Wenrene sampai di kantor wendy.
Wendy turun duluan.
"Ini pak!" Ucp wendy.
Irene perlahan keluar sendiri dari taxi.
"Aku langsung pulang saja" ucp irene pelan.
Wendy melihat taxi yg sudah melaju jauh.
"Direktur, semua klien menunggu diruang rapat" ucp yeri yg mendekat.
Irene menatap senyum ke arah yeri.
Yeri tidak membalas senyuman irene karena terburu buru.
"Baiklah, kita kesana!" Ucp wendy berbalik hendak meninggalkan irene.
Nmn wendy berhenti.
"Duluan saja. Siapkan semua berkas yg ingin aku tanyakan." Ucp wendy pda yeri.
"Baik direktur" yeri berlari.
Irene berjalan perlahan menjauh dari kantor wendy ia mau pulang sendiri.
"Istirahat saja di ruanganku. Dan sambil menunggu sampai aku selesai rapat. Kau akan aku antar" ucp wendy.
Irene berbalik.
"Anniyeo, gwinchana. Aku tdk mau kembali merepotkanmu. Aku bisa pulang sendiri" ucp irene.
Hujan tiba2 deras.
"Oo? Ah, hujan!" Gumam irene hendak berteduh tpi jauh. Irene merasa kesakitan dikakinya karena memaksa lari.
"Maaf jika membuatmu tidak nyaman." Ucp wendy mendekat.
Wendy lgs mengangkat tubuh irene masuk kedalam kantornya.
Baju dan rambut wendy dan irene basah. Hujan tiba2 deras.
"Oo? Anni, keundae!" Ucp irene ragu. Nmn wendy terus berjalan mengangkat irene didepan.
Irene tidak bergeming. Kedua tangannya mengalung dileher dan bahu wendy.
Wendy berjalan dengan cepat.
Irene sesekali menatap wendy. Wajahnya basah karena tetesan air dari rambut nya sendiri.
Sampai didepan lift.
Beberapa karyawan nya menatap senyum kearah wendy dan irene.
"Tekan!" Ucp wendy pda irene.
"Oo!" Gumam irene lgs menekan tombol buka di lift.
"Lantai 25" ucp wendy. Irene kembali menekan lagi.
Mereka terdiam didalam lift. Irene sesekali merunduk sambil terus sesekali menatap wendy.
"Mwoyaa igoo, perasaanku semakin aneh." Batin irene melihat kearah brewok tipis wendy.
"Apa kau lupa dengan ku?" Tny irene tiba2.
Wendy menatap kilas kearah irene. Sambil terus menggendong irene.
"Apa ada yg salah?" Ucp wendy
"Anni, kalau aku boleh tau. Kenapa aku merasa kau selalu sama seperti dulu?" Ucp irene.
Wendy membenarkan tubuh irene.
"Hanya kebetulan. Dan sepertinya seoul semakin banyak preman. Kau akan diantar sopirku" ucp wendy berjalan keluar dari lift menuju ruangannya.
Semua karyawan terkejut melihat wendy menggendong wanita dan basah kuyup.
Wendy menurunkan irene disofa ruang kerjanya.
"Tunggu sampai sopirku datang. Mungkin satu jam lagi." Ucp wendy mendekat kearah pakaian yg sudah tergantung rapi diruangannya.
Wendy melepaskan jas, dasi dan kemejanya dihadapan irene.
"Astaga!" Gumam irene menutup matanya.
Wendy menatap kearah irene. Dengan wajah datarnya ia memakai baju ganti. Dan memasang dasi dan jas lain.
"Aku tidak punya pakaian wanita. Kau bisa memakai kemejaku. Untk mengganti pakaianmu yg basah. Bajumu juga terlalu transparan" ucp wendy meletakkan kemeja untk irene dipinggir sofa.
Wendy memasang kaos kaki dan sepatu. Air hujan masih menetes di dahi wendy karena mengalir dari rambutnya.
"Oo? Chamsimanyeo." Ucp irene yg risih melihat air diwajah wendy.
Wendy diam mengangkat wajahnya yg masih duduk berhadapan dgn irene.
