Dini hari ini aku dan Axel sibuk memasak di dapur. Banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan bersama untuk semakin menghangatkan hubungan, termasuk memasak bersama. Hari ini akan menjadi puasa pertama untuk Axel. Tak terasa Ramadhan telah tiba, kami menyambut Ramadhan dengan suka cita. Axel begitu bersemangat dan sebelumnya sudah membaca banyak artikel tentang puasa juga bertanya padaku atau ustadz.
Axel berdiri di sebelahku, sedang aku tengah mengaduk-aduk nasi.
“Kecapnya kurang nggak, ya?” tanyaku sembari menoleh Axel.
“Udah cukup kayaknya,” timpal Axel.
Kumatikan api lalu menuang nasi goreng ke dua piring. Nasi goreng tersebut dicampur telur yang diorak-arik dan potongan sosis. Saat menata nasi di piring, aku menambahkan potongan timun, tomat, dan selada. Satu toples kerupuk juga sudah disiapkan.
“Alhamdulillah udah jadi, yuk kita makan,” ucapku ceria.
“Ayo,” balas Axel bersemangat.
Kami makan lesehan dengan menggelar karpet. Meski sahur dengan menu yang sederhana, tapi rasa syukur dan bahagia karena menyambut Ramadhan sebagai suami istri itu tak berkurang sedikit pun.
Seusai makan kami berbincang sembari menunggu adzan Subuh. Axel membaca-baca buku tentang puasa.
“Mah, puasa itu manfaatnya banyak ya buat kesehatan. Bisa untuk detoksifikasi. Dari artikel ini disampaikan bahwa makanan olahan yang kita konsumsi mengandung zat tambahan yang bisa jadi racun kalau nggak sering dikeluarkan. Racun ini disaring hati, tapi hati saja nggak cukup untuk benar-benar membersihkan racun. Makanya kita diperintah puasa wajib sebulan penuh, sekali dalam setahun sama Allah, itu hikmahnya untuk membersihkan racun di tubuh kita. Racun sebagian besar disimpan di lemak. Pas kita puasa, lemak itu dibakar. Bisa untuk menurunkan berat badan juga, ya, Mah.” Axel membaca apa yang tertulis di buku.
“Iya, selain itu organ pencernaan juga kerjanya jadi nggak terlalu berat. Sebelumnya kan kita makan setiap hari dari pagi, siang, malam, belum lagi ngemil di luar jam makan, nah di bulan puasa ini, waktu makan kita digeser, jadi dua kali, sahur dan buka puasa. Siangnya organ pencernaan bisa istirahat.” Aku mencoba menanggapi.
“Tapi fungsi fisiologis itu tetap berjalan normal, kan? Termasuk produksi sekresi. Apa nggak kekurangan cairan, ya, Mah?” Axel mengelus dagunya.
Aku tersenyum, “Nggak akan kekurangan cairan, Pah, karena kan berlangsung pada tingkat yang lebih rendah jadi cairan akan terjaga keseimbangannya. Allah itu tahu kok apa yang terbaik untuk kita. Tidak ada aturan agama yang tujuannya untuk mencelakakan manusia.”
Axel mengernyitkan dahi. Sepertinya ada banyak pertanyaan yang masih bercokol di kepala.
“Terus kalau semisal ada yang sakit dan harus minum obat dan obat ini nggak bisa dilewatkan, jadi aturan dari dokter harus diberikan di jam-jam puasa itu gimana, Mah?”
“Kalau kondisinya seperti itu, maka ada keringanan yang diberikan. Dia boleh tidak berpuasa dan mengganti puasanya di waktu lain, setelah sembuh dari sakitnya. Dan kadang memang ada keadaan sakit, di mana keadaannya semakin lemah jika dibawa berpuasa, karena selain harus minum obat juga tubuh butuh asupan yang cukup. Kita juga nggak boleh menzalimi diri sendiri."
Melihat Axel begitu antusias bertanya soal ini, rasanya aku ingin berbagi sedikit dari yang aku tahu.
“Ada orang-orang yang diberikan keringanan untuk nggak puasa. Pertama orang yang sakit. Kalau cuma sakit ringan, misal pilek, ya nggak apa-apa berpuasa. Tapi kalau dengan berpuasa dikhawatirkan bertambah parah atau lama sembuh jika berpuasa, dia diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Nanti dia mengqodho atau mengganti puasanya di hari lain. Semisal ada sakit yang tak kunjung sembuh, dia boleh tidak berpuasa dan cara membayar puasanya dengan membayar fidyah. Fidyah itu memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan. Begitu juga dengan orang tua yang lemah, yang sudah lanjut, dan kondisinya sangat lemah, tidak memungkinkan untuk berpuasa, maka dia boleh tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Adira-Axel (Completed)
Ficção GeralRank #1 muslimah-26/11/2019 Rank #1 religi-16/04/2019 Rank #1 kehidupan-14/07/2019 Rank #2 lifestory-29/06/2019 Rank #2 kehidupan-07/07/2019 Rank #2 hijab-02/01/2020 "Kerudungnya lebar amat, apa nggak gerah? Pakaianmu itu kuno, kayak emak-emak. Sese...
