Tap! Tap! Tap!
Suara langkah yang terburu-buru menggema di lorong rumah sakit. Si pemilik langkah terlihat tergesa dan tercetak jelas di wajahnya. Dia, Kim Namjoon, segera bergegas menuju rumah sakit ketika mendapat kabar dari Seojun jika Jungkook sudah sadar.
Niat awalnya yang hendak pergi ke perusahaan, hanya untuk melihat kondisi perusahaannya sebentar, tertunda. Namjoon segera bergegas ke rumah sakit. Ingin segera menemui anak bungsunya.
Cklek.
Namjoon terdiam di ambang pintu. Netranya menatap lurus kearah sosok yang terbaring di tempat tidur. Ia melangkah pelan mendekat.
"Kondisinya perlahan mulai stabil, sajangnim. Baru saja Jungkook meminum obatnya dan segera tertidur." jelas Seojun yang baru saja selesai memeriksa Jungkook.
Namjoon hanya mengangguk pelan. Netranya tetap tertuju pada sosok Jungkook. Terbaring dengan kembali menutup matanya. Setidaknya, kabar baik ia terima saat ini. Anaknya sudah dalam kondisi stabil.
"Sajangnim, ada yang perlu saya sampaikan pada anda." ucap Seojun.
"Mwoga?" sahut Namjoon, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ini mengenai kondisi Jungkook, sajangnim." Perkataan Seojun membuat Namjoon menoleh seketika.
"Bukankah kau bilang Jungkook sudah stabil? Lalu apa lagi?" Namjoon mengernyit bingung.
"Memang kondisi Jungkook sekarang sudah stabil. Geundae.. ini masalah yang lain, sajangnim." Seojun menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. "Jungkook mengidap kanker laring stadium tiga, sajangnim."
Deg!
Namjoon menatap tak percaya kearah Seojun. Dadanya sesak. Seperti sebuah batu yang sangat besar menindih disana. Begitu sesak dan menyakitkan.
"Kau bercanda, Park seonsaengnim?" ucap Namjoon. Mengangkat salah satu sudut bibirnya, tak percaya.
"Jwiseonghamnida, sajangnim. Saya mengatakan yang sebenarnya. Kondisi Jungkook-"
"Ga." (Pergi.) Namjoon membuang muka kearah lain.
"Ne?" Seojun mengangkat alisnya, tak mengerti.
"Garago." (Aku bilang pergi.) ulang Namjoon dengan nada dingin. Bahkan tidak menoleh kearah Seojun sama sekali.
Seojun yang mengerti suasana hati Namjoon, membungkuk lalu berjalan keluar dari kamar Jungkook. Membiarkan Namjoon untuk menenangkan diri dan pikirannya.
Setelah Seojun pergi, Namjoon menghela nafas panjang. Tangannya bertumpu pada tepian ranjang Jungkook. Ia menunduk dalam lalu mengangkat pandangannya kearah Jungkook.
Tangannya ia bawa untuk mengusap surai namja kelinci itu. Mengusap dengan pelan. Sangat pelan. Seakan jika keras sedikit, akan membangunkan namja kelinci itu dari tidur lelapnya.
Tes..
Tes..
Runtuh sudah pertahanan yang dibangun dengan kokoh oleh Namjoon. Ia menutup matanya. Membiarkan air matanya mengalir. Mengigit bibir bawahnya dengan erat. Berusaha menahan isakan agar tidak keluar. Namjoon takut mengganggu tidur anak bungsunya.
"Hiks.. hikss.."
Kenyataannya begitu menyakitkan sampai Namjoon tidak kuat menahan isakannya. Terlalu menyakitkan untuk ia terima. Namjoon menarik nafas dalam-dalam. Mencoba menenangkan dirinya agar tidak kembali terisak.
Tangan kanannya mengusap kasar air mata yang mengalir di kedua pipinya. Sedangkan tangan kirinya masih sibuk mengusap surai Jungkook. Namjoon menatap Jungkook. Air matanya masih mengalir, meski ia seka berulang kali. Namjoon menyerah. Ia membiarkan air matanya mengalir begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel's Flower [END]
FanfictionSiapa yang menginginkan terjun ke dunia hitam? Tidak ada yang menginginkannya. Hanya saja, tidak ada pilihan lain. Mau tak mau, gelapnya dunia hitam tetap akan dilewati. Main Cast: Kim Namjoon (38 years old) Min (Kim) Yoongi (23 years old) Kim Ta...
![Angel's Flower [END]](https://img.wattpad.com/cover/189781155-64-k17340.jpg)