"Ini tentang ucapan terima kasih,
Teruntuk kamu, terima kasih telah menarikku agar tetap berada di dunia ini.
Terimakasih telah mengingatkan, bahwa di kehidupan bukan hanya sekedar tangis, tapi juga kebahagiaan.
Terimakasih juga atas semua luka patah hati, dengan itu aku sadar.
Bahwa sebuah perjuangan, memang tidak akan semudah bayangan."
*****
Tidak seperti hari biasanya Shanette bersemangat saat dosen yang mengajar hari ini tidak bisa berhadir karena hujan turun begitu derasnya.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, Shanette mengambil jas hujan berwarna merah jambu di dalam lemari. Memakainya, lalu menguncir rambutnya.
Shanette tersenyum sendiri, melihat kegilaannya. Jika hari biasa Shanette memutuskan untuk bermalas-malasan di tempat tidur, tapi tidak hari ini. Karena dia sudah berjanji dengan seseorang.
Shanette menuruni tangga dengan langkah riang, bahkan beberapa kali dia menyanyikan lirik lagu yang sedang populer saat ini.
Pemandangan Shanette seperti pagi ini, jelas saja tidak pernah disaksikan oleh asisten rumah tangganya. "Pagi non, kelihatan ceria sekali. Mau kemana?"
"Saya ada janji mau ketemu sama seseorang bi, tolong jaga rumah ya."
"Tapi," asisten rumah tangga Shanette melirik ke arah jendela. "Di luar masih hujan, Non. Gak tunggu reda dulu?"
"Gak apa-apa Bi, lagian saya sudah memakai jas hujan. Jadi, gak bakalan basah kok."
"Ya sudah, Non hati-hati ya."
"Siap laksanakan, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Shanette membuka pintu pagar rumahnya, lalu tersenyum geli menatap lelaki yang saat ini duduk di motor kesayangannya dan memakai jas hujan dengan model dan warna yang sama.
"Pagi tuan Galang."
Galang mencebik kesal, "Kenapa harus warna ini Sha?"
"Gak suka?"
"Warnanya terlalu feminim untuk aku yang gagah."
"Prett."
"Beneran Sha."
"Terus mau kamu apain, buang?"
"Gak juga, ini bisa aku kasih buat mama nanti."
"Terus kamu basah kuyup?"
"Gak juga Sha, aku bisa beli lain."
"Sayangnya aku mau kita samaan, kalau kamu gak mau pakek. Berarti aku juga gak mau." Shanette melipat tangan di bawah dada.
Galang meremas rambut belakangnya, "Ya udah. Ini tetap dipake kok, jangan ngambek gitu."
"Gitu dong, baru pacarku."
"Ralat, tapi calon suami," ujar Galang.
"Terserah anda, jadi kita mau ke mana nih?"
"Mengulang semua hal indah, yang pernah kita lalui berdua. Ayuk naik."
Shanette berpegangan di pundak Galang, lalu naik ke motor.
"Siap tuan putri."
"Iya."
KAMU SEDANG MEMBACA
DEPRESI | COMPLETED
Genç KurguLove Yourself #Series1 Bagaimana jadinya? Jika Shanette Ambaswra anak tunggal yang menjadi kebanggaan keluarga karena segudang prestasi yang dia dapatkan harus menelan kenyataan pahit saat namanya tidak tercantum di jalur SNMPTN dan juga SBMPTN? Men...
