Happy Reading ~
❤💙❤
.
.
.
Heris menghela nafas panjang
seraya menyamankan posisi tidurnya.
Ia melirik Ali yang masih menatapnya datar.
Sungguh setiap Ali menatapnya seperti itu rasanya berton ton es menimpa hatinya.
Heris benar benar merasa bersalah
terlalu memaksa Ali selama ini.
Mungkin dengan adanya Prilly
sikap Ali perlahan berubah.
"Papa buat acara makan kalian batal
ya?" tanya Heris.
Ali hanya diam membuat Prilly
menyikut lengannya.
"Kok papa tau sih?" ujar Prilly balik bertanya saat Ali sama sekali tak menanggapi ucapan Heris.
"Papa tau semua apa yang dilakukan Ali. Bahkan papa tau warna celana dalam Ali sekarang," ujar Heris
membuat mata Prilly membulat.
"Serius? Warna apa emang?" tanya Prilly antusias.
Heris terkekeh melihat raut wajah menantunya
Heris yakin Ali tidak akan bertahan lama dengan sikap dinginnya jika sudah bersama Prilly.
"Abu abu."
Prilly mundur kebelakang Ali seraya
menarik keatas kemeja pria itu.
"Yah! Kok pake gesper sih," ujar Prilly kesal saat hendak melihat celana dalam Ali namun gesper hitam menghalanginya.
Beberapa bodyguard yang sedari tadi diam sedikit terkekeh melihat kelakuan istri dari tuannya.
"Kita pulang," ujar Ali datar
seraya menarik tangan Prilly pelan.
"Papa kita pulang ya! Besok aku jenguk
lagi," pekik Prilly sembari melambaikan tangannya pada Heris.
.
.
.
.
"Ali warna apa celana dalam kamu?"
"Abu abu ya?"
"Ih jawab!"
Prilly terus merengek sedari tadi diperjalanan bahkan saat sekarang mereka sudah menginjak halaman rumah megahnya.
"Ali ih kesel," Prilly mengentak hentakan kakinya seraya terus menarik narik kemeja Ali dari belakang.
"Warna apa Ali?"
"Al-"
Bukk
"Awsh!"
Ali berhenti saat tangan Prilly menarik
kemejanya dengan keras, ia menoleh dan mendapati Prilly sudah duduk dengan tangan mengusap lututnya.
"Kenapa?" tanya Ali lantas berjongkok.
"Kebentur pot yang gede ini," ujar Prilly
dan air matanya jatuh begitu saja,
cengeng itulah Prilly.
"Aduh sakit," pekik Prilly saat Ali menyentil dahinya.
"Pot diem ditendang," cibir Ali
seraya membawa Prilly dalam
gendongannya.
Sesampainya dikamar, Ali segera
merebahkan tubuh Prilly.
Ia tau pasti istri anehnya ini begitu
kesakitan
"Diem disini," perintah Ali yang diangguki Prilly.
Ali pergi mengambil kotak P3K
tak selang berapa lama ia sudah kembali dengan kotak P3K ditangannya.
"Buka celananya," perintah Ali.
"kKmu mau perkosa aku sekarang?" tanya Prilly polos.
Astaga! Gadis aneh ini.
Saat Ali begitu menginginkannya dia malah tidak peka.
Tapi saat Ali hendak berbuat baik
pikiran kotor itu menyelimuti otak kecilnya.
Rasanya Ali begitu gemas padanya
ingin mencabik cabik wajah cantiknya.
Ali tak menjawab lantas menarik perlahan celana jeans gadis itu.
"Ih kamu cabul."
"Jangan dibuka."
"Awsh! Pelan oy."
"PRILLY!" geram Ali
saat Prilly terus menahan tindakannya mengobati lutut Prilly.
"Mau apa pake dibuka? Perkosa tanpa izin ya?"
"Kalo gak dibuka gimana ngobatinnya
bocah?!" ujar Ali menahan kesal.
Dengan rasa sebal Ali kemudian dengan telaten mengobati lututnya yang memar.dan sesekali Prilly menjerit saat dirasa lumayan perih.
"Udah!"
Prilly memberenggut seraya mengambil bantal dan ia taruh di depan perutnya.
"Jangan liat! Dosa," ujar Prilly
dan Ali mendengus mendengarnya.
"Jangankan liat! Aku putar! Aku jilat! Aku celupin! Itu hak aku gak akan ada kata dosa."
"Hehe kayak oreo," ujar Prilly terkekeh.
"Tidur," perintah Ali dengan nada dingin.
Prilly berkedip beberapa kali
menyadari betapa tampan suaminya itu.
"Tidur cah," perintah Ali lagi dengan nada kesal namun Prilly masih setia menatapnya.
Cup
"Ih gak izin," pekik Prilly saat Ali mengecup bibirnya sekilas
lantas berlalu dengan tanpa dosa.
*
*
*
Prilly mengambil ponselnya seraya
mengusap ngusapnya asal.
Rasa bosan merongrong hatinya
apalagi kakiknya masih sakit untuk bergerak.
"Ali jadi suami jahat banget sih! Masa
istrinya sakit ditinggal gitu aja," dumel Prilly kesal.
Drtt Drtt
Prilly terlonjak kaget saat ponselnya bergetar.
Namun senyum manis terukir
saat tertara nama Ali disana.
"Halo Ali,"
"Lagi,"ujar Ali dari sebrang
membuat dahi Prilly mengernyit.
"Lagi? Lagi apa?" tanya Prilly bingung
"Lagi mikirin istri cantik yang dilanda bosen dirumah."
Mendengar jawaban begitu dari Ali
membuat prily tersenyum malu
Ah Ali nya ini memang aneh tapi ngangenin.
"Tadi ada client cantik! Niatnya mau minta nomor tapi gak jadi," ujar Ali lagi
membuat Prilly mendengus kesal.
"Kenapa gak jadi? Dia kabur?"
"Bukan."
"Terus kenapa?"
"Aku lupa"
"Lupa apa?"
"Lupa kalo ada bidadari yang suka ngomel dirumah dan dia lebih cantik."
Prilly mengambil bantal lantas mengigitnya gemas.
Andai Ali ada disini sudah Prilly cakar cakar wajah datarnya.
"Aku sayang kamu," ujar Ali pelan
membuat mata Prilly membulat tak percaya.
"Apa Li? Gak denger!" ujar Prilly memancing.
"Gak jadi," balas Ali seraya mematikan
sambungannya.
"Ih nyebelin!" pekik Prilly.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Husband ( End )
FanfictionWarning 18+ Dulu hidup Aliandra Xander William hanyalah sekedar hitam putih, Di perintah dan menjalankan. Jalan hidupnnya datar mengikuti alur arahan Heris sang ayah Sampai gadis itu datang memaksa Ali menjadi sepertinya yang tak bisa diam dengan...
