[12] Meeting

1.6K 182 55
                                        

Sesuai dengan yang sudah dikatakan sebelumnya. Hari ini, satu hari setelah Yoongi melakukan operasinya, Namjoon bisa bertemu dengan pendonornya. Ia sudah berada di rumah sakit. Namjoon baru bisa datang di sore hari, karena perusahaan sejak pagi tak bisa ia tinggal. Taehyung dan Jungkook juga ikut bersama dengan Namjoon.

"Hwanyeonghamnida, sajangnim."

Jeonghan menyambut kedatangan Namjoon dan dua anaknya. Ia sudah menunggu sejak Namjoon memberinya kabar akan datang ke rumah sakit.

"Bagaimana kondisi Yoongi?" tanya Namjoon setelah mensejajarkan dirinya dengan Jeonghan.

"Kondisi Yoongi doryeonnim semakin membaik, sajangnim. Bahkan sekarang Yoongi doryeonnim sudah sadar."

"Geuraeyo? Yoongi sudah sadar?"

Namjoon menatap tak percaya. Jeonghan mengangguk mantap, mengatakan jika yang dikatakannya adalah benar. Taehyung dan Jungkook  mengulas senyum mereka. Senang mendengar Yoongi sudah tersadar dari tidur panjangnya.

Cklek..

Jeonghan membukakan kamar rawat Yoongi. Mempersilahkan Namjoon, Taehyung dan Jungkook masuk kedalam terlebih dahulu. Hingga akhirnya, dirinya pergi setelah tiga namja itu masuk kedalam kamar.

"Yoongi-ya? Ireonasseo?" Namjoon berjalan dengan cepat menghampiri ranjang Yoongi. Ia bisa melihat namja pucat itu menoleh kearahnya.

"Ne, appa. Appa kenapa baru datang sekarang?" Yoongi memasang wajah datarnya.

"Mian. Perusahaan tak bisa di tinggal sejak pagi, Yoongi-ya." Namjoon mengusap surai anak sulungnya.

"Cih. Perusahaan lebih penting dari pada anak sendiri?"

"Aniya. Geugon aniya, Yoongi-ya. Hanya.. perusahaan tak bisa di tinggalkan." (Bukan. Bukan seperti itu.)

"Sama saja. Appa tak bisa meninggalkan perusahaan appa sama sekali." Yoongi memutar malas matanya. Ia sudah terlampau hafal dengan appanya itu.

"Heol! Hyung, kau sangat cerewet setelah di operasi. Apa pendonornya orang yang sangat cerewet?" ucap Taehyung yang menatap tak percaya pada hyungnya itu.

"Ini perkataanku setelah dua hari tak keluar, saekkiya. Atau kau ingin aku ceramahi setiap harinya?" ancam Yoongi yang membuat Taehyung membulatkan matanya.

"Ani! Hyung bicara saja yang banyak sekarang. Asalkan besok sudah kembali seperti semula." sergah Taehyung, menggelengkan kepalanya dengan kuat. Membuat Yoongi menyunggingkan senyum miringnya.

"Irit bicara saja sudah menyebalkan. Bagaimana kalau banyak bicara? Auh, pasti aku akan gila mendadak." gerutu Taehyung sambil menatap kearah lain.

"Kau mengatakan sesuatu tentangku, Taehyung-ah?" Yoongi menatap tajam adiknya itu.

"Ani! Siapa yang membicarakanmu, hyung? Aku diam saja sejak tadi." bohong Taehyung. Ia menatap kearah lain asal tidak ke arah Yoongi.

"Lihat saja kalau aku sudah keluar dari rumah sakit, alien sialan." geram Yoongi. Aura darknya sangat kuat. Membuat Taehyung begidik ngeri melihat hyungnya itu.

Masih sakit saja, auranya sangat kuat. Bagaimana kalau tidak sakit? Matilah kau, Kim Taehyung.

"Sudah, hentikan. Kalian ini apa tidak bisa berhenti bertengkar sebentar saja?" ucap Namjoon, mencoba menghentikan tingkah anak pertama dan keduanya.

Angel's Flower [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang