22. Melupakan

2.8K 200 11
                                        

Melupakanmu aku rasa itu akan menjadi suatu hal yang teramat sulit untuk aku lakukan."

****

"Sha."

"Sha."

"Shanette."

"Shanette." Kavin menggoyangkan tubuh Shanette, membuat gadis itu kembali ke alam sadarnya.

"Kenapa, Vin?"

"Lo kenapa sih? Kok bengong aja. Dari tadi gue udah manggil padahal, lagi ada masalah apa? Coba cerita sama gue."

"Gak ada kok, gue cuma merasa bosan di rumah. Udah dua minggu gue gak kemana-mana, pulang dari rumah sakit cuma berdiam diri di rumah."

"Gimana kalau kita jalan-jalan, supaya lo gak bosan?" Ajak Kavin.

"Mama gak bakalan izinin pasti, gue mesti istirahat."

"Siapa bilang? Tadi mama lo yang nyuruh gue ke sini, buat ajak lo jalan-jalan biar gak bosan."

"Lo gak bohong?"

"Apa perlu gue telepon mama lo buat memastikan?" tanya Kavin.

"Eh gak usah." Shanette mencegah tangan Kavin yang hendak mengambil ponsel di meja, dia sudah sangat paham. Bahwa mama dan papanya sangat menyukai Kavin.

"Yaudah sana siap-siap, gak pakek lama ya."

"Iya, bawel banget."

*****

Keduanya berjalan berkeliling mall, bermain game sepuas mungkin, berbelanja, dan menonton.

Shanette tersenyum lebar sejak tadi, dia sedikit bisa melupakan masalahnya.

Perlahan senyuman itu hilang, saat Shanette bertatapan dengan seseorang yang sangat tidak ingin dia temui.

Di sana Galang sedang bersama Reta, keduanya terlihat saling melempar senyum. Meskipun Galang sudah mengetahui kehadiran Shanette.
"Jadi makan kan, Sha?"

"Jadi kok Vin, gue udah laper banget."

Shanette menggandeng tangan Kavin, dan memutuskan pandangannya ke arah Galang, sebisa mungkin Shanette harus terbiasa hidup tanpa kehadiran Galang. Shanette yakin, dia akan baik-baik saja.

Galang yang melihat Shanette pergi berdua dengan Kavin, ada sedikit rasa sakit yang menjalar.

Tapi dia cukup sadar diri, dia bukan siapa-siapa Shanette. Melainkan hanya seorang lelaki yang telah menyakiti hati gadis itu.

"Galang bagus gak?"

"Bagus."

"Kalau yang ini?"

"Bagus."

"Gimana kamu bisa bilang bagus, kamu aja gak liat apa yang aku tunjukkin."

Galang menghempaskan tangan Reta kasar, lalu menatap Reta tajam. "Lo udah mau gue temenin bukannya berterima kasih, tapi malah negelunjak kayak sekarang. Terserah lo mau beli apa aja, gue gak peduli."

DEPRESI | COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang