Zimzalabim 2

1.4K 143 3
                                        

2

'Kalian lihat. Wendy selalu saja ada disaat mereka mau menyakitiku. Atau membuatku malu. Dari kelas satu wendy membuatku penasaran padanya.'

"Irene ssi, apa tdak pulang?" Tny wendy.

"Ah, ne." Jwb irene membereskan bukunya.

Aku dan wendy sering pulang bersama. Aku bahkan tidak tau dimana rumahnya padahal sudah dua tahun kita sering pulang bersama.

"Wendy? Kenapa kau selalu mengikutiku?" Tny irene

"Siapa yg mengikutimu? Arah rumahku dan rumahmu sama."

"Benarkah? Dari dulu kau katakan itu. Tapi sebenarnya dimana rumahmu?" Tny irene.

"Melewati rumahmu. Untuk apa kau mengetaui rumahku! Apa kau mau menemui org tua ku?"

"Mwo? Yaa, jinjja! Apa salah jika aku bertanya?" Kesal irene.

Wendy menahan tawanya.
Irene berjalan mendahului wendy. Wendy mengikuti dari belakang.

"Jauhi seulgi!" Ucp wendy sekilas.

"Mwo?"

Wendy tidak mengulangi perkataannya lagi.

"Kenapa jika aku dekat dengannya?" Ucp irene.

"Kau akan terluka." Ucp wendy

"Apa maksudmu? Dia baik pdaku. Walau caranya kasar. Aku nyaman jika bicara dengannya"

"Ghojimal. Yg ada kau ketakutan" jwb wendy.

"Seulgi manis, aku rasa karena tidak ada teman yg memahaminya jadi dia sedikit kasar"

Wendy terdiam mendengar perkataan irene seperti itu.

"Irene ssi? Apa kau percaya pda temanmu?" Tny wendy

"Mwo? Teman? Siapa temanku? Apa kau? Sejak kapan aku dan kau berteman?" Gumam irene.

"Mwola, tapi aku katakan lagi, jauhi seulgi."

"Apa karena dia kaya dan aku miskin?"
Irene menunduk sedih.

"Tidak ada hubungannya dengan itu! Kau ingat perkataanku dua tahun lalu?" Tny wendy.

Irene menatap wendy sekilas. Lalu menatap kearah depan.
"Dua tahun lalu? Apa? Aku sepertinya lupa" ucp irene.

Irene dengan rambut di kuncir satu dan kacamata bulat yg selalu ia pakai. Membuat semua org yg melihatnya mulai menyukainya.

Wendy mencuri menatap irene dari samping.
"Kau temanku mulai sekarang." Ucp wendy.

"Ssiroo! Aku tdk mau berteman denganmu" ucp irene

"Jinjja? Kau akan menyesal jika tidak mau berteman denganku"

"Eiiss, jinjaa. Mwola. Kau saja tdk punya teman. Kau berasal dari keluarga yg tidak diketahui asal muasalmu" ucp irene kelepasan.

ZimzalabimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang