"Yoongi?" ucap bangtan bersamaan. Yoongi hanya bisa tersenyum melihat mereka semua.
Mereka pun langsung berlari kearah Yoongi dan memeluknya. Aku rasa persahabatan mereka tak akan pernah bisa terlupakan.
Tak sadar akupun hanya tersenyum sendiri seperti orang tidak waras.
"Oh jadi ini bangtan yang hilang." ucap Nami.
"Siapa dia? Dan mengapa dia juga tahu bangtan?" tanya Yoongi menunjuk Nami.
"Dia ini istriku." ucap Hoseok meledek Namjoon oppa.
"Hei! Kau sudah beristri?" tanya Yoongi oppa terkekeh.
"Hei! Bukan dia ini istriku Kim Nami. Dasar kau ini!" sela Namjoon oppa tak terima.
"Yaampun suamiku ini cemburuan sekali, Hoseok oppa hanya bercanda." goda Nami.
"Lagi pula mana berani Hoseok beristri." ucap Namjoon oppa tak kalah.
"Hei, aku ini bukan mental tempe ya! Lihat saja minggu depan, aku akan membawa pacarku kehadapan kalian." ucap Hoseok menantang.
"Woah, aku takut! Membawa pacarnya? Melihat wanita saja kakinya sudah gemetaran." ledek Namjoon oppa.
Kami hanya menggeleng dan tertawa lepas setelahnya.
"Sudah-sudah lebih baik kita mencari tempat lain yang enak untuk mengobrol saja tidak enak disini diperhatikan banyak orang." kini suami Jimin oppa angkat bicara.
"Setuju!!" ucap kami serempak.
-
-
-
-
Kini kami sudah berada didalam kafe. Kafenya lumayan sepi karena jam makan siang baru saja berlalu.
"Yoongi, kau belum mengenal siapa saja yang ada disini kan." ucap Namjoon oppa.
"Hanya beberapa." jawab Yoongi oppa.
"Perkenalkan ini Nami istriku." Nami membungkuk memberikan salam kepada Yoongi oppa.
"Tak kusangka sebagian dari kalian sudah berkeluarga dan aku baru tunangan kemarin." Jawab Yoongi oppa.
"Kau baru tunangan Hyung?" tanya Hoseok Oppa dan disambut anggukan dari Yoongi Oppa.
"Lalu bagaimana kau bisa bersama Hyora?" tanya Nami Eonni. Disambut anggukan dari yang lain.
"Dia CEO ku." jawabku dan mereka semua mengerutkan dahi.
"Iya, dia adalah bos nya Hyora dan akupun tak menyangka bahwa istriku bekerja dengan sahabat kita." jelas Jimin.
"Mungkin ini adalah cara tuhan mempertemukan kita kembali lewat Hyora." Ucap Yoongi oppa sambil tersenyum. Dan senyumanpun terukir dibibir kami semua.
Aku melihat jam berapa ini diponsel ku dan ada pesan masuk.
LINE
Mr. Bryan (2)
Nami eonni (10)
PrkJmn💜 (3)
Akupun mengerutkan dahiku, Mr. Bryan? Ada apa ini? Akupun membuka room chat Mr. Bryan.
Mr. Bryan
Nonna?
Aku harap kau tidak
Terlambat datang bersama
CEOmu.
14.38
Trimaksh.
14.39
Yaampun rapatnya sebentar lagi dimulai, aku sampai lupa hari ini ada rapat. Bagaimana ini.
"Oppa!" sontak yang lain pun menatap kearahku.
"Rapatnya!" ucapku panik.
"Mr. Bryan? Yaampun aku lupa. Belum dimulai kan rapatnya?" Yoongi Oppa kini super panik.
"Yaudah oppa ayo! Yang lain kita duluan yah. Jim aku duluan yah maap ngak bisa nemenin kamu Lama-lama." ucapku kecewa.
"Iya gak papa kok sayang." ia pun mengecup keningku dan memberikan senyuman terbaiknya.
"Jangan gitu didepan kita kampret!" ucap mereka barengan, aku dan Jimin hanya bisa meringis.
"Ya udah ayo duluan yah yang lain." Yoongi Oppa pun melambaikan tangannya pada yang lain.
-
-
-
-
"Untung aja ngak terlambat." ucap Yoongi oppa bernafas lega.
"Iyah oppa." akupun juga bernafas lega.
"Yaudah saya masuk keruangan saya dulu ya oppa." pamitku. Dan ia pun mengangguk.
***
Anneyong👋🏻
Sampe sini dulu yah:)
Kita lanjut part selanjutnya okey
Jangan lupa vomment😗
I love You❤
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS; YOUR HUSBAND
FanfictionIni hanyalah kisah fiksi, jadi tidak perlu dilebih-lebihkan. Tidak ada kerjasama apapun dengan BigHit atau siapapun bahkan cerita ini tidak mencerminkan kehidupan BTS seperti sesungguhnya. Jadi anggap saja ini hanyalah cerita penghibur penggemar yah...
