Maaf baru update lagi. Sebenarnya dari kemarin udah nyoba ngetik. Nah kemarin ada pengumuman nilai ujian udah keluar. Aku gak konsen nulis karena deg-degan nunggu hasilnya keluar. Alhamdulillah lega banget, nilainya memuaskan. Makasih banyak buat pembaca yg dulu ikut doain. Mood-ku jadi naik, jadi akan berusaha ngetik kelanjutan cerita2 yang sedang on going.
Menjelang HPL, Adira deg-degan dan cemas, takut proses melahirkan nanti tak bisa berjalan lancar. Ia harap bisa melahirkan normal meski banyak kasus melahirkan kembar yang berakhir di meja operasi. Dokter menasihatinya untuk berpikir positif. Salah satu kejadian menakjubkan yang memotivasinya untuk melahirkan normal adalah saat ia membaca berita seorang ibu di Cilacap telah melahirkan bayi kembar tiga dengan proses normal.
(Link berita : https://m.liputan6.com/regional/read/3970171/perjuangan-ibu-di-cilacap-lahirkan-bayi-kembar-3-lewat-persalinan-normal?utm_expid=.t4QZMPzJSFeAiwlBIOcwCw.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F)
Tidak ada hal yang mustahil jika memang Allah berkehendak. Kata dokter, Adira begitu beruntung karena kedua bayi kembarnya dalam posisi vertex (kepala bayi berada di bawah, di muka jalan lahir). Melahirkan bayi kembar secara normal itu sangat mungkin terjadi jika posisi kedua bayi vertex, atau bayi pertama berposisi vertex, meski bayi lainnya sungsang. Selain itu kondisi tubuhnya juga normal baik tensi darah, urine, posisi plasenta, dan lain-lain. Tidak ada masalah. Kesehatan Adira benar-benar dipantau karena persiapan melahirkan bayi kembar itu jelas lebih rumit dibanding pada kehamilan single.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Posisi bayi keduanya vertex, gambar dari google)
Axel sering menasihatinya untuk berpikir positif dan jangan terpancing untuk memikirkan hal-hal negatif. Berpikir negatif hanya akan membuat takut dan pesimis. Adira kerap berzikir untuk melenyapkan rasa takut atau cemas yang kadang-kadang datang.
Ada satu kebiasaan yang dapat menambah semangat dan keoptimisan Adira. Setiap kali melihat baju bayi yang sudah dicicil dibeli, ia merasa jauh lebih baik. Begitu juga kala melihat pompa ASI dan botol-botol ASI untuk persiapan menyimpan ASIP (ASI Perah) saat nanti harus meninggalkan si kembar kuliah juga memberikan semangat tersendiri untuknya. Dia harus berjuang, apapun caranya. Dia ingin bertemu dengan si kembar dalam kondisi sehat dan selamat baik ibu maupun bayi-bayinya. Bahkan sudah terbayang akan kesibukannya nanti mengurus bayi dan membagi waktu antara kuliah dan mengurus bayinya.
Hari ini, Axel mengikuti ujian salah satu mata kuliah, sedang Adira tidak mengambil mata kuliah tersebut. Axel meminta Adira menghubungi Bunda agar menemaninya selama Axel ke kampus. Rasanya tak tega meninggalkan Adira sendirian sementara kehamilan Adira sudah mendekati HPL. Adira menuruti saran Axel. Ia menelepon sang bunda dan memintanya untuk menemaninya.
Firda datang tepat di saat Adira merasakan sesuatu yang tak nyaman. Ada rasa tak nyaman di bagian pinggang. Punggung pun serasa nyeri. Ia juga bolak-balik ke kamar mandi karena frekuensi buang air kecil semakin sering. Puncaknya saat Adira mendapati cairan lendir berwarna coklat agak kemerahan di celananya. Adira kaget. Di saat yang sama ada rasa sakit di perutnya.