Chapter #42

1.4K 61 2
                                        

Vommen pliss
🌟

💬

✨~HAPPY READING~✨

Hari ini adalah hari terakhir  vanya melaksanakan ujian kenaikan kelas dan selama seminggu ini juga vanya tidak pernah telfonan atau chatan dengan davin

entah vanya yang mendiamkan davin atau davin yang mendiamkan vanya, keduanya sama sama tidak saling mencari

"Vanya" panggil bu endang

"VANYAA" teriak bu endanv karna yang di panggil tidak  kaget karna teriakan itu

"kenapa sih bu, teriak teriakan ajah" ucap vanya

"kamu kenapa bengong, udah selesai?" Tanya bu endang

"Udah" ucap vanya

"sini kumpulkan kalau sudah selesai" ucap bu endang

"ga mau" ucap vanya

"kenapa?, kamu mau kasih tau jawaban kamu ke teman teman kamu?" Tuduh bu endang

"Nething ajah terus" ucap vanya

"yaudah sini kumpulin" ucap bu endang

"ntar ajah napa bu, barengan" ucap vanya

"ga sopan ngomongnya sama guru!" Ucap bu endang kesal

vanya yang sudah geram pun langsung maju dan menaruh kertas ulangannya ke meja guru

"Heh mau kemana?" Tanya bu endang saat melihat vanya tidak kembali ke mejanya melainkan ke luar kelas sambil menenteng tas

"Mau ke kamar mandi, ibu mau ikut?" Ucap vanya

"Ngapain bawa tas?" Ucap bu endang

"15 menit lagi pulang" ucap vanya

"belum bell, belum boleh pulang!" Ucap bu endang dengan suara oktafnya

"saya ga bilang mau pulang, saya mau ke toilet" ucap vanya dan ia berjalan ke kamar mandi dengan santai

"kalian jangan kaya kakak kelas kalian yang itu yaa, selalu ga sopan sama guru" ucap bu endang yang memberitahu kepada anak kelas 10

####

Vanya berjalan santai ke toilet tanpa ada rasa bersalah atau beban karna sudah bersikap tidak baik kepada bu endang

saat vanya mau masuk toilet tangannya di tarik oleh seseorang

Davin.

Davin menarik tangan vanya dan mengurung vanya di tembok dengan kedua tangannya berada di samping kanan-kiri vanya

"da--davin" ucap vanya gugup

"lu kenapa diemin gua beberapa hari ini?, gua telfon ga aktif, gua chat ga bales padahal online, gua cari di sekolah selalu ga ketemu" ucap davin, vanya yang melihat davin hanya bisa diam

vanya menelan ludahnya susah "awas!" ucap vanya sambil mendorong bahu davin agar bisa keluar dari kurungan davin

Akhirnya vanya keluar dari kurungan davin tapi detik selanjutnya tangannya di tarik lagi oleh davin menuju taman

Vanyandavin [Complate]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang