"Jadi, kembaranmu yang brengsek itu berani muncul di rumah?" Tanya Anika ketika aku berada di ruang kantornya. Aku hanya mengangguk sambil memain-mainkan cokelat panas yang ia buatkan untukku.
"Well, that's suck,"
"I know..."
"Lalu, apa yang ia lakukan di rumahmu selain membuat keributan?" Aku menghela napas panjang lalu memandang Anika yang kini menatapku dari balik kacamata yang ia pakai.
"Mungkin... mencoba meniduri suamiku?"
"Again?" Tanya Anika kepadaku dan aku hanya menjawabnya dengan mengangkat kedua pundakku saja lalu memain-mainkan lagi secangkir cokelat hangat di hadapanku dengan memutar-mutarkan sendok yang ada di dalam cangkir tersebut.
"Tidakkah kau ingin meminum cokelat hangat buatanku?" Tanyanya dengan nada yang terdengar kesal kini. Aku menggeleng dengan pelan. Anika berdecak kemudian ia mengambil cangkir tersebut dari hadapanku lalu menyesapnya.
"Ini cokelat termahal yang diberikan suamiku dari Swedia! Jangan kau menyia-nyiakannya Trix!" Aku hanya memutar kedua bola mataku kemudian melipat kedua tanganku di dada. Setelah itu aku termenung dengan apa yang Zedith katakana ketika melihat Tasha untuk pertama kali.
Zedith memanggilnya Sasha. Setahuku nama Sasha dipakai ketika Tasha mencari incaran diluar sana.
Tasha sangat berbeda dariku. Ketika penat menghampirinya dia akan dengan mudahnya menemukan lelaki kemudian mengajak mereka untuk menghabiskan malam bersama. Tasha akan menggunakan nama Sasha ketika di bar atau di tempat lain untuk menjaring pria yang akan ia tiduri.
Aku tidak tahu hubungannya dengan pacarnya yang sekarang apakah membaik atau memburuk. Setahuku, Tasha selalu bermain di belakang Kristoff.
Kristoff Vega. Adik dari seorang Christian Vega yang meninggal beberapa tahun silam dan sempat menghebohkan seluruh Negara bagian.
Siapakah Christian Vega? Well, dia pebisnis yang lumayan cukup terkenal dan seingatku dia memiliki hubungan dengan salah satu pebisnis tersohor di Manhatttan.
"Mr Owen! hei! Tumben sekali kau kemari!" Aku membalikkan tubuhku kemudian menatap mata hijau, rambut kecoklatan dengan tinggi semampai, kemudian tubuh yang bidang diselimuti oleh polo shirt berwarna marun dengan tulisan HUGO BOSS dibagian dada sebelah kanannya, serta gigi putih sempurna tersenyum ke arahku.
"Miss Sugar Love... right?"Aku mengangguk pelan kemudian berdiri dari dudukku lalu menyambut tangannya dan menjabatnya.
"Sudah sangat lama sekali kita tidak bertemu," Seth Owen pemilik agensi penerbit yang menaungi diriku. Dalam setahun aku hanya bertemu dua atau tiga kali dengannya terkadang hanya sekali aku bertemu dengan Istrinya.
"Ah, senang sekali aku bertemu lagi denganmu Miss Love,"
"Yeah, aku juga..." Jawabku canggung.
Aku tidak pernah bertemu dengannya sedekat ini. Astaga, sejak kapan aku memiliki pemilik agensi penerbit yang setampan dan se-seksi ini? dia adalah impian semua imajinasi liar para penulis erotis sepertiku.
"Trixy Nicholson bukankah itu nama aslimu Miss Love?"
"Yeah, kukira kau tidak akan mengingatnya Mr Owen..." Seth Owen tertawa dengan sangat renyah lalu Anika mempersilahkan ia duduk di kursi terdekat denganku lalu ia duduk dengan santai disitu seakan-akan ia bukan pemilik perusahaan ini.
"Well,tentu saja aku ingat. Aku lumayan mengenal Jack Nicholson. Salah satu band yang ia naungi sempat mengisi soundtrack di film yang diangkat dari buku terbitanku. Tetapi, aku tidak menyangka bahwa adiknya adalah salah satu dari sekian penulis di penerbitanku,"
KAMU SEDANG MEMBACA
SHIT HAPPENED (#5 THE SHIT SERIES)
RomanceWARNING 21+++ (Due to some mature scene and content underage are not allowed) Trixy Nicholson, 30 tahun divonis usianya hanya bebrapa bulan saja. Dia tak ingin menyianyakan waktunya dan ingin terbebas dari ketidak bahagiaan yang selalu menghampiri d...
