"Wa'alaikumussalam." Axel melangkah keluar untuk membuka pintu. Surprise untuknya saat melihat Sakha dan Alea berdiri mematung di depan pintu.
"Eh Pak Sakha, Mbak Alea, silakan masuk." Axel tersenyum ramah dan menyambut kedatangan mereka hangat.
Axel mempersilakan Sakha dan Alea untuk duduk lalu memanggil Adira. Karena si kembar belum tidur, Adira menggendong Alma dan keluar kamar, sedang Axel menggendong Alfa. Perhatian Sakha dan Alea tersita mengamati lucunya bayi kembar Axel dan Adira.
"Ponakan Tante lucu banget, ya. Ini Tante bawakan sesuatu untuk baby Alma dan baby Alfa." Alea menyodorkan dua kantong besar berisi masing-masing satu kotak yang terbungkus rapi dengan kertas kado.
"Makasih Tante... Tante Alea repot-repot segala nih bawa oleh-oleh untuk Alma dan Alfa," ujar Adira dengan senyum merekah.
"Nggak repot, kok. Mudah-mudahan bermanfaat untuk Alma dan Alfa."
Selanjutnya Sakha dan Alea meminta izin menggendong Alma dan Alfa. Adira sempat khawatir melihat kandungan Alea yang semakin membesar.
"Tante jangan nggendong yang berat-berat, perutnya udah gedhe," ucap Adira.
"Nggak apa-apa, kan aku nggendongnya sambil duduk." Alea tersenyum cerah. Setiap melihat bayi lucu, ia semakin tak sabar untuk bertemu calon bayinya.
"Baby kembar ini masya Allah lucu banget. Montok pula. Nggemesin banget." Sakha menimang Alfa yang terlihat anteng.
"Anak kita nanti juga bakal lucu kayak gini, ya?" Alea melirik Sakha dan tersenyum padanya.
"Insya Allah, aamiin," balas Sakha dengan senyum yang juga merekah.
"Oya kandunganmu udah berapa bulan Alea?" tanya Adira sembari memperhatikan perut Alea yang telah membesar.
"Alhamdulillah jalan lima bulan."
"Ngidam apa waktu trimester awal dulu?" tanya Adira lagi.
Alea beradu pandang dengan Sakha. Tawapun pecah.
"Ngidamnya minta buah Carica yang asli metik di Dieng. Aku sampai nyari ke sana. Padahal di Dieng lagi dingin-dinginnya." Sakha tertawa kecil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Buah carica, masih satu famili sama pepaya, tapi genus & spesies beda)
"Alhamdulillah ada petani baik hati yang mengizinkan saya untuk metik langsung di pohonnya," lanjut Sakha.
Axel tertawa pendek, "Alhamdulillah, ya, Pak. Kalau mitos mah bilangnya, istri ngidam harus dituruti, kalau nggak baby-nya ngiler. Dan untungnya nggak susah-susah amat nyarinya ya, Pak. Karena di Dieng banyak pohon Carica."
"Iya, Xel. Kalau denger cerita-cerita para suami yang istrinya ngidam ini itu, suka kasian, karena ada yang susah banget nyarinya," timpal Sakha.
"Sebenarnya ngidam itu kenapa, ya? Kenapa ibu hamil sering ngidam gitu?" tanya Alea masih sambil memangku Alma.