Tangan irene mendekat kearah dahi wendy. Mengusap air tsb dengan tangannya.
Deg!
Jantung wendy mulai goyah.
Berdetak sangat kuat.
"Anni, hajima.. andwae!" Batin wendy
"Mianhae, bukan maksudku untk lancang menyentuhmu. Maafkan aku" ucp irene kembali menjauhkan dirinya.
Wendy berdiri lalu pergi keluar dari ruangannya.
Tanpa menjawab perkataan irene lagi.
Irene menatap punggung wendy lirih.
"Dia terlalu baik. Dia laki2 yg sangat baik, lembut dan apa adanya" gumam irene.
Irene lihat sekilas pergelangan tangannya. Yg ia tutupi dengan sapu tangan.
Irene buka.
Terlihat memar dipergelangan tangannya.
"Jika appa dan eomma tahu, mereka akan sedih. Mianhae eomma appa" gumam irene meneteskan airmatanya.
Irene masih memakai pakaian yg basah. Irene tatap sekilas baju wendy.
Irene berdiri berjalan mengelilingi melihat gambar lukisan yg ada diruang kerja wendy.
Foto2 wendy yg menerima penghargaan selama ia kuliah, dan foto2 sertifikat tertempel didinding ruang kerja wendy.
"Dia memang pintar" gumam irene tersenyum.
Beberapa foto wendy dan para orang2 ternama di kanada. Yg bekerja sama dengan perusahaannya.
"Orang yang tidak berhasil di kota kelahirannya sendiri, bahkan sekarang menjadi orang yg sukses dinegara lain. Hidup pahit di awal, dan bahagia di akhir." Ucp irene.
Irene menatap kearah luar. Berdiri didekat jendela.
"Aku mulai mencintai seulgi. aku sedih ketika tau bahwa kami tdk jadi bertunangan. Jadi, selama ini seulgi tidak benar2 serius denganku? Ia lagi2 membohongiku" ucp irene sendiri.
"Aku tdk mau mereka hnya kasihan pdaku. Aku akan mengajukan surat pengunduran diri diperusahaan milik keluarga nya!" Gumam irene berbalik.
"Astaga!" Gumam irene terkejut ketika ia berbalik sudah ada wendy dibelakangnya.
"Sebentar lagi, sopirku akan datang." Ucp wendy berbalik duduk dimejanya.
Irene mengangguk diam. Irene kembali duduk disofa.
"Direktur" ucp yeri dibalik pintu.
"Masuk!"
"Ne," yeri mendekat. Menatap irene sekilas.
"Ini berkas tadi. Dan bukankah besok jadwal direktur kembali ke Kanada?" Tny yeri.
"Siapkan semuanya. Kemungkinan aku akan lama disana. Disini akan aku serahkan sama Rose" ucp wendy.
"Ah, baiklah. Permisi direktur" ucp yeri keluar.
Irene diam mendengar semuanya.
Wendy sibuk memeriksa berkas tsb.
Tokk.. tokk!!
"Masuk!" Ucp wendy.
"Permisi tuan" ucp sopir.
Wendy hnya mengangguk kilas.
Sopir kembali keluar.
Irene berjalan mendekat lalu menundukkan kepalanya.
"Terima kasih wendy. Maaf aku selalu merepotkanmu." Ucp irene menunduk sopan.
Wendy yg tanpa menatap irene hny menatap kearah berkasnya.
Irene berjalan kearah luar ruangan wendy.
"Brukk!!" Tiba2 wendy memukul mejanya sendiri.
"Akkkhh!" Gumam wendy mengusap wajahnya kasar.
Wendy menggenggam erat kedua tangannya diatas meja. Menatap marah ntah mengapa.
9
Maaf jika ada kata kata yg salah.
Hanya ff jgn dimasukin hati.
Reveluv.
Wenrene, seulrene
🙏🙏🙏🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Zimzalabim
FanfictionLahir dikeluarga sederhana. Mendapat keberuntungan bisa bersekolah di sekolah menengah atas yang elit dan rata rata siswa yg bersekolah disana adalah anak CEO, DIREKTUR UTAMA, Bahkan Pemilik Perusahaan Terbesar lainnya. Berharap semua terulang kemba...
