"Aku ingin dipeluk kalian dengan rasa setulus mungkin.
Aku ingin dipeluk kalian, saat aku merasa rapuh bukan cuma ketika menjadi juara.
Aku ingin kalian melihat sedihku juga, bukan sekadar tawa yang aku paksakan.
Aku ingin bercerita tentang kehidupanku, bukan cuma tentang pendidikan dan nilai memuaskan.
Aku menginginkan kalian melihat kondisi rapuhku, bukan hanya saat bahagia saja.
Aku menginginkan semua hal yang belum pernah aku rasakan selama ini.
Apa bisa terkabulkan?"
*****
Sepulang kuliah Shanette segera menuju ke rumah sakit, dia mengabaikan Raskal yang sejak pagi memang sudah sibuk menggodanya.
Menurut kabar yang dia dapatkan, Galang sudah sadar sejak tadi pagi. Sebelum mampir, Shanette membeli buah-buahan untuk dia bawakan ke sana.
Shanette menyusuri koridor rumah sakit, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, mungkin karena dia sudah memaafkan Galang, maka rasa itu kembali hadir menyapanya.
Shanette membuka pintu ruang rawat inap, dia masuk ke dalam. Mama Galang terlihat sedang membantu lelaki itu meminum obat.
"Selamat siang, Tan."
"Tante kira kamu gak ke sini, udah siap kuliah?"
"Udah Tan, makanya Shanette di sini."
"Tante tinggal gak apa-apa? Soalnya Tante mau pulang sebentar, mandi dan mengambil pakaian Galang. Bisa Tante minta tolong kamu sebentar untuk di sini."
"Bisa kok Tan, Tante juga perlu istirahat. Biarin Shanette yang jaga dulu."
"Kalau kamu perlu apa-apa langsung telepon Tante aja aja ya."
"Iya, Tan."
"Mama pulang dulu ya Galang, Shanette. Kalau dia banyak maunya, tinggalin aja sendiri ya."
Shanette tersenyum tipis, "Iya, Tan."
Setelah kepergian mama Galang, suasana mendadak canggung. Shanette berusaha mencairkan suasana, dia benar-benar tidak nyaman dengan zona seperti ini.
"Gimana kata dokter soal keadaan lo?"
"Gue cuma butuh istirahat aja, 2 hari lagi boleh pulang."
"Gue minta maaf," ujar Shanette.
"Bukan salah lo kok, gue yang nyebur diri sendiri."
"Bukan soal itu gue minta maaf."
"Jadi soal apa?'' tanya Galang.
"Maaf tentang perkataan papa gue dulu, yang mungkin bikin lo sakit hati, gue juga minta maaf. Karena pernah menjauh dari lo, benci sama lo."
"Siapa yang kasih tau lo?"
"Kenapa lo gak pernah kasih tau gue soal ini Lang, tentang papa gue yang tiba-tiba minta supaya lo jauhin gue. Kenapa?"
"Itu bukan pertanyaan yang gue tanyakan Sha."
"Mama lo yang kasih tau gue."
"Jadi, apa lo memaafkan kesalahan gue sekarang?"
"Gue yang seharusnya minta maaf bukan lo Lang."
Galang tersenyum, "Akhirnya kesempatan gue buat memiliki lo terbuka lagi Sha."
"Siapa juga yang mau sama lo? Bocah."
Galang tertawa, "Entah kenapa gue suka panggilan itu, mungkin karena Tante yang manggil kali ya."
"Enak aja ngatain gue Tante."
"Sekalipun Tante, gue tetap sayang sama lo kok."
"Apaan sih." Shanette memukul lengan Galang.
"Cie malu-malu."
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPRESI | COMPLETED
Ficção AdolescenteLove Yourself #Series1 Bagaimana jadinya? Jika Shanette Ambaswra anak tunggal yang menjadi kebanggaan keluarga karena segudang prestasi yang dia dapatkan harus menelan kenyataan pahit saat namanya tidak tercantum di jalur SNMPTN dan juga SBMPTN? Men...
