9. Namanya Kavin

3.4K 228 2
                                        

"Kehadiranmu membuatku sadar, bahwa teman terdekat saja akan meninggalkan saat kita berada di titik terendah."

****

"Udah sampai, Sha. Gak mau turun?" tanya Galang.

Shanette yang awalnya masih melamun, kini kembali tersadar saat Galang berbicara.

Shanette turun dari motor Galang, wajahnya terlihat pucat karena kedinginan.

"Mau mampir gak? Sekalian angetin badan lo. Kebetulan mama papa gue belum pulang jam segini." Ajak Shanette.

"Boleh deh."

Shanette membuka pintu rumah dan mempersilahkan Galang untuk masuk.

Galang mengikuti langkah Shanette yang membawanya menuju ke lantai dua.

"Gue tau lo pasti gak nyaman banget sama baju lo yang udah basah kayak sekarang, ini kamar abang sepupu gue. Pas kuliah dia tinggal di sini, lo bisa milih mau pakai baju apa. Gue ke kamar dulu."

Shanette berbalik arah dan menuju ke kamarnya, Galang akhirnya memasuki kamar itu dan memilih baju yang lumayan cocok untuknya. Setelah berganti pakaian dia kembali turun ke lantai dasar dan menunggu Shanette di ruang keluarga.

"Di minum, Mas."

"Makasih, Bi."

Galang meminum cokelat hangat sambil menatap ke sekitar ruang keluarga, banyak sekali foto Shanette, dimulai dari TK sampai SMA, disetiap foto raut wajah Shanette selalu terlihat bahagia dengan menampilkan piala di tangannya.

"Pantesan lo terpukul banget, Sha," gumam Galang pelan.

Galang tertarik pada sebuah foto yang terpajang di sudut ruangan, foto Shanette bersama seorang lelaki. Sama-sama memakai seragam putih abu-abu, dan tersenyum bahagia.

"Gak usah diliat."

Galang menemukan Shanette yang sekarang sudah berganti pakaian, gadis itu berjalan dan duduk di sofa.

"Dia siapa lo?" tanya Galang.

"Gak penting, dia bukan siapa-siapa gue, lo gak perlu tau," jawab Shanette.

"Kalau gak penting? Kenapa fotonya sampe lo pajang, pasti penting lah."

"Dia Kavin, cowok yang gue kenal dari SMP dan dia adalah cinta pertama gue."

"Oh, jadi dia cowok yang lo suka? Lumayan ganteng sih," Galang berjalan mendekat dan memilih duduk di sebelah Shanette.

"Tapi masih tetap gantengan gue," ujar Galang seraya menaikkan alisnya.

"Pede banget lo."

"Bukan pede. Cuma gue lagi gomongin fakta, kok."

"Sekarang dia kuliah di mana?"

"Gak usah dibahas, udah gue bilang kalau dia gak penting dan sekarang gue gak suka sama dia lagi."

"Lah, kenapa? Katanya dia cinta pertama lo, kok malah jadi gak suka." Galang menaikkan sebelah alisnya bingung.

"Gue suka sama dia, itu dulu. Sebelum dia pacaran sama sahabat gue sendiri, dan sekarang gue mau belajar lupain dia kok. Gue gak mau ada di antara hubungan mereka berdua," jawab Shanette.

DEPRESI | COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang