5

4.2K 210 24
                                        

21+ (please be a responsible reader)

please just be... responsible haha 😂😅

Mataku berputar kebelakang merasakan milik Zedith yang masuk begitu dalam setiap incinya ke dalam milikku. Wajah Zedith tenggelam ke dalam leherku, kuku tajam milikku menancap serta menggaruk punggung Zedith dengan sangat dalam hingga Zedith menggeram dan mengumpat. Kini Zedith mengangkat wajahnya dan menelan eranganku dengan mulutnya.

Ia mengeklaim mulutku dengan sangat ganas dan menuntut. Tangan kanannya memenuhi dada kananku dan menggesek putingku hingga sekali lagi aku mendesah dengan sangat kencang. Desahanku tidak terdengar begitu kencang karena mulut Zedith masih memenuhi mulutku.

Setahuku makhluk hidup yang dipanggil pria tidak multitasking, mereka sangat buruk dalam melakukan hal tersebut. 

Namun pria ini, yang bernama Zedith berbeda. Dia dapat melakukan hal multitasking selagi ia memenuhi tubuhku dengan miliknya dan menyentuhku disana dan disini. Dia melakukan gerakan menggesek dengan tangannya ke atas klitorisku selagi miliknya memasuki milikku lagi dan lagi.

"Zedith... please... please... I'm close!! Let me come!!! Let me fucking come!!!"

"No, not yet...aku tidak ingin membuatmu selesai dulu honeybunch, let me torture you a little bit,"

Shit! Aku tidak bisa lagi menahannya namun Zedith membuatku gila.

Aku merasa orgasme ku sudah berada di pinggiran namun Zedith ingin kami klimaks secara bersama.

Oh, please! Sudah tiga tahun tidak ada pria yang menyentuhku dan memenuhiku seperti ini! wajar saja aku mudah sekali lepas! Damn, you Zedith!

"Fuck you Zedith!" Bukannya dia menatapku dengan kesal melainkan ia terkekeh. Oh, sialan dia manis sekali.

Aku jarang sekali mengumpat namun kurasa beberapa bulan kedepan aku akan sangat mudah mengumpat, jika seks yang akan kulakukan bersamanya seperti ini terus dan membuatku gila akan gairah yang kurasakan ini.

"That's the spirit baby..." Katanya dengan pelan sambil menempelkan bibirnya ke bibirku.

Aku merasa milikku seperti menggenggam dengan kuat miliknya ketika orgasmeku akan datang. Tetapi this bastrad tidak membiarkanku lepas duluan.

Zedith mengencangkan gerakannya dengan sangat cepat memasukkan dan mengeluarkannya lagi kemudian memutarnya hingga aku mengerang dan menyebut namanya dan menyebut seluruh nama Tuhan dan dewa di langit hingga miliknya mengenai dinding milikku dan kini milikku menggenggam dengan kuat milknya hingga kami bergetar bersama, mengerang serta mendesah secara bersamaan. 

And... we're climax together with a beautiful orgasm that comes between us.

"Shit, baby! That was intense!!" Kata Zedith sambil tersenyum dan aku harus menatapnya dengan kesal karena ia sudah menyiksaku dengan siksaan paling nikmat di dunia.

Sejujurnya aku tidak pernah klimaks bersama pasangan. Biasanya pasanganku duluan atau aku duluan. Kami tidak pernah bersamaan seperti ini. Terkadang juga orgasmeku tidak datang sama sekali dan sedikit faking it the entire time.

Setelah seks yang sangat intens tadi nafas kami memburu kemudian Zedith mengecup lembut bibirku dan mengecup seluruh leherku lalu melepaskan diri dari atas tubuhku dan merebahkan dirinya di sampingku.

"Aku mengantuk," Kataku tiba-tiba. Zedith tertawa dengan suara tawanya yang renyah. 

"Itu yang orgasme lakukan kepada dirimu, better than any sleeping pills honeybunch..."

SHIT HAPPENED (#5 THE SHIT SERIES)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang