Tit.. Tit.. Tit..
Suara mesin pendeteksi detak jantung terdengar di sebuah ruangan yang sepi. Terlihat seorang namja yang tengah terbaring di atas ranjang. Cairan infus terlihat menggantung di sebelah kanan, terkait selang yang berakhir di punggung tangannya.
Perlahan, kelopak mata itu bergerak. Terbuka pelan-pelan hingga akhirnya menampilkan manik kembar itu. Bergerak pelan melihat sekelilingnya, berakhir pada sosok namja dengan jas putih khas seorang dokter berdiri tidak jauh dari sana.
"Kau sudah bangun?" tanya namja yang tidak lain adalah Park Seojun.
"Hyung.. aku dimana?" tanya Jungkook dengan nada lemasnya.
"Kau dirumah sakit. Apa kau tidak meminum obat yang kuberikan, Jungkook-ah?" tanya Seojun dengan ekspresi datarnya.
"Obatnya.. sudah habis, hyung."
"Sudah habis, atau memang kau tidak meminumnya, eoh? Kondisimu tidak bisa dikatakan baik, Jungkook-ah. Apa kau tidak membaca emailnya? Aku bahkan menyuruhmu datang ke rumah sakit." ucap Seojun. Membuat Jungkook sedikit mengernyitkan dahinya.
"Email? Aku tidak merasa menerima email darimu, hyung. Memangnya.. apa isi emailnya?" tanya Jungkook, bingung.
"Aku yakin sudah mengirimkan padamu waktu itu. Kau yang memintanya, kan? Hasil pemeriksaanmu."
Jungkook terdiam. Ia ingat ketika dirinya berada di Jejudo, ia meminta Seojun untuk mengirimkan hasil pemeriksaan dirinya. Tapi, sama sekali Jungkook tidak menerima email apapun dari Seojun.
Namja kelinci itu mencoba bangun. Sampai membuat Seojun terkejut melihat pergerakan Jungkook yang tiba-tiba. Jungkook segera mencari dimana ponselnya dan baru tersadar jika ia meninggalkan ponselnya di kamar.
"Seojun hyung, katakan padaku sekarang. Apa hasil pemeriksaanku?" tanya Jungkook, terburu-buru. Ia menatap Seojun, meminta jawaban.
"Istirahatlah. Kau butuh istirahat saat ini. Kita bicarakan saja itu nanti." Seojun menepuk pelan bahu Jungkook. Agar namja kelinci itu kembali tidur. Tapi, Jungkook menolaknya.
"Aniya. Katakan padaku sekarang, hyung. Apa hasil pemeriksaannya?"
"Kau butuh istirahat, Jungkook-ah. Kondisimu masih belum membaik."
"Aku tidak akan pernah membaik, hyung! Itu yang hyung katakan, kan! Istirahat atau tidak, kondisiku akan tetap memburuk! Benarkan?!" sentak Jungkook, emosi.
Seojun menghela nafas panjang. Perkataan Jungkook ada benarnya. Tidak ada pilihan lain. Seojun mengambil amplop coklat yang memang sudah ia bawa. Hanya Berjaga-jaga disaat seperti ini. Seojun memberikan amplop itu pada Jungkook.
"Aku harap kau bisa menerimanya, Jungkook-ah. Mian, tidak memberitaumu lebih awal." ucap Seojun.
Jungkook mengambil amplop itu. Ia ragu hendak membukanya, tapi itulah yang ingin diketahuinya selama ini. Menghilangkan rasa ragu, Jungkook membuka amplop itu. Membaca perlahan dari atas sampai bawah.
Deg!
Pikiran Jungkook seketika blank. Sorot matanya menjadi kosong. Tangannya masih memegang surat hasil pemeriksaan dirinya. Dan kalimat terakhir, membuat dirinya tidak bisa berpikir apapun.
Setelah serangkaian tes yang sudah di lakukan, menyatakan jika pasien POSITIF mengidap kanker laring stadium tiga.
"Jadi.. ini yang terjadi padaku, hyung?" tanya Jungkook, dengan pandangan yang terus menatap lembar surat di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel's Flower [END]
FanfictionSiapa yang menginginkan terjun ke dunia hitam? Tidak ada yang menginginkannya. Hanya saja, tidak ada pilihan lain. Mau tak mau, gelapnya dunia hitam tetap akan dilewati. Main Cast: Kim Namjoon (38 years old) Min (Kim) Yoongi (23 years old) Kim Ta...
![Angel's Flower [END]](https://img.wattpad.com/cover/189781155-64-k17340.jpg)