Irene memakai kembali pakaiannya. Bergegas hendak keluar.
"Irene ah?" Gumam wendy menahan irene dengan memeluk irene dari belakang.
Wendy bernafas dengan memburu. Mencium bahu dan leher.
"Kajimaa" gumam wendy berbisik terus menciumi leher dan telinga irene.
Irene memejamkan matanya. Juga dengan nafas beratnya.
Wendy terus membelai lembut tubuh irene yg masih berdiri diam.
Wendy mencium pipi dan memutar tubuh irene menghadapnya.
Cup!
Wendy kembali mencium bibir irene.
Irene menutup matanya.
Cup!
Irene melepaskan ciumannya. Menatap wendy yg hanya memakan celana boxer.
"Angkat telponmu" ucp irene
"Aku tdk mau mengangkatnya" ucp wendy.
"Yaa! Son wendy!" Ucp irene.
"Tidur denganku! Maka akan aku angkat telpon itu" ucp wendy
"Yaa!!" Gumam irene.
"Arasso!" Ucp wendy mengambil ponselnya.
Ia lihat panggilan dari nyonya Kim. Eomma Rose.
Wendy duduk dipinggir kasur.
Irene berdiri merapikan pakaiannya.
Lama wendy berbicara akhirnya ia letakkan ponselnya.
"Aku harus ke kanada." Ucp wendy menatap dongak irene.
Irene diam sejenak.
"Kemungkinan aku akan menikah disana" ucp wendy berdiri.
"Waeyeo?" Tny irene
Wendy memeluk irene. Irene diam tdk membalas.
"Apa kau mau ikut denganku? Aku ingin mengenalkanmu pda keluarga besar Kim" ucp wendy menatap irene.
"Mwo? Keundae?" Gumam irene bingung.
"Mereka pikir aku masih sendiri. Dan mereka menyiapkan untuk pernikahanku disana" ucp wendy melepaskan pelukannya.
"Wendy ah, aku... aku??" Gumam irene.
Wendy diam menatap irene.
"Aku tidak bisa." Ucp irene meninggalkan kamar wendy.
Wendy diam menatap irene pergi keluar dari kamarnya.
Wendy kembali duduk dipinggir kasurnya.
Kedua tangan nya saling menggenggam. Wendy mengusap wajahnya kasar.
Irene masuk kekamarnya. Ia terdiam dibalik pintu.
"Mianhae, aku tidak mau keluargaku kembali di hina olh orang2 kaya. Cukup saat itu. Aku tdk mau appa dan eomma sedih" gumam irene meneteskan airmatanya.
Wendy kembali memakai bajunya. Ponsel yg sedari tadi berbunyi. Tidak ia hiraukan.
Tokk! Tokk!
Wendy mengetuk pintu kamar irene.
Irene membukanya perlahan.
Mata mereka saling menatap. Wendy terdiam dengan terus menatap irene yg sesekali menunduk.
"Jawab pertanyaanku satu kali ini saja. Setelah ini aku tidak akan bertanya lagi" ucp wendy satu tangannya berada di saku celana depan.
Irene tdk menjawab hnya menatap kearah wendy.
"Apa kau mau hidup bersama ku?" Tny wendy
Irene menatap kejut kearah wendy.
Deg! Dada irene serasa sesak.
"Apa yg harus aku katakan?" Batin irene.
Wendy terus menatap irene.
"W.. wae kau menanyakan itu?" Gagu irene.
"Cukup jawab, ya atau tidak?" Ucp wendy
Irene sedikit ragu.
"Kau diam. Aku rasa jawaban mu tidak. Gwinchana. Aku tdk mau membuatmu tdk nyaman jika didekatku." Ucp wendy
KAMU SEDANG MEMBACA
Zimzalabim
FanfictionLahir dikeluarga sederhana. Mendapat keberuntungan bisa bersekolah di sekolah menengah atas yang elit dan rata rata siswa yg bersekolah disana adalah anak CEO, DIREKTUR UTAMA, Bahkan Pemilik Perusahaan Terbesar lainnya. Berharap semua terulang kemba...
