8.Miss (Special Part)

207 22 0
                                        

Hyora POV

Hari-hari belakangan ini memang benar-benar terasa berbeda, tentu saja bagaimana tidak, jika Jimin tidak ada disisiku rasanya semua terasa hampa.

Jimin untuk hari-hari ini harus tinggal diasrama bersama pemain bola yang lain, tujuannya tidak lain agar Jimin fokus terhadap turnamen yang akan ia hadapi nanti.

-
-
-
-

Seperti kemarin, hari ini aku terbangun tanpa Jimin. Aku benar-benar merindukannya, merindukan senyuman, tawa, dan kehangatannya. Tapi sudahlah ini demi kebaikannya.

Aku beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi, tak lama akupun bersiap-siap, aku melajukan mobilku ditengah-tengah jalanan seoul yang lumayan sepi ini.

Ini sudah hampir siang tapi aku belum mengisi perut kosongku ini sama sekali, lagi pula untuk apa makan tanpa Jimin, bagaikan masakan tanpa garam.

Otakku benar-benar tak bisa terlepas dari wajah manis, bibir sexi, dan mata sipitnya. Dia benar-benar menghantuiku.

Tring... Tring...

Suara telepon itu membuyarkan lamunanku dan aku langsung melihat siapa yang menelepon.

Namjoon Oppa is calling...

Namjoon oppa? Aku mengerutkan dahiku, tak biasanya Namjoon oppa meneleponku. Aku langsung menempelkan benda itu ketelingaku.

"Halo Oppa ada apa?"

"Hei dimana kau?
Jimin benar-benar tak bisa
Fokus tanpamu!"

"Oh ya ampun!
Aku segera kesana oppa!"

Tut. Tut.

Akupun mematikan sambungan teleponnya. Aku bener-benar bodoh. kenapa aku bisa lupa? Padahal hanya ada Jimin dipikirkanku dari tadi, tapi kenapa aku lupa.

Aku pun langsung berlari keruangan Yoongi oppa. Tanpa mengetuk aku membuka pintu ruangan itu.

"Oppa?" panggilku dengan nafas yang masih terengah-engah.

"Hyora? Ada apa?" tanyanya kebingungan.

"Jimin oppa." nafasku benar-benar sangat sulit diatur.

"Kenapa dengannya?" sekarang ia pun ikut panik.

"Aku harus izin pergi hari ini, aku lupa bahwa Jimin oppa hari ini ada turnamen." jelasku.

"Oh benarkah? Baiklah akan aku antar!" ia pun mulai mencari kunci mobilnya.

"Tidak perlu oppa, aku bisa pergi sendiri." tolakku.

"Tidak ada penolakan, aku juga mau menjadi supporternya." lalu ia menarik tanganku keluar dari ruangan.

Kami pun keluar dari gedung dan ternyata diluar sana benar-benar macet. Hari yang menyebalkan.

"Heuh, macet." gerutu Yoongi oppa.

"Daniel? Kesini! Ini bawa mobilku aku pinjam motormu ya aku buru-buru." Yoongi Oppa menyerahkan kunci mobilnya pada seseorang yang tidak aku kenali itu.

"Ayo naik!" ajaknya padaku.

"Tidak apa-apa oppa?" tanyaku ragu.

"Semua akan baik-baik saja cepet naik!" ia berusaha memastikanku.

"Baiklah." akupun menaiki motor itu.

"Sudah?" tanyanya, dan aku mengangguk.

Motor pun melaju diatas kecepatan rata-rata menurutku. Sepertinya Yoongi oppa benar-benar serius.

"Oppa!" aku berteriak, dan berhasil membuat motor terhenti secara tiba-tiba, dan tanpa sadar bibirku mendarat tepat dijas hitam miliknya.

"Ada apa?" tanyanya menoleh padaku.

"Lihatlah kau hampir menabrak anjing kecil tak bersalah itu!" aku menunjuk anjing kecil yang berlari dari hadapan kami.

"Maaf, aku akan lebih hati-hati." ucapnya dan aku hanya mengangguk.

-
-
-
-

Kami pun sudah sampai disana aku bisa melihat Nami Eonni yang sedang menungguku sepertinya.

"Eonni?" sapaku padanya.

"Hai, Hyora lama sekali." ucapannya pun terhenti ketika melihat Yoongi oppa berada tepat disampingku.

"Siapa dia?" tanyanya heran.

"Perkenalkan ini Yoongi oppa. anak bangtan itu, kau ingat bukan? Dan Yoongi oppa perkenalkan ini Nami Eonni." jelasku.

"Dia tahu bangtan?" tanyanya.

"Ini sudah terlambat, aku jelaskan nanti saja." ucapku.

"Jiminn..." aku berteriak sekencang-kencangnya, inilah kebiasaanku saat menjadi manusia tribun.

Jimin pun menatapku dan ia tersenyum manis, sangat manis malah. Tapi ia sepertinya tak melihat keberadaan Yoongi disampingku.

"Gollllll." Ucap para penonton termasuk aku.

Iya, Jungkook yang merupakan anak bangatan anggota tim Jimin memasukkan gol kegawang dengan perfect.

Permainan pun berakhir dengan poin 3-2 dengan posisi tim Jimin berada diatas.

"Sayang..." ucapnya berlari padaku dan memelukku.

"Yoongi kau datang?" Jiminpun langsung melepaskan pelukannya dan menuju Yoongi yang baru datang.

Sontak semua anak bangtan termasuk istri plus pacar-pacarnya pun menengok kearah Yoongi.

"Yoongi?" ucap bangtan bersamaan. Yoongi hanya bisa tersenyum melihat mereka semua.

***

Anneyong👋🏻
Makin seru dong!
Lanjut okey?
Jangan lupa vomment ya😍
I love you❤

BTS; YOUR HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang