Raemi POV
Aku kini sudah ada diloby kantor Yoongi oppa. Iya aku benar benar merindukannya.
Akupun melangkahkan kakiku menuju lift dan memasuki ruangannya sambil menenteng makanan yang ada ditangan kananku.
"Oppa!" teriakku saat aku sudah memasuki ruangannya.
"Hei!" ia tersenyum manis padaku.
"Ini aku bawa makanan, oppa pasti sangat lapar kan?" tawarku padanya.
"Kau ini memang yang terbaik, tahu saja kalau aku belum makan." ia mengacungkan jempolnya.
"oppa benar-benar belum makan?" ia pun mengangguk sambil menyuapkan makanan pada mulutnya.
"Aku tadi melihat Jimin turnamen dan mengantarkan Hyora, aku kasian padanya dan tak sengaja kami bertemu anak bangatan jadi tidak sempat makan." jelasnya sambil mengunyah makanan yang ada dimulutnya.
"Telan dulu makanannya! Bangtan itu siapa?" ucapku lembut sambil menyuguhkan air padanya.
"Nama geng ku dulu, aku benar-benar tak menyangka akan bertemu mereka lagi." ucapnya sambil tersenyum.
"oppa pasti sangat lelah kan? sini aku pijiti." akupun beranjak dari tempat dudukku.
Tapi belum sempat aku memempelkan tanganku pada pundaknya, aku melihat sesuatu noda tapi bukan, bukan noda melainkan lipstik perempuan?
Deg!
Hyora?
Apa yang terjadi?
Seketika kakiku menjadi lemas dan air mataku lolos satu persatu dan berlabuh dipipiku begitu saja.
"Ayo cepat! aku rindu pijitanmu ituu." ucapnya sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Aku benar-benar tak bisa menahan diriku. Aku pun langsung mengambil tasku dan langsung berlari meninggalkan ruangannya.
"Hei kau mau kemana?" teriaknya sambil beranjak dari tempatnya dan mengejarku.
Aku benar-benar tak peduli apapun yang ada disekitarku. Walau pegawai-pegawainya membicarakanku dan...
"Eonni, kau mau pulang?" tiba-tiba muncullah seorang bajingan Hyora tepat didepanku.
"Kau menangis eonni?" ia pun menghapus airmataku. Tapi emosiku melebihi belas kasihanku pada wajah polosnya.
Akupun menghempas tangannya hingga iya terhempas entah kemana dan akupun pergi meninggalkannya. Aku tak peduli apa yang pegawai-pegawai itu katakan. Kasar, jahat dan apapun aku tidak peduli.
***
Hyora POV
Aku melihat Raemi eonni berjalan terburu-buru sambil menunduk.
"Eonni, kau mau pulang?" sapaku padanya.Tapi ia tetap saja menunduk.
"Kau menangis eonni?" akupun menunduk melihat dan mengangkat wajahnya sambil mengusap air matanya.
Tiba-tiba ia melepaskan tanganku secara kasar dan akupun terhempas kedinding.
Setelah itu ia pun pergi meninggalkanku begitu saja.
Sebenarnya apa yang terjadi?,-Batinku.
-
-
-
-
Kini aku sudah sampai dirumah. Aku bisa melihat Jimin duduk manis disofa depan tv sana.
Akupun duduk disampingnya.
"Kenapa melamun begitu?" tanya Jimin membuyarkan lamunanku.
"Entahlah, sepertinya Raemi eonni marah padaku." aku menunduk.
"Hei, memangnya kau salah apa?" tanyanya mengangkat wajahku.
Dan akupun mengangkat bahuku.
"Coba kau tanyakan padanya baik-baik." ucapnya lembut dan memberikan senyum terbaiknya itu.
Akupun mengangguk dan mengambil ponselku didalam tas kerjaku tadi.
Belum sempat aku mengirim pesan padanya notifikasi pesanpun masuk.
Akupun membuka line-ku.
LINE
Raemi eonni (1)
Akupun mengembangkan senyumku dan membuka room chat-nya.
Raemi eonni
Aku harap mulai
Sekarang kau bisa
Menjauhi Yoongi oppa.
19.05
Senyumanku kini memudar berganti dengan raut wajah bingung.
Apa maksud pesan ini.-Batinku.
***
Anneyong👋🏻
Mhian ya jarang up:(
Soalnya aku lagi sibuk banget.
Sebenarnya konsep ini itu udah
Lama banget ada, tapi baru
Sempet tulis dan up sekarang.
Sekali lagi mhian yah🙏
Kan jadi curhat:v
Semoga kalian suka yah:)
Jangan lupa vomment😇
I love you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS; YOUR HUSBAND
Fiksi PenggemarIni hanyalah kisah fiksi, jadi tidak perlu dilebih-lebihkan. Tidak ada kerjasama apapun dengan BigHit atau siapapun bahkan cerita ini tidak mencerminkan kehidupan BTS seperti sesungguhnya. Jadi anggap saja ini hanyalah cerita penghibur penggemar yah...
