Happy Reading 📝
Sorry for typo ✏
.
.
.
🍁🍁🍁
Ali mengedarkan pandangannya keseluruh tempat mencoba mencari gadis anehnya.
Air mata yang tergenang di pelupuk mata Prilly membuat Ali benar benar tidak bisa konsen saat meeting.
Akhirnya Ali memutuskan
membatalkan meeting mereka.
Ali bernafas lega saat melihat Prilly
tengah duduk bersila disebuah sofa tunggu.
Gadis itu mengigit kuku jarinya.
Wajahnya pucat. Lebih tepatnya raut wajah ketakutan.
Seketika Ali merasa bersalah
dan dengan cepat menghampiri gadis itu.
"Ngapain?" tanya Ali membuat Prilly menatapnya.
"Ali aku minta maaf." Ucap Prilly penuh sesal.
Sekeras apapun sikap Ali. Tetap saja Ali mempunyai sisi tak tega. Apalagi Prilly adalah istrinya.
"Lain kali jangan kayak gitu." Ujar Ali
sembari membungkukkan tubuhnya
agar sejajar dengan wajah Prilly. Mengelus rambut istrinya dengan lembut.
"Terus aku dihukum apa?" tanya Prilly dengan wajah polos membuat Ali sedikit tersenyum.
"Kita pulang."
"Meeting nya udah?"
"Batal."
"Kenapa batal?"
"Karna kamu."
Prilly menunduk dengan bibir bawah yang digigit. Jika saja Prilly tidak bersikap seperti tadi maka semuanya akan berjalan lancar.
"Jangan gigit bibir." Ujar Ali pelan
membuat Prilly mendongak.
"Kenapa?"
"Ah kamu anak kecil gak akan ngerti." Ucap Ali lantas menarik tangan Prilly
agar bangun dari duduknya.
"Kalo digigit gak boleh! Diginiin boleh
gak?" tanya Prilly sembari menjilat jilat bibir bawahnya.
Tingka Prilly ini seperti seekor domba sedang menari nari didepan harimau siap untuk dimangsa.
"Gak datang bulan habis kamu!" ucap Ali lantas menarik pergelangan tangan Prilly secara perlahan dan meninggalkan gedung itu.
*
*
*
Prilly menghirup dalam dalam oksigen
disekitarnya. Menikmati aroma malam di kota surabaya.
"Ngapain?" Suara bas Ali membuat Prilly menoleh.
Prilly tersenyum lantas menarik Ali
agar ikut duduk dibalkon.
"Tebak tebakkan yuk?" Ujar Prilly
hingga Ali menatapnya jengah.
Kenapa Prilly begitu senang pada permainan tebak tebakan.
Padahal Ali tidak senang berbicara banyak.
"Malam ini hujan apa enggak?" tanya Prilly.
"Gak."
"Tau dari mana?"
"Dari dora."
"Ih serius!"
Prilly berkacak pinggang dengan bibir yang dimajukan membuat Ali terkekeh melihatnya.
"Bilang hujan apa enggak?" tanya Prilly lagi.
"Gak tau."
"Harus tau."
"Ayo masuk disini dingin." ujar Ali
menarik tangan Prilly namun dengan cepat gadis itu menepisnya.
"Tebak dulu."
"Hujan." ujar Ali pasrah.
"Ih labil! Tadi katanya enggak."
Ali menghembuskan nafas jengah
menatap istri anehnya ini.
"Masuk ayo," ujar Ali lagi.
"Gak mau."
"Masuk."
"Gak mau." Kekeuh Prilly.
"Mau."
"Ih gak mau."
"Mau masukin kamu." Ujar Ali
lantas menarik paksa tangan Prilly.
"Masukin apa?" tanya Prilly bingung.
"Dasar bocah."
"Ih ngehina terus! Padahal aku emang gak ngerti."
🌺🌺🌺
"Ali bangun."
"Oey suami cakep bangun udah pagi."
Prilly terus mengguncang tubuh Ali
namun tak sedikitpun Ali bergerak.
"Ali ih bangun," pekik Prilly.
"Pril diam." Balas Ali dengan suara serak.
"Kamu sakit?" tanya Prilly
sembari menempelkan tangannya pada kening Ali.
"Ya ampun panas." Pekik Prilly panik
melihat Ali yang masih memejamkan matanya.
"Aku panggilin bodyguard kamu
biar dibawa kerumah sakit."
"Jangan." Ucar Ali pelan menahan langkah Prilly
Ali berusaha bangun dengan perlahan
lantas duduk bersandar dikepala ranjang.
"Nanti disuntik." Ucap Ali pelan
membuat Prilly menautkan alisnya.
Ali si dingin takut pada jarum suntik? Aneh.
"Pril?" Panggil Ali membuat Prilly mendekat dan duduk diranjang dekat Ali.
"Apa?"
Cup
Benda kenyal nan lembut itu mendarat
mulus dibibir Prilly.
Mata Prilly terbelalak namun ia hanya beku tanpa bisa berbuat apa apa manakala Ali menarik tengkuknya.
Ali menggigit bibir bawah Prilly membuat gadis itu membuka mulutnya. Perlahan lidah Ali menyelusup kedalam ronggo bibir Prilly melumatnya dengan pelan agar sang empu tidak terluka.
"Nghh..." Lenguh Prilly
saat Ali semakin dalam mengeskpor
salivanya.
Ini aneh rasanya, tubuh Prilly memanas padahal ac disana menyala.
Ali melepas pagutannya sembari menjambak rambutnya.
Sedingin apapun Ali tetap saja hatinya luluh pada gadis aneh yang terikat janji sakral dengannya.
"Aku pesanin makanan buat kamu. " ujar Prilly dengan wajah memerah dan cepat cepat keluar dari kamar mereka.
*
*
*
Setelah beberapa menit Prilly keluar
akhirnya gadis itu masuk dengan mangkuk ditangannya.
"Ini makan." Ujar Prilly
menyodorkan mangkuk itu pada Ali.
Ali menatap bubur itu sejenak
lantas menyuapkan pada mulutnya.
"Gak enak." ujar Ali kesal.
"Gak enak ya? Maaf aku yang buat." Ucap Prilly sedih.
Padahal ia sampai terkena cipratan bubur panas itu saat ia membuatnya. Ia pikir Ali akan menyukainya tapi
ternyata salah.
"Ambilkan air." Perintah Ali
dan segera Prilly menurutinya.
"Terlalu jahat gak sih?" gumam Ali
saat melihat mata Prilly berair.
Ah kembali Ali merasa bersalah.
"Duh laper lagi," Ujar Ali lagi lantas melirik mangkuk yang masih ditangannya.
Satu suap. Dua suap. Tiga suap
hingga setengah bubur itu tandas
berpinda pada perut Ali.
Ali yang baru menyadari hal itu segara
menyembunyikan mangkuk itu dibawah ranjang.
"Kok bisa kebablasan sih." Gumam Ali kesal.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Husband ( End )
Fiksi PenggemarWarning 18+ Dulu hidup Aliandra Xander William hanyalah sekedar hitam putih, Di perintah dan menjalankan. Jalan hidupnnya datar mengikuti alur arahan Heris sang ayah Sampai gadis itu datang memaksa Ali menjadi sepertinya yang tak bisa diam dengan...
