Jeno mencari namanya di papan mading, iya, itu adalah pengumuman kelulusan.
5. Lee Jeno | 12B | Lulus
Sudah bisa di duga, ia pasti mendapat 5 besar. Namun jangan salah, Sejin ada di peringkat 3 mengalahkan Jeno.
Meskipun ia anak yang manja dan cengeng, tetapi isi otaknya tidak bisa di remehkan, dia benar-benar siswa pandai.
"Nah yang gini nih siswa dengan masa depan cerah" ucap pak Taeil sambil menpuk bahu Jeno.
"Terimakasih, pak"
"Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus ini Jeno? Pasti mau sekolah di luar negeri ya?"
"Engga, pak"
"Lalu?"
"Saya mau menikah, pak"
"LOH?!"
Jeno segera mencari Sejin, karena ia tau Sejin pasti sedang bersenang-senang dengan sahabatnya hingga lupa padanya.
"Sejin dimana?" tanya Jeno pada Herin.
"Dia tadi katanya mau ke kamar mandi, tapi sampe sekarang kok gak balik-balik ya?"
"Oke deh thanks" Jeno kemudian memutuskan untuk pergi ke kelas dan menelepon Sejin.
Namun saat ia lewat di depan lab komputer, terdengar sepertk suara Sejin bersama seorang lelaki.
"Kamu ngapain sih? Kok aku di suruh tidur di lantai?"
"Udah kamu nurut aja sama aku, nanti aku ajak jalan-jalan"
"Tapi kenapa kamu lepas baju?"
"Kita sama-sama lihat dong, sekarang kamu buka baju kamu juga" lelaki tersebut membuka paksa kancing atas Sejin.
"Gak mau ah! Kan gak boleh buka baju di depan cowo!" cegah Sejin sambil menutupi dadanya.
"Tapi aku aja mau buka baju depan kamu, masa kamu gak mau"
Tak tahan lagi mendengar lelaki yang seakan memanfaatkan kepolosan Sejin, Jeno mengepalkan tangannya.
Brak!
"Bangsat lo!!!" teriak Jeno lalu mencengkram kerah baju lelaki tersebut.
"Shit! Santai bro!" lelaki tersebut kaget, namun ia malah menyeringai.
Buagh!
Jeno melayangkan pukulannya ke wajah lelaki tersebut hingga ia jatuh tersungkur di lantai.
"Lo— jangan munafik! Lo juga sering kan tidur sama dia terus lo bakal tinggalin dia pas udah lulus nanti! Iya kan?! Ayolah bro kita bisa berbagi disini, abis itu kita bisa sama-sama pergi ninggalin dia dan cari ce—"
"Jaga mulut lo anjing!" Jeno menarik kerah baju lelaki tersebut lagi.
"Jeno jangan~ kasihan dia hiks..."
Melihat Sejinnya mulai menangis sambil menutup wajahnya ketakutan, amarah Jeno sedikit menurun.
Ia menyeringai "mau apapun yang lo omongin tentang gue sama Sejin, setidaknya gue gak pernah jadi brengsek kaya lo yang suka gonta ganti cewe buat puasin nafsu lo ngerti?!"
Buagh!
Pukulan terakhir Jeno layangkan sebelum meninggalkan lab dan membawa Sejin pergi dari sana.
"Huftt... Sejin sayang—" Jeno menangkup tengkuk Sejin dan menatapnya sangat dalam.
"Jeno, kamu— marah ya?"
Jeno mengangguk "Hm, aku marah lihat kamu berduaan sama cowo lain"
"Tapi aku gak ada apa-apa sama dia kok, dia cuma mau ngajak jalan-jala—"
"Sttt... Sejin mau gak nikah sama Jeno?"
"Nikah?"
Jeno mengangguk.
"Nanti kita punya dede bayi ya?"
-_-
'Jadi pengen makan—' -Jeno.
To be continued...
Update terakhir untuk malam ini.
Buat yang insom boleh dong minta vote nya, Alhamdulillah kalo mau di komen juga hehe.
Makasih yang udah mau mampir, selamat malam, mimpi indah.
—Lee Jeno
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.