"Tunggu dulu! Kau akan membuat buku baru?" Tanya Anika kepadaku melalui video call. Aku mengangguk kemudian membuka folder berisikan seluruh draft cerita yang kubuat.
"Tidak biasanya kau akan menyiapkan tiga buku sekaligus Trix,"
"Kurasa untuk tahun ini adalah tahun pengecualian. Tiga buku tersebut bukan lanjutan seri yang sedang kubuat melainkan standalone romance,"
"Maksudmu less sex?"Aku terkekeh.
"Maybe,untuk pertama kalinya Sugar Love akan menulis mengenai buku romantic, murni mengenai perasaan tanpa adegan panas. Murni hanya ada adegan percintaan yang membuat meleleh setiap orang yang membacanya,"
"Aww... my sweet Trixy! Aku tidak menentang kau membuat genrebaru dari karyamu namun seluruh penggemarmu akan kehilangan sentuhan erotika panas dari Sugar Love, hun... listen...aku lebih setuju kau tetap memasukkan adegan panas namun tidak sepanas sebelumnya mungkin? Misalkan kau mau membuat adegan blowjob mungkin saja kau tidak perlu menyebut penisdi dalam bukumu namun sekedar 'miliknya' dan 'milikku' that's better than ever!" Aku menggeleng tertawa.
Sungguh, Anika tidak ingin aku menulis yang lebih lembut dari yang sebelumnya pernah kubuat?
Aku juga tidak tahu apa yang merasukiku. Aku merasa ingin sekali membuat buku mengenai perasaan dibandingkan kesenangan fisik. Kurasa berbeda dengan editorku, ia lebih memilih aku membuat hal-hal yang dapat membangkitkan gairah para wanita yang membaca bukuku ini.
"Jeez, Anika bahkan penulis erotika terkenal seperti EL James, Christina Lauren dan JR Ward saja pernah menulis kisah mengenai perasaan! Apakah aku tidak boleh melakukannya? I mean, orang-orang masih menyukai karya Jodi Piccoult dan Colleen Hoover!"
"Jangan lupa orang-orang juga sangat menyukai karya Meredith Wild dan ia memiliki usaha penerbitan sendiri yaitu Waterhouse Press dengan memiliki seri penuh erotika yaitu Misadventures! Trixy... people do love sex! That's why you becoming one of the New York Bestselling Author, sweetie!" Aku melipat kedua tanganku di dada kemudian menghela napas panjang.
"Alrightaku akan berusaha menulis dengan adanya adegan panas namun dengan sangat minim seperti karya Helena Hunting akhir-akhir ini!"
"That's the spirit hun!Dimana suami seksimu?" Kini aku tertawa.
Tak terasa usia pernikahan kami sudah memasuki minggu keempat.
"Dia sedang berada di kendang kuda dan membersihkan Lolita,"
"Astaga, pria dan kuda terdengar begitu panas Trix,"
"God,Anika!Your pervy brain, kenapa tidak pernah menghilang, huh?Tidakkah Ethan terganggu akan hal itu?"
Anika membenarkan kacamatanya sambil terkekeh lalu ia mengambil cangkir di atas meja kerjanya dan menyesap minuman yang ada di dalam cangkir tersebut.
"Suamiku terlalu mencintaiku Trix. He loves the pervy me! tetapi aku lumayan kesal dengan reaksi keluarganya yang berada di Seoul setelah mengetahui bahwa Ethan menikahi gadis India. Mereka mengatakan bahwa aku tidak secantik yang mereka bayangkan! I'm not that freaking Bollywood actress for god's sake!"Oh, yeah.
Ethan dan Anika memutuskan menikah tahun lalu setelah anak kedua mereka lahir. Ethan sudah lama tinggal di Amerika sejak dia mengambil kuliah di Chicago kemudian bekerja di firma hukum yang sama dengan mantan suamiku.
Astaga, aku sempat lupa bahwa Ethan Nam bekerja di firma hukum yang sama dengan mantan suamiku. Shit!
"Setidaknya kedua orang tua Ethan menyukai kedua anakmu bukan?" Tanyaku. Anika mengangguk sambil tersenyum lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHIT HAPPENED (#5 THE SHIT SERIES)
RomanceWARNING 21+++ (Due to some mature scene and content underage are not allowed) Trixy Nicholson, 30 tahun divonis usianya hanya bebrapa bulan saja. Dia tak ingin menyianyakan waktunya dan ingin terbebas dari ketidak bahagiaan yang selalu menghampiri d...
