Hari itu Chorong pulang lebih awal ke rumah barunya karena pekerjaannya di kantor sudah ia selesaikan. Dalam perjalanan pulang, ia menyempatkan diri untuk membeli makanan untuk makan malam. Ia tidak tidak tahu makanan favorit suaminya, jadi ia akhirnya memutuskan untuk membeli bibimbap dan kimchi jjiggae.
Setelah mandi dan mengganti pakaian kerjanya dengan kaos big size dan celana tidur, Chorong merebahkan dirinya di sofa merah muda yang diletakkan di ruang tengah. Ia sempat melirik ke arah kamar disebelahnya dan ia tahu kalau sang pemilik kamar belum kembali.
"Mungkin ia masih bertemu dengan teman-temannya," gumamnya sambil mengambil remote control dan menghidupkan televisi.
Tak berapa lama saat ia sudah mulai menikmati sebuah drama yang sedang tayang, Chorong mendengar seseorang membuka pintu rumahnya.
"Itu pasti dia," ia tersenyum sambil menanti kemunculan suaminya dari balik pintu. Saat Chorong ingin menyapanya, ia terkejut karena menemukan penampilan Seokjin dengan rambut berantakan dan mata yang merah.
Seokjin memaksakan diri untuk tersenyum tipis saat berpapasan dengannya.
"Kau dari luar ya?" ia memberanikan diri untuk bertanya.
Seokjin mengangguk. "Ya, aku perlu sedikit menghirup udara segar."
"Aku sudah membeli makanan untuk makan malam. Ayo kita makan bersama," ajaknya sambil menunjuk ke arah meja makan.
"Aku sudah makan di luar. Terimakasih," jawab Seokjin pendek. Tanpa menoleh lagi, ia langsung berjalan menuju kamarnya.
Chorong masih berdiri memandangi pintu kamar Seokjin yang telah tertutup rapat. Ia tidak merasa heran lagi dengan sikap dingin dari suaminya itu. Namun ia terkejut karena kedua mata Seokjin terlihat bengkak seakan seperti habis menangis.
Untuk menuntaskan rasa penasarannya, Chorong memutuskan untuk berjalan perlahan mendekati pintu kamarnya. Ia menempelkan telinganya di permukaan pintu dan saat itulah ia bisa mendengar sayup-sayup suara isak tangis dari dalam.
"Apakah pernikahan ini begitu menyakitkan untuknya?" gumamnya sambil mengerutkan kening.
***
Jung Hyerim mungkin menjadi orang yang menyedihkan. Setelah ia berhasil bersandiwara menjadi seorang wanita yang tegar di depan mantan kekasihnya, ia pada kenyataannya tidak mampu bangkit dari keterpurukan.
Tanpa sepengetahuan Seokjin, Hyerim tiap malam selalu mendatangi rumah laki-laki yang masih punya tempat istimewa di hatinya itu. Ia akan memarkir mobil tuanya agak jauh dari rumah baru Seokjin dan diam-diam mengamatinya dari luar. Ia tidak akan pulang dan setia menunggu dalam keheningan hingga ia melihat lampu kamar Seokjin padam.
Jeon Jeongguk, sahabat Seokjin yang juga dikenal baik olehnya, yang memberi informasi tentang alamat rumah baru sang mantan kekasih. Dan kegiatan itu sudah Hyerim lakukan sejak hari pertama ia menikah dengan Park Chorong. Hyerim tidak bisa memungkiri bahwa kerinduannya pada Seokjin begitu menyiksa hatinya.
Malam itu, ia masih duduk terdiam seorang diri di dalam mobilnya. Sudah tidak ada satupun kendaraan yang melewati jalan tersebut dan Hyerim tersadar kalau sudah hampir lebih dari 2 jam ia berada disana. Ia melirik jam di dasbor untuk menemukan kalau waktu sudah menunjukkan pukul 1 dinihari.
Sebelum ia menghidupkan mesin mobil, Hyerim berbisik, "Selamat tidur, oppa." Ia masih mengucapkan kalimat yang selalu ia katakan pada Seokjin hampir setiap malam selama kebersamaan mereka 2 tahun terakhir. Walau ia tahu betul kalau sekarang mantan kekasihnya itu tidak akan pernah mendengarnya lagi.
***
Kurang dari 30 menit, Hyerim sudah berada di dalam kamarnya. Hari itu rumahnya kosong, karena orang tuanya memang tinggal di Busan dan adiknya yang tinggal bersamanya, sedang ada kegiatan di luar kota bersama teman-teman kuliahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're Still Mine
Romance"Walaupun aku sudah menjadi milik orang lain, hatiku selamanya akan menjadi milikmu. Itu janjiku padamu," - Kim Seokjin #1 in Apink (2019.08.17 - 2019.09.20) #1 in btsapink (2019.08.20) #1 in apinkeunji (2019.09.22) #8 in Chorong (2019.08.27) #10 in...
