15. Koalisi bahagia

3.2K 198 7
                                        

"Selamat hari merdeka, meskipun saat ini aku masih berjuang untuk mendapatkanmu."

****

Seminggu sudah Shanette tidak bertemu dengan Galang. Terakhir kalinya mereka bertemu ialah pada saat Shanette berkunjung ke rumah Galang.

Galang sama sekali tidak menjauh, lelaki itu hanya sedang sibuk dengan lomba 17-an di sekolahnya. Shanette tidak masalah akan hal itu, sesibuk apapun Galang. Lelaki itu tetap mengabari Shanette.

Yang dilakukan Shanette selama satu minggu ini ialah belajar. Hanya itu yang menjadi rutinitasnya sekarang.

Jam sembilan pagi Shanette sedang berada disalah satu taman. Dia memang sudah meminta izin untuk berolahraga pagi. Shanette memang tidak langsung pulang, dia ingin menghabiskan waktu beberapa saat di luar rumah. Jujur, dia bosan berada di rumah dan terus berurusan dengan buku.

"Sha, sendiri aja?"

"Iya nih, lo sendiri sama siapa?" tanya Shanette.

Kavin meneguk air mineral yang barusan dibeli, mengusap peluh yang membanjiri dahinya dengan handuk yang tersampir dipundaknya.

"Sendiri Sha, mau minum?" tawar Kavin.

"Gak, gue udah minum tadi."

"Hmm, kok gak kuliah?"

"Kebetulan hari ini jadwalnya siang."

"Oh, gimana hubungan lo sama Keisha?"

"Keisha gak kasih tau lo? Kan gue sama dia udah putus sekitar dua minggu yang lalu."

"Kok bisa?"

"Kita sama-sama gak mencintai, hanya saling terpesona aja. Lagian, Keisha udah dapat pacar baru kok sekarang. Lo gak usah khawatir, dia udah bahagia.

"Tahun depan, tes di UI lagi gak?"

"Insyaallah."

"Gue doakan semoga keterima."

"Makasih, gue pulang dulu ya."

"Sha, boleh gue minta nomor lo. Nomor yang dulu gak aktif lagi kayaknya."

"Iya gue ganti nomor, gue gak enak pas ada yang tanya gue kuliah di mana. Gue masih terlalu malu mengakui kegagalan gue."

Kavin memberikan ponselnya pada Shanette, setelah mengetikkan beberapa Angka. Shanette mengembalikan ponsel Kavin.

"Sha."

"Iya."

"Gue anterin ya."

"Gak usah Vin, gue gak mau merepotkan lo."

"Santai, gue tulus dan gak merasa direpotkan."

"Oke."

*****

Sampai di rumah Shanette membaringkan tubuhnya di kasur, dia menatap langit-langit kamarnya.

Beberapa pertanyaan kini tergiang dikepalanya.

Kenapa saat mengetahui bahwa Kavin dan Keisha putus. Shanette merasa sedikit lega, apa dia masih menaruh harapan pada Kavin?

Lantas, apa Kavin memiliki perasaan untuknya?

Getaran di saku celana training Shanette membuatnya kembali tersadar.

Sebuah panggilan Video dari Galang.

"Halo Sha, coba tebak sekarang gue mau ikut lomba apa hayo?"

"Lomba mengukur tingkat kepedean."

DEPRESI | COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang