24. Bukan penepat janji

2.8K 203 5
                                        

Note:

Yang rindu sama Galang, dipendam dulu ya. Dia lagi sibuk di Amerika, jadi gak bakalan muncul di beberapa part ini.

*****
"Lagi-lagi aku lupa, bahwa kamu memang bukan penepat janji yang baik."

****

Sudah seminggu kepergian Galang memang benar-benar mengubah hidupnya. Lelaki itu sama sekali tidak memberikan kabar, padahal dia sudah berjanji akan melakukan hal itu. Namun Shanette lupa, bahwa Galang bukan penepat janji yang baik. Dia kembali dibohongi, dan membiarkan rasa rindunya semakin menyeruak.

Selama seminggu juga, Shanette mengurung diri di kamarnya, tidak belajar ataupun melakukan aktivitas lainnya.

Shanette nyaman seperti sekarang, melamun membayangkan suatu saat nanti Galang akan kembali menemuinya, meskipun kata mustahil selalu menghantui disetiap penantian Shanette. 

Sebentar lagi, dia akan kembali mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Shanette tidak yakin bahwa dia bisa menembus standar nilai yang sudah ditetapkan. Bahkan Shanette sudah lupa kepada materi-materi yang pernah dia pelajari selama Galang masih ada di sisinya.

Shanette lupa, bagaimana semua anggota serta pemikirannya sama sekali tidak bisa berfungsi dengan normal setelah Galang pergi.

Sebelum tertidur, Shanette mengambil satu butir pil dan meminumnya.

Obat penenang akan selalu dia sediakan supaya semua orang menganggap bahwa dirinya memang benar-benar sangat baik, meskipun penyemangatnya telah pergi.

****

Hari ini, Shanette akan mengikuti tes, selama menunggu angkutan di halte banyak orang yang berbisik melihat ke arahnya karena sedari tadi Shanette hanya menatap kosong ke arah depan, tidak ada lagi yang menarik baginya. Termasuk kepada hujan yang jatuh membasahi bumi hari ini.

Shanette menghalau hujan itu dengan payungnya, dia membenci objek ini. Karena kembali mengingatkannya pada Galang, apa pun yang berhubungan dengan Galang, Shanette akan membencinya.

Shanette tiba di kampus yang selama ini dia incar, tidak ada rasa deg-degan atau ketakutan seperti tahun kemarin.

Shanette mati rasa, keterima atau tidaknya di UI, dia sudah tidak peduli lagi.

Sampai seseorang datang dan merangkul pundak Shanette, membuat gadis itu merasa sedikit lebih baik dibandingkan seminggu yang lalu.

"Lo kemana aja? Katanya mau bikin gue ketawa setiap hari?"

"Gue harus ke tempat nenek, maaf Sha. Setelah ini, gue pasti ada buat lo."

Shanette melipat payungnya saat sudah memasuki koridor kampus.

"Jadi masuk kedokteran?" tanya Raskal, seseorang yang mampu membuat Shanette tidak lagi merasa sendirian di dunia ini.

"Enggak, papa berubah pikiran, gue disuruh ke manajemen."

"Wah sama dong, terus gimana dengan belajar lo yang hampir setahun itu, sia-sia dong," ujar Raskal.

"Hmm, mau gimana lagi."

"Gue yakin lo bisa, ayuk berjuang sama-sama."

Perlahan raut wajah terluka itu membaik, berganti dengan sebuah senyuman tipis yang benar-benar tulus dari hati Shanette.

"Apa lo udah mendapatkan kabar dari Galang?"

"Jangan bahas dia lagi, gue udah lupa," ucap Shanette meminta Raskal berhenti, meskipun gadis itu sangat ingin tau.

DEPRESI | COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang