisa mencegah penyakit kuning (jaundice), bahkan juga meningkatkan kecerdasan bayi. Kolostrum ini diproduksi dalam jumlah sedikit, menyesuaikan kebutuhan bayi. Usia satu hari, ukuran lambung bayi hanya sebesar kelereng dan hanya mampu menampung 5-7 ml, sedang di hari ketiga hanya mampu menampung 25-30 ml. Jadi untuk ibu yang baru melahirkan tak perlu khawatir jika tiga hari pertama aliran ASI belum lancar karena kapasitas lambung bayi masih sangat terbatas.
Benar-benar perjuangan yang luar biasa untuk Adira. Ternyata menjelang ASI keluar dengan lancar pun ada rasa tak nyaman di sekitar dada, hingga terasa membengkak dan berat. Untuk bangun dari posisi tidur harus dibantu Axel. Bahkan ia sempat meriang dan membuat Firda menginap di kontrakannya selama beberapa hari sampai Adira benar-benar fit. Belum lagi rasa ngilu dan sedikit perih di jalan lahir membuat Adira tak bebas bergerak. Baru di minggu ketiga ini, ia merasa agak nyaman dan perlahan beradaptasi dengan fase pemulihan. Masya Allah, melahirkan itu bukan akhir dari perjuangan. Setelah melahirkan, Adira harus berjuang lagi untuk menyusui dan melalui fase pemulihan.
Bayu berinisiatif membelikan kulkas berukuran besar dengan kapasitas freezer yang cukup besar agar bisa menyimpan ASIP lebih banyak selain juga digunakan untuk menyimpan bahan makanan di kulkas bawah. Bayu dan Firda begitu antusias menyambut kelahiran cucu kembarnya. Apapun akan mereka usahakan demi kebaikan cucu-cucunya.
******
Pagi ini Axel memasak sayur bening katuk untuk Adira. Ia turuti nasihat ibu mertuanya yang mengatakan bahwa katuk baik untuk memperlancar ASI. Selama Adira belum pulih betul, Axel tak tega melihat istrinya kembali aktif mengurus pekerjaan rumah. Ia ikhlas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bahkan ia pun tak segan ikut bangun malam saat si kembar terbangun dan menangis karena ingin menyusui atau ngompol. Axel juga tak keberatan mencuci popok bayi bekas ompol atau pup si kembar termasuk juga memandikan si kembar. Adira terkadang belum berani memandikan bayi kembarnya dengan kondisi tangannya yang tak berjari. Ia belum terbiasa dan butuh waktu untuk beradaptasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adira-Axel (Completed)
BeletrieRank #1 muslimah-26/11/2019 Rank #1 religi-16/04/2019 Rank #1 kehidupan-14/07/2019 Rank #2 lifestory-29/06/2019 Rank #2 kehidupan-07/07/2019 Rank #2 hijab-02/01/2020 "Kerudungnya lebar amat, apa nggak gerah? Pakaianmu itu kuno, kayak emak-emak. Sese...
