Mereka. Duduk dibangku taman.
"Sebaiknya kita pulang" ucp wendy.
Irene menatap wendy.
"Apa kau jadi bertunangan dengan dia?" Tny irene.
"Ne, mianhae" ucp wendy berbohong.
Irene merunduk lagi. Ia tatap cincin yg wendy berikan tsb.
"Apa kau tega melihat aku sendirian?" Tny irene pelan.
"Apa kau yakin akan perasaanmu?" Tny wendy
Irene menatap wendy dan mengangguk.
"Tatap aku?" Pinta wendy
Irene menatap wendy.
"Kau harus bisa menjaga dirimu, temukan laki2 yg memang kau inginkan dan menyayangimu tulus" ucp wendy berdiri.
"Yaa! Kau bilang kemari kalau kau masih menyukaiku? Kajimaa" Ucp irene menangis.
"Aku ingin menghabiskan malam denganmu" ucp wendy
"Batalkan pertunangannya. Aku akan tidur denganmu malam ini" ucp irene
"Mwo? Yaa, sejak kapan kau berpikir seperti ini?" Marah wendy.
Irene menunduk.
"Keurae, selamat tinggal. Semoga wanita itu memang benar2 kau inginkan." Ucp irene berjalan menangis meninggalkan wendy.
Wendy menahan tawa dan bahagianya. Rencananya berhasil.
Flashback.
Saat itu, wendy dijemput oleh sopirnya di bandara. Sepulangnya wendy dari kanada. Wendy membawa piagam nya.
"Apa tuan wisudah?" Tny sopir.
"Ne, aku mendapat gelar baru pak"
"Chukae tuan." Senyum sopir dari kaca sepion.
Wendy hnya tersenyum kecil. Meletakkan piagamnya disamping duduk nya.
"Tuan, ada yang ingin saya berikan. Tapi, maaf jika yg saya lakukan ini salah" ucp sopir.
Wendy menatap bingung sopirnya.
Sampai dirumah wendy.
"Ini tuan" ucp sopir memberikan sebuah memory card.
Wendy menaikan satu alisnya.
"Apa ini?"
"Sebaiknya tuan saja yg mendengarnya" ucp sopir tersenyum.
Wendy masuk kekamarnya.
Wendy memasang earphone dikedua telinganya.
Wendy berjalan kekiri dan kekanan didalam kamarnya.
Sesekali wendy mempercepat suara tsb.
Deg!
Wendy menghentikan kakinya. Diam mematung. Ia tersenyum mengepalkan kedua tangannya.
Ntah apa yg ia dengar. Pengarangpun tidak tau. 🤣🤣
Dab!!! Dab!!
Wendy terburu2 hendak pergi.
"Tuan?" Ucp pelayan bingung.
"Aku pergi dulu" ucp wendy
"Jalan pak" ucp wendy.
Sopir menoleh kearah wendy.
"Pak?" Ucp wendy bingung.
"Maaf tuan, apa tuan mau menemui non irene?"
"Ne, ayo pak" ucp wendy semangat.
"Maaf tuan, keundae. Apa tidak sebaiknya nanti saja tuan. Dan, dengan cara lain biar bisa benar2 memastikan semuanya" ucp sopir.
Wendy berpikir sejenak.
"Apa maksudnya?" Tny wendy.
Sopir mempunyai rencana untk wendy.
Kebetulan wendy ada pertemuan dengan keluarga sejeong. Wendy ambil kesempatan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zimzalabim
FanfictionLahir dikeluarga sederhana. Mendapat keberuntungan bisa bersekolah di sekolah menengah atas yang elit dan rata rata siswa yg bersekolah disana adalah anak CEO, DIREKTUR UTAMA, Bahkan Pemilik Perusahaan Terbesar lainnya. Berharap semua terulang kemba...
