Irene bergegas berpamitan dengan appa eommanya.
"Appa, eomma aku berangkat dulu. Annyeong" ucp irene
"Hati2 sayang" ucp eomma berteriak.
"Ne.." ucp irene membuka pintu rumah.
Irene menujuk pintu pagarnya.
"Kenapa dengannya? Seperti bermimpi buruk saja" gumam appa
"Hmm? Semalam tubuhnya panas. Jadi aku kompres saja. Aku dengar irene memanggil nama w.. wendy?" Ingat eomma.
"Oo? Nugu? Wendy?" Tny appa.
"Ne, wendy." Ucp eomma.
Appa berpikir sejenak.
"Biarkan saja, irene butuh seorang laki2 yg ia cintai juga. Kajaa, kita bersiap ke kebun apel" ajak eomma.
"Bajaa, aku lupa" ucp appa.
Eomma tersenyum.
"Dorrr!" Kejut wendy pda irene disaat irene menutup kembali pintu pagar rumahnya.
"Kamchagiyaa!!" Gumam irene memegang dadanya.
Wendy tersenyum kecil berjalan seolah tdk terjadi apa2.
"Yaa!! Son wendy!!" Teriak irene kesal.
Wendy tersenyum tanpa berbalik.
"Yaa, tunggu aku!" Teriak irene.
Wendy berhenti tiba2.
Brukk.
Irene menumbur lengan wendy.
"Oo??" Gumam irene ketika hendak tersungkur kedepan.
Dengan sigap wendy menarik tas irene. Membuat posisi irene tidak jatuh nmn condong kedepan seperti patung.
"Yaa, gwinchana?" Tny wendy membalik tubuh irene.
Irene menatap wendy berkedip perlahan.
"Ah, n.. ne" ucp irene terbata.
"Mianhae!" Ucp wendy melepaskan tangannya dari tubuh irene.
Irene berdiri sedikit canggung.
"Kajaa!" Ajak wendy yg berjalan dibelakangnya. Irene berjalan.
Irene sesekali menatap wendy disampingnya. Wendy menunduk canggung.
Siittt!!!
Mobil mewah berhenti dihadapan mereka berdua. Wendy menatap datar kearah mobil tsb. Irene sedikit takut.
Brak!!
Seulgi turun dan menutup pintu mobilnya. Seulgi membuka kacamata hitam yg ia kenakan.
Irene perlahan bersembunyi dibelakang tubuh wendy. Wendy melihat sekilas kearah samping. Kembali menatap seulgi.
"Yaa! Bae irene. Naiklah, kita pergi sekolah bersama" ucp seulgi menunjuk kearah irene yg bersembunyi. Irene menarik baju wendy walau wendy tdk merasakannya.
"Yaa, apa kau tidak dengar. Hey, si anak tiri,, menyingkir dari nya. Pallie" ucp seulgi pda wendy.
"Kau menghalangi jalan ku. Jadi yg seharusnya menyingkir itu kau!" Ucp wendy santai.
Irene masih memegang baju belakang wendy. Menunduk dibelakang punggung wendy.
Seulgi membuang ludahnya. Seulgi berjalan mendekat kearah irene.
Wendy berputar menghalanginya.
"Eeiisshh, apa kau mau aku hajar?" Tegas seulgi sambil mengunyah permen karet.
Wendy masih menatap datar wajah seulgi.
"Dia kekasihku!" Ucp wendy
"Ckk!" Tawa seulgi
Irene menatap sekilas bahu wendy dihadapannya. Kembali menunduk.
"Kau?" Tegas seulgi.
"Jangan sentuh dia lagi. Dan walaupun kau berkuasa di sekolah atau dimanapun, aku tidak akan takut padamu. Satu kali kau menyentuhnya, seratus kali wajah mulusmu itu aku ubah menjadi sampah" tegas wendy. Irene memejamkan matanya. Irene menjatuhkan dahinya dipunggung wendy. Wendy mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zimzalabim
FanfictionLahir dikeluarga sederhana. Mendapat keberuntungan bisa bersekolah di sekolah menengah atas yang elit dan rata rata siswa yg bersekolah disana adalah anak CEO, DIREKTUR UTAMA, Bahkan Pemilik Perusahaan Terbesar lainnya. Berharap semua terulang kemba...
