💞 Happiness

3.7K 289 18
                                        

Kemarin dokter Maria bilang Sejin harus belajar jalan, biar gak kaku semua. Karena Jeno adalah orang yang patuh, pagi ini ia sigap mengajak sang istri ke balkon belakang rumah sakit dengan kursi roda.

"Sayang, disini sepi, kamu belajar jalan ya" Jeno mengusap kepala Sejin sekilas.

Sejin menggeleng, "gak mau ah, ini masih sakit"

"Gapapa sayang, pelan-pelan aja, masa kamu gak mau bisa jalan lagi?"

"Umm ya udah deh, pegangin yaa"

"Pastii, ayoo" Jeno mengangkat tubuh Sejin dari kursi roda, menuntun istrinya untuk berjalan perlahan.

"S—sakit..." Rintih Sejin.

Jeno sabar, ia terus membantu Sejin, melontarkan kata-kata positif pada Sejin agar istrinya semakin semangat untuk sembuh.

Sudah beberapa menit Sejin latihan berjalan, sekarang mereka berdua berdiri di balkon sambil melihat pemandangan indah dari belakang rumah sakit ini.

Jeno ada di belakang Sejin, memeluk pinggang Sejin agar tidak jatuh. Kepalanya ia majukan hingga bibirnya bisa mencium pipi Sejin.

Sejin tersenyum, menatap ke arah Jeno. "Jeno, maafin Sejin"

"Loh, kenapa kamu minta maaf sayang?"

Sejin menunduk, mengusap air matanya.

"Hey, kamu kenapa hm? Jangan bikin aku khawatir"

Jeno segera membalikkan tubuh Sejin agar menghadap ke arahnya, kemudian menangkup kedua pipi Sejin.

"Sejin sayang, ada apa?"

"Sejin— suka bikin Jeno capek, kemarin Sejin lihat Jeno pucet gara-gara abis pulang kuliah langsung nungguin Sejin sama urus baby Jino hiks..."

Jeno tersenyum, kemudian membawa Sejin dalam pelukannya.

"Wajar sayang, kita sama-sama baru jadi orangtua, wajar kalo kita sampe kecapean, bukan karena salah kamu kok"

"Tapi—"

"Aku tau kamu juga capek kan? Tapi kamu bisa bertahan, kamu juga begini karena aku"

"Engga kok sayang, gak karena kamu" Sejin menggeleng, mengeratkan pelukannya pada Jeno.

Jeno mengusap surai Sejin "nah, makannya kita jangan saling salahin, ini semua tanggung jawab kita mulai sekarang ya?"

Sejin menatap Jeno, mengangguk lucu lalu tersenyum.

Chup.

Jeno mencium bibir Sejin, melumatnya dengan lembut hingga Sejin pun juga membalas lumatan tersebut.

Jeno yang pertama melepas tautan mereka, karena tau Sejin kehabisan oksigen, menempelkan kedua dahi mereka dan saling menatap.

"I love you, Lee Sejin"

"I love you too, Jeno jelek"

"Aishh lucunya cantikku"



"Sejin?! Disini kamu ternyata?"
































"Yangyang?"

To be continued...

Halo, kalian bosen ya? Aku ngerti kok kalian bosen yaudah aku unpublish deh.g

Next?

Tampak dari jauh pun ia menawan:"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tampak dari jauh pun ia menawan:"

Btw itu dia lagi nonton aku tampil lomba dance cover wkwk.

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang