Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

🙍🏻 Chi-

3.6K 251 19
                                        

Warning! Adegan 19+ here!
Mark chapt, imagine kan saja sist!

***

Sedari tadi Mark terlihat berbeda, dia lebih pendiam dan sering melamun.

"Woy! Bengong mulu lo, mau kesurupan ya? Arggghh aing maungggg-"

Plak!

Langsung aja Haechan gampar Lucas yang malah keliatan kek kesurupan.

"Sakit kampank!" protes Lucas.

"Lah gue kira lu kesurupan, Cas" Haechan nyengir bego bikin Jeno di sebelah mereka ketawa.

Iya, ketawa sekilas doang. Jujur aja perasaannya masih gak enak gara-gara ninggalin istrinya dalam keadaan lagi marahan.

"Ini pada ngapa sih diem semua?! Gue serasa main sama tembok!" sindir Haechan.

"Iya nih, kita main sama temboknya langsung aja yuk, Chan?" Lucas ikutan nyindir.

"Woy elah! Ngopi ngapa ngopi, diem diem bae?!"

"Cobain kuy!"

Di tengah-tengah bacotan Haechan sama Lucas, Mark sedang memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang terjadi beberapa hari yang lalu bersama Chiara.

***

Flashback.

Plak!

Mark melihat dengan mata kepalanya sendiri kalo ayah Chiara gampar anak perempuannya hanya karena Chiara deket sama Mark.

"Saya orang Kanada om, saya bukan Bel-"

"Diam kamu! Lebih baik kamu pergi, penjajah! Pembunuh!" ketus ayah Chiara.

Semua mata tertuju pada mereka bertiga saat itu, Mark malu benar-benar malu, namun ia juga kasihan dengan Chiara yang kini sudah menangis sejadinya.

"Saya- benar-benar orang Kanada, Ameri-"

Plak!

Kini giliran ayah Chiara menampar Mark membuat Mark mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.

"Ayah! Ayah jangan gini! Ayah... Hiks..." Chiara sudah heboh sendiri melihat ayahnya menampar Mark, gadis tersebut jadi tidak enak hati pada Mark.

Sepertinya Mark sangat marah padanya dan mungkin tidak mau lagi bertemu dengannya.

"Saya akan buktikan om, saya cinta Chiara dan saya bukan penjajah seperti yang om khawatirkan" tegas Mark.

"Udah Mark, udah" cegah Chiara.

"Kamu mengancam? Mengancam saya hah?! Chiara anak saya! Kamu tidak berhak memiliki dia tanpa seizin saya!"

"Saya akan berusaha, supaya om merestui kita, sampai kapan pun saya akan terus berusaha"

Ayah Chiara menyeringai, kemudian menarik paksa lengan anaknya dan pergi dari sana.

Chiara hanya bisa menangis, mengikuti perintah ayahnya, sesekali menoleh ke belakang melihat Mark yang terdiam di tempat dengan tatapan sedih.

Sejak kejadian tersebut Mark tidak lagi melihat Chiara di kampus, bahkan sudah 3 hari Chiara membolos.

Menghubunginya pun juga tidak bisa, hingga akhirnya Mark mendapat informasi dari teman dekat Chiara bahwa gadis yang ia cintai tersebut kabur dari rumahnya dan menempati apartemen milik ibunya, tetapi ibunya tidak disana, Chiara hanya sendirian di apartemen.

Pernikahan Dini; Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang