🍴 Dinner keluarga

8.3K 687 47
                                        

Malam ini Suho dan Irene sudah memutuskan dan memikirkan segalanya untuk Jeno kedepannya.

Mereka mengajak keluarga Sejin untuk makan malam bersama di restaurant seafood milik Irene.

Jeno sudah sampai di rumah Sejin dari tadi untuk menjemput kekasihnya, sambil menunggu, ia main ps sama Jisung dulu.

Jaemin lagi mempersiapkan mobilnya, karena nanti keluarganya akan berangkat dengan mobil sendiri.

Jeno hanya menjemput Sejin.

"Mama! Sejin gak mau ah pake sepatu high heels!" teriak Sejin sambil lari turun dari lantai atas kamarnya.

"Sejin! Aduh nak, ayo ini di pake dulu kamu nih—" mama Seulgi yang kesusahan mengejar Sejin seketika berhenti saat melihat Jeno ada di ruang tamunya sedang main ps dengan Jisung.

"Maklum ae mereka sama" celetuk Jisung.

"Sama gimana?"

"Ya gitu, lo bisa liat sendiri bang" jelas Jisung tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.

Mata Jeno mengikuti kemana mama Seulgi dan Sejin berlarian, seperti anak kecil.

Tak lama kemudian papa Sejin datang "ma! Maaf papa telat ini barusan pulang!"

"Eh— om? Baru pulang?" kata Jeno kemudian mencium tangan Sehun papa Sejin, 37 tahun.

"Iya nih Jen, jadi makan malam kan? Nanti om nyusul ya" kemudian Sehun menuju kamarnya untuk ganti baju.

Pukul 20.00 semuanya sudah berkumpul di restaurant dan duduk di tempat yang memang sudah dipersiapkan oleh Irene.

Suho, Irene, Jaehyun dan Jeno duduk berjajar. Begitu pula dengan Sehun, Seulgi, Jaemin, Sejin dan Jisung.

"Saya sudah pesan makanan spesial, saya harap kalian suka" ucap Irene ramah.

"Ah jadi ini yang namanya Sejin?" Irene menunjuk mama Seulgi.

"Um— bukan ma, itu mamanya Sejin, Sejin yang ini" kata Jeno membenarkan.

"Ohh hahaha, mama bercanda kok, lagian mamanya Sejin masih muda ya sampe saya gak bisa bedain mana mama mana anaknya"

Perkataan Irene membuat semuanya tertawa.

"Sejin, kamu sudah berapa lama kenal Jeno?" tanya Suho.

"Um— sudah lama om, 7 bulan hehe" jawab Sejin kemudian tersenyum manis.

"Cantiknya~ mama jadi pengen punya anak cewe" celetuk Irene.

"Makasih loh pujiannya, anak-anak kamu juga ganteng semua" sahut Seulgi.

"Jadi kalian ini dulunya nikah muda ya?" tanya Suho.

"Iya kami dulu menikah saat usia saya 18 dan Seulgi 17 tahun" jawab Sehun.

"Wah hebat loh dan sekarang anak kalian udah 3 aja, kalian juga kelihatannya sudah sukses"

"Ah ini juga berkat ayah saya dulu yang ikut membantu hingga perusahaan saya bisa seperti sekarang"













Lalu Suho dan Irene saling bertatapan, mengkode untuk segera membahas yang lebih serius.

"Jadi, maksud saya dan istri mengundang anda sekeluarga adalah untuk membahas keinginan Jeno beberapa hari yang lalu pada kami"

Sambil menyantap makanan yang sudah dihidangkan, keluarga Sejin menatap Suho dengan serius pula.

"Jeno ingin sekali menikah dengan Sejin setelah wisuda sekolahnya nanti"




















"Uhuk!" Jaemin menyemburkan makanannya ke muka Jisung.

"Sialan lo bang!" ucap Jisung dengan berbisik.

"Oh begitu, tapi bukankah mereka masih sangat muda? Terlebih Sejin yang sepertinya belum si—"

"Sejin mau kok nikah sama Jeno, kan kita mau punya de— hmpp—"

Jaemin membekap mulut Sejin. "Sejin emang polos, kalo ngomong suka asal gak dipikir dulu hehe" ucap Jaemin.

"Memang kamu serius sama anak saya?" tanya Sehun pada Jeno membuat semuanya menatap Jeno.

"Saya serius, om!" jawab Jeno tegas.

Sehun dan Seulgi saling bertatapan.

"Kenapa kamu yakin mau menikahi Sejin?" tanya Seulgi.

"Sejin sudah banyak merubah saya menjadi lebih baik, saya rasa juga Sejin butuh seseorang yang bisa menjaga dia tiap saat, saat pengumuman kelulusan kemarin saya melihat Sejin akan diperkosa anak kelas sebelah, disitu saya semakin yakin jika saya harus segera menikah dengan Sejin" jelas Jeno.

Seketika hening.

"Saya sudah memutuskan yang terbaik untuk anak saya" kata Suho.

"Saya dan istri saya setuju jika Jeno ingin menikah, tinggal menunggu keputusan dari kalian dan Sejin sendiri" lanjutnya.

"Makasih pa, ma" kata Jeno.

"Tapi— bagaimana mereka bisa hidup jika Jeno dan Sejin tidak bekerja?"

"Tenang saja, saya akan mengijinkan mereka untuk kuliah terlebih dahulu, semetara itu kita bisa seperti biasanya menanggung semua kebutuhan anak-anak kita sampai mereka lulus, setelah lulus saya akan memberikan perusahaan penjualan apartement saya pada Jeno dan membiarkan dia untuk mengelolanya sendiri bersama Sejin"

Sehun terlihat berfikir, lalu ia mengangguk paham. "Saya dan Seulgi akan mendiskusikan dulu di rumah nanti bersama Sejin juga" ucap Sehun kemudian.

"Pokoknya Sejin mau menikah sama Jeno pa, ma" ucap Sejin sambil memengerucutkan bibirnya.

"Ah kiyowo~" ucap Irene.

"Kayanya mama seneng banget sama Sejin" bisik Jaehyun ke Jeno.

"Iya dong, calon istri gue emang menggemaskan"

"Uhuk— huek—"

"Sejin? Kamu kenapa, nak?!" panik Seulgi.

Semuanya menatap Sejin dengan tatapan khawatir dan was-was.

'Apa Sejin ham—' batin mereka serempak kecuali Jeno.


































"Ini minuman apa sih, ma? Sejin mau minum susu coklat aja"

-_-

'Bikin jantungan aja Sejin! Untung calon istri, sabar Jen, sabar' batin Jeno.

To be continued...

Selamat pagi, selamat beraktivitas semuanya😄

Na Sehun - papa Sejin, 37 tahun

Maaf agak panjang di chapter ini ya, tapi gak sampe sejam kan bacanya? Hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Maaf agak panjang di chapter ini ya, tapi gak sampe sejam kan bacanya? Hehe

Kalo mampir jangan lupa vote ya, suka gitu deh mampir tapi gak ninggalin jejak :"(

Next?

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang