Bukan update : Tentang Axel dan Cuap-cuap Author

33.8K 2.1K 159
                                        

Bukan update : Tentang Axel dan Cuap-cuap Author

Mohon maaf sebelum aku lanjut ngetik kelanjutan cerita ini karena vote udah nyampe seribuan, aku mau cerita tentang Axel. Kayaknya masih banyak pembaca yang salah mengartikan Axel sebagai orang yang nggak percaya Tuhan alias atheis.

Axel ini percaya Tuhan itu ada, hanya dia nggak mau menjalankan ritual agama manapun. Dia nggak mau memeluk satupun agama. Alasannya sederhana, dia menganggap agama itu nggak penting dan dia tipikal yang nggak mau diatur. Menurutnya agama hanya serangkaian doktrin yang mengekang manusia. Baginya dia ingin bebas melakukan apa saja, yang penting nggak merugikan orang lain.

Tidak ada latar belakang dia meragukan ajaran agamanya sebelum dia menjadi agnostik. Murni karena pemikiran yang simple bahwa menurutnya agama nggak penting. Agama hanya doktrin dan aturan. Aku juga nggak ingin menyinggung salah satu agama, makanya aku gambarkan Axel sebagai agnostik. Di mana saat dia tertarik mempelajari Islam bukan karena dia ragu sama ajaran agama lamanya. Terlalu berat buat saya kalau membawa-bawa agama dan membahas ajaran agama lain. Axel tertarik mempelajari Islam murni karena dia penasaran akan aturan-aturan dalam agama Islam yang menurut dia ribet dan kadang dia nggak bisa menerima dengan logika. Jadi aku akan lebih concern sama ajaran agama Islam, hanya akan membahas ajaran agama Islam.

Terima kasih banyak untuk pembaca non muslim yang terbuka untuk membaca dan menikmati cerita ini. Kita kedepankan saling menghargai dan tetap bersahabat baik. Mudah-mudahan bisa mengambil manfaat dari cerita ini.

 Mudah-mudahan bisa mengambil manfaat dari cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Oya cerita tentang mualaf itu memang banyak sekali. Proses perjalanan mereka menemukan Islam itu beragam, berbeda-beda,  atau ada juga yang satu pemikiran. Ada yang bilang, cerita Axel kayak cerita mualafnya ustadz Felix. Jelas beda banget ya. Beliau sempat tidak percaya Tuhan dan ragu dengan isi kitab suci agama lamanya, sedang Axel tidak pernah menjadi atheis dan tidak ragu pada kitab suci atau ajaran agama lamanya. Alasannya menjadi agnostik sudah aku jelaskan ya, berdasar pemikiran yang sederhana.

Dan di cerita ini lebih concern pada kehidupan Adira. Segala hal di sekitarnya termasuk kehidupan Axel diceritakan dari sudut pandang Adira karena author menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi kelemahannya itu tidak bisa menceritakan detail seperti cerita yang menggunakan sudut pandang orang ketiga di mana author serba tahu. Kalaupun ada penjelasan yang detail, itu bertahap. Lebih terbatas kalau menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi sekaligus membuat penasaran.

Oya ini cerita fiksi ya bukan true story. Banyak pembaca yang suka mengira cerita-cerita yang saya tulis itu adalah cerita saya pribadi. Semua cerita yang saya tulis itu fiksi ya, hanya wajar adanya jika ada part-part yang inspirasinya dari real.

Ini contoh pembaca yang follow ig saya, mengira Dear Pak Dosen itu cerita real authornya. Banyak yang sering nanya gini.

Memang sosok Nara yang suka masak, bikin prakarya bareng Sakha, itu kayak saya di real

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memang sosok Nara yang suka masak, bikin prakarya bareng Sakha, itu kayak saya di real. Sosok Sakha yang suka nanya-nanya ini itu juga inspirasinya dari anak sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Sakha juga inspirasinya dari pertanyaan anak. Sikap Argan yang romantis dan manis juga inspirasinya dari suami sendiri. Mungkin karena ini dikira cerita real hehe.

Yang bikin agak gimana itu kalau cerita MBMS yang ada konten MBA (Married by Accident) dibilang cerita pribadi author. Nah ini baru sensi. Author nikah bukan karena MBA.  Bisa dihitung kok nikah kapan, anak pertama lahir kapan wkwkwk.

Sekian dulu cuap-cuapnya. Mudah-mudahan dua kubu baik team Axel-Adira maupun Sakha-Adira bisa akur dan tidak membuat keributan dengan saling serang hehehe... Kayak apaan aja.

Makasih banyak untuk yang terus support dan mengikuti cerita ini... Cuzzz mau ngetik dulu...

Adira-Axel (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang