(Mulai sekarang aku nggak akan pakai peringatan-peringatan 21+ karena kayaknya nggak ngaruh wkwkw. kalian tetep baca aja yg dibawah umur ... karena aku udh kasih peringatan di bagian depan cerita dan kasih label mature content so... y'all already know kaan?? tetapi sekali lagi Fana mengingatkan, jadilah pembaca yang bijak ya...)
Zedith Grochelle/Nicholson
That fuckin' tomato!
Aku memukul-mukul tanganku sendiri di tembok kamar mandi bar hingga, seseorang mengetuk pintu kamar mandi.
"Is that you Boss?" Oh, Aisha. Dia diambil oleh Ibuku ketika kedua orang tuanya sudah meninggal dunia karena kecelakaan yang terjadi di kampung halaman Ibuku saat aku masih remaja.
"Yeah, leave me alone!" Aku dapat mendengar Aisha menghela napas dari balik pintu.
"Boss, aku tahu dia 'the girl',"
Shit!
Aisha memiliki intuisi setajam cheetah. Kuputuskan untuk membuka pintu kamar mandi dan menghadapinya yang kini menekan satu tangannya di pinggang.
"Boss, aku tidak bodoh dengan tatapan konyolmu itu. Kau juga menatap Francesca Miller dengan tatapan seperti itu dulu. Apalagi, hari ini tatapan konyol itu lebih konyol dibandingkan sebelumnya! Bagaimana bisa wanitamu begitu bodoh dan lupa akan siapa dirimu, huh? Apakah penyakit juga dapat membuat dia kehilangan memori atau—"
"Aisha, yakfi!" Kataku dengan kesal menghentikan dia yang selalu membicarakan Trixy dengan tidak begitu baik.
"'ana asf!" Katanya meminta maaf kemudian aku memintanya untuk menggeser posisinya agar aku dapat kembali ke atas.
"Kenapa kau tidak bercerita kepadanya mengenai kejadian yang sudah sangat lama itu?"
"Tidak ada untungnya Aisha, dan aku cukup malu mengungkapkan siapa diriku di depan dia,"
"Malu karena kau tampak mengerikan dulu atau malu karena kau setiap hari menemani Laura—Ibumu di rumah sakit?" Aku memejamkan mataku dan menghela napas panjang.
"Aku malu karena ia melihatku di waktu terburukku namun masih menganggapku sebagai manusia, Aisha..."
"Whatever, boss... you better tell her or I tell her by myself..."
"No, don't you dare Aisha! Aku yang akan memberitahunya sendiri. Aku akan memberitahunya, lagipula aku tidak yakin bahwa ia ingat denganku yang dulu,"
"Mashallah! Kau sungguh konyol jika jatuh cinta Boss!"
"Shut up!"
***
Aku membuka lagi ruang kantorku dan sudah mendapati Trixy yang membaca buku di sudut reading nook yang terpasang.
"Zedith, apakah itu dirimu?"
"Yes, it is me! ready to bend you over the desk!"Terdengar suara merdu Trixy yang tertawa dan ingin sekali aku memeluknya saat ini juga.
I'm not in the mood to having a rough sex with her, aku hanya ingin cuddling dengannya di reading nook.Tetapi jika dia memilih seks disini, aku juga takkan menolak.
Who's rejecting a great sex, huh?
Aku mendatanginya yang sebagian wajahnya tertutup oleh rambut panjang indahnya. Kedua kakinya berada diatas reading nook serta tangannya memegang buku dan rambutnya terkena pantulan cahaya langit sore.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHIT HAPPENED (#5 THE SHIT SERIES)
RomanceWARNING 21+++ (Due to some mature scene and content underage are not allowed) Trixy Nicholson, 30 tahun divonis usianya hanya bebrapa bulan saja. Dia tak ingin menyianyakan waktunya dan ingin terbebas dari ketidak bahagiaan yang selalu menghampiri d...
