"Setiap luka dan kekecewaan bisa sembuh, jika adanya perubahan."
****
Galang Abiputra salah satu most wanted SMA Senja, meskipun dia tidak pernah bergabung dengan ekskul mana pun, namanya tetap tersohor karena pesona yang dimiliki mampu membuat kaum hawa menjerit histeris apalagi jika dia tersenyum, Galang memang terkenal dengan sifatnya yang ramah dan sering tersenyum, itu semua menjadi poin plus di mata para siswi SMA Senja.
"Gue duluan, kayaknya lo betah banget di parkiran," ujar Raskal saat sudah memberhentikan motornya di samping motor Galang.
"Lo duluan aja, gue emang lagi betah banget di parkiran," jawab Galang di sertai cengiran khasnya.
"Lo emang rada gak waras Lang, yaudah gue mau pulang duluan. Silahkan lanjutkan bersantai ria di parkiran sekolah saat matahari panas kayak sekarang."
Galang hanya terkekeh melihat wajah kesal Raskal, selanjutnya Galang mengambil ponselnya, mencari nama Shanette dan mengirimkan pesan.
Ke gedung tua yuk, gue jemput sekarang.
Tak lama kemudian Galang sudah mendapatkan balasan bahwa Shanette mau ikut dengannya, dia segera menghidupkan motornya untuk menjemput Shanette.
Sampai di depan gerbang rumah Shanette, Galang menunggu sebentar namun Shanette tak kunjung keluar. Galang turun dari motornya dan masuk ke halaman rumah Shanette. Sampai di depan pintu rumah Shanette, Galang mendengar bahwa ada sedikit keributan di dalam. Galang memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Pintu terbuka menampilkan perempuan paruh baya yang dia yakini adalah mama Shanette.
"Siapa ya?" tanya mama Shanette.
"Assalamualaikum tante, saya Galang, teman Shanette. Shanette nya ada di rumah, kan?"
"Walaikumsallam."
Amna yang merupakan mama Shanette meneliti penampilan Galang dari ujung kaki sampai ujung kepala, Galang yang merasa risih nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Shanette anak saya sudah lulus SMA dan dia juga tidak punya teman yang penampilannya urakan kayak gini, sepertinya kamu salah alamat," ujar Amna yang membuat Galang sedikit kesal.
"Saya memang temannya Shanette Tante, kalau Tante gak percaya, ya sudah panggil saja Shanette-nya. Penampilan saya urakan karena ini udah pulang sekolah, Tan. Kalau masih di sekolah, kan saya rapi. Berhubung sudah pulang ya suka-suka saya mau berpenampilan seperti apa. Intinya saya ke sini mau ketemu Shanette bukan untuk meminta tante menilai penampilan saya, Shanette-nya ada gak sih, Tan? Tinggal jawab itu aja, Tan. Gak usah salfok ke yang lain. Saya tau saya ganteng dan tante pasti terpesona tapi Tante bisa jamin kalau saya anak baik-baik kok."
Amna menganga kaget mendengar penuturan Galang yang seperti tidak di rem terlebih dahulu.
"Shanette sedang belajar, dia tidak bisa di ganggu. Silahkan kamu pulang."
"Ya gak bisa gitu dong, Tan. Tadi saya sudah kasih tau Shanette kalau saya mau ke sini dan dia juga bilang oke, saya gak mau tau pokoknya saya harus ketemu Shanette. Ke sini juga pakek bensin, Tan. Motor gak bakal jalan kalau di isi air.
"Shanette gue di depan rumah lo ni, Mama lo gak kasih izin gue masuk," teriak Galang.
"Kamu gak ada sopan santunnya sama sekali, gak usah teriak biar saya panggil Shanette-nya." Amna mengalah, sepertinya remaja SMA yang berdiri di hadapan nya saat ini terlihat agak kurang waras
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPRESI | COMPLETED
Ficção AdolescenteLove Yourself #Series1 Bagaimana jadinya? Jika Shanette Ambaswra anak tunggal yang menjadi kebanggaan keluarga karena segudang prestasi yang dia dapatkan harus menelan kenyataan pahit saat namanya tidak tercantum di jalur SNMPTN dan juga SBMPTN? Men...
