Klik tombol bintang ☆
sebelum membaca 😊💙
Happy Reading ~
.
.
.
Hari sudah sore dan langit mulai gelap tapi Ali dan Prilly masih betah berpelukan diatas ranjang hanya dengan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Yakin gak mau cerita?"ujar Prilly
entah untuk keberapa kalinya.
"Gak."
Prilly mendengus dengan tangan yang ia mainkan diatas ujung selimut.
"Yaudah deh! Lagian aku udah gak kepo juga sama perempuanya."
"Hem."
"Tapi ada balasan kalo kamu gak mau
cerita?"
Ali menghela nafas seraya menatap Prilly, lantas ia menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya "apa?"
"Aku kemarin baru beli tas chanel. Hermes. Sama Louis vuitton."
"Hem."
Prilly berdecak mendengar jawaban malas dari Ali. Lihat sikap dinginnnya kembali lagi, tadi aja waktu Prilly mau pergi dicegah ngrengek ngrengek kayak bocah minta permen.
"Bayarin," ketus Prilly.
Ali mengambil dompet diatas nakas dekat ranjang lalu membukanya. Prilly melirik isi didalam dompet suaminya itu.
Ada beberapa kartu kredit disana
silver. Gold. Dan Platinum.
Dan yang membuat mata Prilly tak bisa
berkedip saat ia melihat kartu kredit titanium. Kartu yang dimiliki oleh orang orang tertentu saja.
"Nih," ujar Ali seraya menyerahkan kartu kredit berwarna gold.
"Yang itu aja dong," desis Prilly
dengan menunjuk kartu titanium.
"Yang ini habisin kalo bisa," ujar Ali mengejek.
"Beneran?"
"Iya! tapi kalo gak habis! Aku bikin
begadang kamu sampai gak bisa jalan."
Prilly menggeleng cepat mendengar ucapan Ali. Suaminya ini dingin dan datar tapi kalau udah urusan olahraga ranjang Prilly sampai kewalahan menyeimbangi hasratnya.
"Enggak mau."
Ali tersenyum lantas berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah sangat lengket karna keringat akibat pertempuran dahsyat dengan istri anehnya ini.
*
*
*
Hari ini Prilly pergi ke butik langganannya untuk membeli dress yang akan ia pakai untuk dinner nanti malam memenuhi undangan partner bisnis suami esnya. Sebenarnya Prilly enggan ikut, ia lebih senang dirumah menghabiskan waktu dengan menonton kartun kesukaannya ataupun membaca novel.
Suami esnya itu mengancam jika Prilly tidak ikut dia akan mencari selingkuhan lain di pesta nanti. Enak aja, yang kemarin aja Prilly belum tau siapa wanita simpanan es batu itu. Ini malah niat mau nambah lagi. Prilly tidak rela.
Saat Prilly keluar dari butik ada wanita yang menghadang dirinya.
Wanita dengan pakaian elegant itu menatap Prilly dari ujung rambut sampai kaki.
Mata tajamnya tak pernah lepas dari Prilly, membuat Prilly merasa terintimidasi.
"Kamu anaknya Winda kan?" ujar Wanita itu membuat Prilly mengangguk pelan.
"Sudah saya duga."
Nyali Prilly menciut, ia tak berani berucap apapun walau ia begitu penasaran siapa wanita dihadapannya ini
"Saya Rasti mamanya Ali," ujar Rasti membuat Prilly menatap tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Husband ( End )
FanfictionWarning 18+ Dulu hidup Aliandra Xander William hanyalah sekedar hitam putih, Di perintah dan menjalankan. Jalan hidupnnya datar mengikuti alur arahan Heris sang ayah Sampai gadis itu datang memaksa Ali menjadi sepertinya yang tak bisa diam dengan...
