💢 Poor Yangyang

3.4K 257 17
                                        

Hello, i'm back guys pasti kalian seneng kan? Hayo ngaku.g

Jangan lupa votenya yaa

Happy reading

Suatu malam Jeno dan Sejin sedang menonton film bersama di kamar mereka, Sejin yang bersandar di dada bidang Jeno sangat fokus hingga tak menghiraukan Jeno yang sedari tadi memperhatikannya.

"Sayang?" panggil Jeno lembut yang hanya di jawab deheman saja oleh Sejin.

"Kok cuma 'hm' doang sih?" protes Jeno.

"Apa sih Jeno sayang? Sejin lagi fokus nonton nihh"

"Kamu makin cantik aja"

Sejin mengalihkan pandangannya menatap Jeno, lalu tersenyum.

"Kamu pasti gombal kan? Kamu pasti pengen sesuatu kan? Hayo ngaku!"

"Hehe kamu tau aja, iya nih sejak ada si Yangyang disini kita jadi gak pernah anu—"

"Apa ih! Jeno mesum!"

"Ayo sayang bikin adek buat Jino" Jeno mengendus leher Sejin membuat Sejin geli dan refleks menjambak rambut Jeno.

"Jeno nakal! Ihh gamau!"























Pyar!

Suara jendela pecah sepertinya dari ruang tamu, Jeno segera beranjak.

"Kamu gendong Jino, ayo cepet!" perintah Jeno yang langsung dituruti Sejin.

Jeno langsung keluar kamar diikuti Sejin di belakangnya sambil gendong Jino dengan erat.

Disana ada Yangyang yang juga sedang was-was.

"Psssttttt...!" desis Jeno bermaksud memanggil Yangyang.

Yangyang menoleh, tangannya mengode agar Jeno diam di tempat dan dia yang akan mengecek di luar.

Yangyang perlahan keluar, namun tidak ada seorang pun di luar, hanya ada sebuah batu yang di bungkus kertas.

Ia segera membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.

Yangyang sayang kamu pikir kamu bisa lari dari aku? Hatimu dan hatiku sudah menjadi satu yang tidak akan pernah terpisahkan.

Begitulah isi surat tersebut membuat Yangyang dan Jeno bergidik ngeri, Sejin yang tidak paham hanya bisa mengedipkan mata dengan polosnya.

"Gila tu sasaeng! Bisa-bisa keluarga gue ikut di ganggu juga dong!" amuk Jeno frustasi.

"Gue bakalan telepon polisi" ucap Yangyang lalu menelepon polisi.

Brak!

Dari belakang seorang wanita melompat ke sofa dan mendorong Jeno sampai jatuh lalu menarik tangan Yangyang.

"Ya! Kamu siapa! Lepasin Yangyang!" teriak Sejin sambil menarik tangan Yangyang satunya"

"Woy! Cewe gila lo! Pergi lo dari sini! Jangan gangguin temen gue! Gak sopan lo ya nguntit sampe segini nya!" Jeno ikut menarik Yangyang.

Lalu dari saku wanita tersebut mengeluarkan pisau dan mengarahkannya ke leher Yangyang.

Refleks Jeno dan Sejin melepas tangan Yangyang.

"Kamu bunuh aja aku gapapa, asalkan abis ini kamu pergi dan jangan gangguin temen-temen gue ini" ucap Yangyang polos.

Wanita tersebut menangis, tangannya bergetar, namun masih tak menyerah untuk memegangi Yangyang.

"Jangan gila lo! Lepasin Yangyang woy!" Jeno pun tidak tau harus bagaimana lagi.

"Aku udah gak bisa tahan lagi, aku cinta sama kamu Yangyang, jangan pergi lagi tolong" ucap wanita tersebut.

"Ini bukan cinta! Ini kegilaan! Kamu psyco!" teriak Sejin.

"Kalian diem! Kalian gak berhak bilang kaya gitu, ini cinta, aku berjuang keras buat dapetin Yangyang—"

"Tapi Yangyang takut!" teriak Sejin lagi.

Tiba-tiba wanita tersebut menyodorkan pisaunya ke arah Sejin dari jauh.

Jeno langsung saja berdiri di depan Sejin.

"Hiks... Kalo aku gabisa milikin kamu, maka gak akan ada seorang pun yang bisa milikin kamu juga Yangyang hiks..."

Wanita tersebut menekan pisaunya lebih dalam ke leher Yangyang, sedangkan Yangyang hanya bisa memejamkan matanya pasrah.

"Ini gak akan sakit, kamu duluan abis itu aku nyusul, kita ketemu di surga nanti Yangyang" bisik wanita tersebut.

"Jangan!"














Dor!

Wanita tersebut menjatuhkan pisaunya saat polisi datang dan langsung menembak bahu si wanita.

Jeno langsung berlari, menendang pisau tersebut lalu menahan tubuh Yangyang agar tidak jatuh karena hampir pingsan.

Terdapat darah di leher Yangyang, Jeno dan para polisi langsung membantu Yangyang lalu menelepon ambulance.

"Hiks... Yangyang kamu gapapa kan? Leher kamu berdarah Yang..." Sejin bergidik melihat darah di leher Yangyang.

Yangyang menatap Sejin sendu, lalu tersenyum "aku gapapa Sejin, maaf udah buat kamu takut" ucap Yangyang.

Sejin refleks memeluk Yangyang, "Yangyang jangan mati, kamu udah Sejin anggep kakak, kamu jangan tinggalin Sejin ya hiks..."

"Haha, kamu lucu banget sih Sejin" Yangyang mengusap pipi Sejin.

Jeno lihat semuanya, namun ia tidak merasa cemburu sedikit pun, ia tau tak seharusnya ia kekanakan, lagi pula dirinya dan Sejin sudah menikah jadi tidak mungkin diantara keduanya berselingkuh.

"Jen, maafin gue kalo selama gue disini selalu gangguin lo sama Sejin, bikin kalian khawatir dan dalam bahay—"

"Stop, udah Yang, gue sama Sejin ikhlas bantuin lo. Yang penting sekarang sasaeng itu udah ketangkep, gue lega dan lo pun juga"

Yangyang menepuk bahu Jeno, lalu mereka bertiga berpelukan.

"Kok kita jadi kayak teletubis ya???" ucap Sejin.

"Yangyang jadi tingkiwingi, Sejin po, baby Jino lala, terus Jeno dipsi yang ijo item itu haha..."

"HUAHAHAHAHAHA" Yangyang ikutan ketawa sampe toa nya mau putus.

Sedangkan Jeno hanya diam melirik Yangyang dan Sejin bergantian.

"Awas ya kamu nanti malem!" bisik Jeno sambil meremas pantat Sejin.






















"G—gue lihat loh..." -Yangyang jomblo 2020.

To be continued.

Maaf lama, makasih yang masih nungguin but ini membosankan sekali.

I'm so sorry.

Ini ku kasih bonus, tanya Jeno suruh fotoin aku terus di upload biar yang baca banyak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini ku kasih bonus, tanya Jeno suruh fotoin aku terus di upload biar yang baca banyak.g

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang