[22] Two Side

1.9K 196 135
                                        

"Ya, apa yang harus kita lakukan?"

"Menghubungi hyungnya? Ani ani. Aku tidak punya nomornya."

"Langsung menghubungi appanya? Ani ani ani. Aku juga tidak tau nomor telfon appanya."

"Menelfon ke perusahaan appanya. Argh-!! Bagaimana ini?? Apa yang harus kita lakukan??"

Rancauan itu berasal dari seorang namja tan yang tengah bingung di depan sebuah ruang UGD. Dengan dua orang lain yang hanya duduk diam menunggu disana.

"Ya, Mingyu-ya. Bisakah kau tenang? Sebentar saja." ucap namja lain, Bangchan.

"Bagaimana aku bisa tenang, Bangchan-ah? Jungkook di dalam sana, yang entah bagaimana kondisinya, dan kau memintaku tenang?" geram Mingyu.

Bangchan hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tau bagaimana perasaan Mingyu. Dirinya juga merasakan kepanikan yang luar biasa. Tapi sekuat tenaga berusaha ia tekan agar tidak membuat keadaan semakin runyam.

Ketika dirinya dan Mingyu berkunjung ke rumah Jungkook, mereka melihat beberapa penjaga rumah Jungkook mengangkat Jungkook. Dengan segera mereka menghampiri dan bertanya apa yang terjadi. Kepala maid, Hyesun, mengatakan kalau Jungkook pingsan di kamar mandi. Untuk itu mereka segera membawa Jungkook ke rumah sakit.

Cklek..

Semua berdiri ketika seorang dokter yang sudah tidak asing lagi, keluar dari ruang UGD. Seojun keluar dengan wajah lelahnya.

"Bagaimana kondisi Jungkook doryeonnim, Park seonsaengnim?" tanya Hyesun, yang memang juga berada disana bersama dengan Bangchan dan Mingyu.

"Jungkook baik-baik saja kan, seonsaengnim? Tidak ada hal buruk yang terjadi padanya, kan?" Mingyu dengan paniknya terus melemparkan pertanyaan pada Seojun.

"Jungkook hanya kelelahan. Tidak ada yang perlu di khawatirkan." ucap Seojun, mencoba mengulas senyumnya. Mingyu menghela nafas lega, begitu juga dengan Hyesun.

"Apa seonsaengnim yakin, hanya kelelahan?" tanya Bangchan, menatap penuh selidik kearah Seojun.

Ctak!!

"Ya! Kau ingin Jungkook sakit parah, eoh?!" sentak Mingyu setelah menjitak kepala Bangchan.

Bangchan sendiri terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan Mingyu. Baru pertama kali ia di jitak oleh sepupu tannya ini. Biasanya ia yang akan menjitak Mingyu.

"Setelah ini, saya akan memindahkan Jungkook ke ruang rawat. Meski hanya kelelahan, ia harus dirawat secara intensif. Saya permisi." Seojun membungkuk sekilas lalu berjalan pergi.

"Kamsahamnida, sudah membantu saya membawa Jungkook doryeonnim ke rumah sakit." ucap Hyesun, menghadap Bangchan dan Mingyu.

"Aniya, ahjumma. Kami sangat mencemaskan Jungkook karena tidak mengangkat telfonnya. Berkali-kali kami menelfon, tapi tidak di angkat. Jadi kami khawatir." ucap Bangchan.

"Ah, apa ada sesuatu yang penting?" panik Hyesun. Ia takut jika ada hal penting atau bahkan Jungkook mendapatkan masalah di sekolah. Hyesun tidak sanggup melihat Jungkook harus di hukum oleh appanya.

"Ne, kurasa ini penting, ahjumma. Teman sekelas kita ada yang menghilang. Belum di temukan sampai sekarang. Kami menghubungi Jungkook karena Jungkook dekat dengannya. Mungkin dia tau sesuatu mengenai teman kami yang menghilang." jelas Bangchan.

"Mungkin Jungkook bertemu dengan Lisa sebelum ia menghilang, ahjumma. Jadi kami ingin bertanya padanya." lanjut Mingyu.

"Lisa?" tanya Hyesun.

Angel's Flower [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang