Bllaarrrr!! Bllaaaaarrr!!
Suara ledakan dari gedung yang berada di samping tempat mereka terdengar keras. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali. Meledak bergantian membuat kabut asap yang tebal.
"Hyung! Mereka melarikan diri!" teriak Taehyung yang melihat empat namja itu melarikan diri dengan tas hitam itu.
"Biarkan saja mereka. Aku akan membunuhnya di lain waktu." ucap Yoongi, acuh.
"Blue Eye! Jawab aku! Kalian baik-baik saja? Cepat keluar dari sana! Grey Wind! White Wolf! Cepat kalian keluar dari gedung itu! Gedung itu berisi bom di setiap lantainya! Jika sampai bom lantai dasar meledak, maka gedung itu akan runtuh!" Yoongi terlihat sibuk memberikan perintah pada tiga namja yang berada di gedung itu. Lebih tepatnya tiga snipper mereka.
Bllaaarrrr!!!
Bllaaarrrrr!!!
Ledakan itu berhenti. Yoongi mengernyitkan dahinya ketika melihat ledakan itu berhenti di lantai tiga. Dua lantai terbawah tidak meledak.
"Hampir saja kami terlambat, hyungnim. Beruntung kami berhasil memutuskan pusat bom sebelum meledak sampai lantai dasar."
Jihun dan Woojin terlihat berjalan menghampiri Yoongi. Dengan Woojin yang tengah membawa laptopnya. Mereka berhasil meretas pusat bom untuk mematikan pemicunya.
"Dan juga, kami mendapatkan bonusnya." ucap Jihun dengan mengangkat sebuah tas hitam.
Yoongi membuka tas itu dan melihat isinya. Senyum miring tercipta ketika melihat isi tas itu. Tas dari geng Jinhwan berhasil di tukar. Entah tas berisi apa yang diambil oleh Jinhwan dan kawanannya.
"Kerja bagus. Kita turun sekarang. Semoga mereka bisa keluar dari sana."
Yoongi berjalan tertatih meninggalkan tempat itu. Diikuti Taehyung dibelakangnya. Hyunjin yang di papah Jihun. Woojin dan Changbin menyusul di belakang. Mereka berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar. Terlihat dua orang yang sudah berada disana.
"Blue Eye?"
Blue Eye atau Lee Minho, mendonggakkan kepalanya. Ia tengah memapah seorang namja. Yoongi berjalan mendekat kearah dua namja itu.
"Neo gwaenchana?" tanyanya.
"Ye, gwaenchaneuseyo, hyungnim." jawab Minho. Yoongi mengalihkan pandangannya kearah namja yang di papah Minho.
"White Wolf. Apa yang kau lakukan? Membunuhku, eoh?" tanya Yoongi, dingin.
"A-aniya, Black hyung." jawab White Wolf atau Jungkook dengan suara seraknya.
"Tapi, kau hampir melakukannya, saekkiya! Apa kau tak bisa profesional untuk melakukan misinya? Kalau kau membenciku, katakan saja. Jangan memasang wajah polosmu itu, saekkiya." ucap Yoongi penuh dengan penekanan di akhir kalimatnya.
"Mi-mianhae, Black hyung- uhukk! uhukk!!" ucap Jungkook dengan sedikit terbatuk karena suara seraknya. Bahkan terdengar terputus-putus.
"Kata maafmu tak berarti untukku, saekkiya. Simpan saja untukmu." Yoongi menatap dingin Jungkook sebelum mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Chakkamanyo. Felix eodi? Kenapa ia tak turun?"
Pertanyaan Changbin membuat semua tersadar. Mereka baru menyadari jika satu snipper mereka tak berada disana. Si Grey Wind atau Felix.
"Mi-anhae, Cha-ngbin-ah.. Fe-Felix.. ter-kena ledakan dan.. uhuk!! uhuk!! terpental en-tah ke-mana karena menye-lamatkanku.. uhukk!! uhukk!!" ucap Jungkook dengan susah payah. Suaranya benar-benar serak dan itu menyiksa dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel's Flower [END]
FanfictionSiapa yang menginginkan terjun ke dunia hitam? Tidak ada yang menginginkannya. Hanya saja, tidak ada pilihan lain. Mau tak mau, gelapnya dunia hitam tetap akan dilewati. Main Cast: Kim Namjoon (38 years old) Min (Kim) Yoongi (23 years old) Kim Ta...
![Angel's Flower [END]](https://img.wattpad.com/cover/189781155-64-k17340.jpg)