27. Akhir kah?

34 6 3
                                    

Saat tiba dirumah sakit, Dion segera memarkirkan motornya dan berlari secepat yang dia bisa menuju ruangan UGD tak perduli harus berkali-kali tabrakan dengan orang-orang yang berada dilorong rumah sakit.

Tepat didepan ruangan UGD, Dion melihat Niko yang tengah menelungkupkan kepalanya, Atha yang juga terduduk sambil melamun, serta kedua orang tua Fifi yang saling berpelukan, terlihat jelas disana semua orang sedang menangis dan ketakutan ada sesuatu yang terjadi dengan Fifi.

"Bang." Panggil Dion lirih.

Mendengar namanya disebut, Niko hanya melihat sekilas dan kembali menelungkupkan kepalanya.

"Tha, ada apa? Fifi kenapa? Dia gk papa kan?." Tanya Dion beralih pada Atha sebab tak ada respon dari Niko.

"Haha, apa perduli lu? Bukannya lu benci ya sama Fifi? Baru tau yang sebenarnya? Trus mana pacar baru lu itu." Ucap Atha sedikit menekankan pacar baru dan hal itu menohok hati Dion.

Ya, Dion sadar ini semua salahnya dan pertanyaan itu patut ditujukan untuknya.

'Sefatal itu kah kesalahan gw.' Batin Dion lirih

"Fifi ditabrak waktu ingin menyeberang dari sepermarket beliin lu barang, lu tau kan gantungan kunci yang ada tadi, ada darahnya bukan? Itu darah Fifi, dia ditabrak tepat saat mengambil gantungan kunci yang jatuh itu, badannya terlempar cukup jauh, kepalanya terbentur trotoar." Ucap Atha dan setelah itu lidahnya kembali kaku tak bisa melanjutkan ucapannya.

Deg

'Ini mimpikan? Tolong siapapun katakan ini mimpi.' Batin Dion.

"Arrgghhh." Ucap Dion frustasi dan memukul tembok rumah sakit tak perduli tangannya terluka.

Tak lama dokter pun keluar, Niko yang melihat itupun segera berdiri dan berjalan kearah dokter.

"Dok, bagaimana keadaan adik saya? Dia baik baik saja kan?." Ucap Niko.

Dokter itu pun menghela nafas berat lalu berkata.

"Tabrakan yang dialami adik anda bisa dikatakan sangat fatal hingga menyebabkan kebocoran dikepala belakangnya mungkin akibat benturan ketrotoar tersebut dan adik anda kami nyatakan koma." Jelas dokter yang bernama Hendra itu.

Deg

"A-apa dok koma?." Tanya Niko dan dibalas anggukan oleh dokter itu.

"Dokter pasti becanda kan haha iya kan dok, tolong katakan pada saya ini cuman mimpi." Ucap Niko.

"Yaahh, putri kita yah putri kitaa hiiks." Histeris Keyla.

"BUNDAA"


"TANTEE."


"MAMAH."

Ucap mereka serempak saat Keyla ibunda Fifi tiba-tiba jatuh pingsan, beruntung Reza dengan sigap menangkap tubuh sang istri.

Reza segera membopong tubuh sang istri untuk segera ditangani, terlihat wajah cemas dari semua orang.

***

Sehari, dua hari, 1 minggu, hingga 1 bulan Fifi belum juga sadar dari tidur panjangnya. Orang-orang terdekatnya termasuk Dion bergantian berjaga dan merawat Fifi.

Dion lah yang paling sering menjaga Fifi, badannya terlihat kurus dengan rambut acak-acakkan. Dia juga terkadang melukai dirinya sendiri karena merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan.

Yaahh penyesalan dan rasa bersalah selalu datang dibelakangan, jika penyesalan diawal itu mah namanya pendaftaran. Lantas saat kejadian yang tak diduga terjadi siapa yang harus disalahkan? Takdir kah? Waktu kah? Diri kita sendiri atau orang lain kah?.

Weird Couple [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang