Hari berganti dengan cepat, tak terasa 7 tahun sudah setelah kepergian Fifi. Banyak perubahan yang terjadi, dari Dion yang semakin dingin dan banyak hal lagi.
Setelah lulus SMA beberapa tahun yang lalu, Dion memutuskan kuliah penerbangan ke jerman. Saat ini dia sudah menyelesaikan S1 dan sebentar lagi menyelesaikan S2.
Di jerman, banyak gadis-gadis golongan atas dan kecantikan yang diatas rata-rata menyukai Dion, sedangkan respon Dion hanya acuh dan tak perduli dengan mereka. Anggap saja dia tak bisa melupakan Fifi. Hey ayolah, jika kalian yang berada diposisi Dion saat ini apa kalian akan mudah untuk move on? Tidak bukan?. Lebih baik berpisah tapi masih bias saling melihat meskipun dari jauh daripada harus dipisahkan dengan alam yang berbeda seperti ini.
***
Saat ini, Dion sedang bermalas-malasan di kamar apartemen nya sebab tak ada jadwal kuliah hari ini.
"Fi, apa lu bahagia disana. Udah lama sejak hari itu lu ninggalin gw dan gw masih sama sekali gak bisa lupain lu. Gw kangen lu Fi." Gumam Dion sambil mengingat-ngingat kenangannya bersama Fifi hingga tanpa sadar dia tertidur lagi.
Sedangkan di tempat lain, seorang dokter cantik sedang berada di sebuah caffe dengan laptopnya dan secangkir caffe latte di depannya.
"Gw rindu lu by, dan gw masih sayang sama lu, tapi gw ga punya pilihan lain. Gw harap klo emang kita jodoh Allah bakal nakdirin kita ketemu dan bersama lagi. Lu pasti bangga klo gw udah selesein S2 kuliah kedokteran dalam waktu 6 tahun ini. Huft." Gumam gadis yang bernama Alexa itu.
Alexa adalah lulusan S2 kedokteran dengan nilai terbaik di jerman. Bahkan dalam waktu 6 tahun dia bisa menyelesaikan S2. Dan sekarang dia sudah bekerja di rumah sakit ternama disana sebagai dokter spesialis ginjal.
Drttt drttt
Tiba-tiba ada telpon dari pihak rumah sakit tempat Alexa bekerja, dia segera mengangkatnya.
(Anggep aja pake bhsa inggris hehe :v.)
"Halo"
"Halo, dokter ada pasien yang hanya ingin ditangani oleh anda saja." Ucap orang di seberang telpon.
"Oh, gitu ya. Iya sus terimakasih. Saya langsung dalam perjalanan ke sana."
"Baik, dok."
Tut.
Setelah panggilan berakhir, Fifi langsung menuju rumah sakit untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter.
***
Keesokan harinya...
Hari ini jadwal kuliah Dion adalah jam 7 dan berakhir jam 10. Pagi-pagi sekali Dion sudah bangun dan langsung mandi lalu sholat subuh, dan sarapan.
Setelah selesai makan dan lain-lain, Dion langsung menaiki motor sport merah putih kesayangannya, dia bahkan sengaja minta ayahnya mengirim motor sport kesayangan miliknya itu dari Indonesia ke Jerman, hal yang sangat bagus bukan.
Sesampainya di kampus, seperti biasa Dion selalu menjadi pusat perhatian. Tapi responnya hanya acuh dan terkesan tidak perduli. Dion berjalan santai dengan tampang datar dan tatapan dinginnya.
Meskipun terkenal cuek dan bersifat dingin, tetap saja begitu banyak penggemar miliknya dan rata-rata dari kaum perempuan.
Tidak lama setelah dia mendudukkan diri ke bangkunya yang berada di pojok dosen pun datang dan pelajaran di mulai.
Mari kita berpindah ke Alexa, saat ini dia sedang menangani pasien-pasiennya. Kelihatan sangat sibuk dan cukup melelahkan, tapi Alexa suka dengan pekerjaannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Weird Couple [END]
Novela JuvenilAwalnya semua masih berjalan begitu baik. Semua masih sesuai apa yang diekspektasikan oleh Fifi maupun Dion. Harapan mereka tentang hubungan yang akan bertahan selamanya pun semakin besar. Impian mereka untuk selalu bersama pun masih terus diangank...
![Weird Couple [END]](https://img.wattpad.com/cover/171172948-64-k533005.jpg)